Header Ads

Kompas Wartakan Hoax Fitnah Putri Raja Saudi, Ini Bekasnya di Mesin Pencari



Berita bohong alias hoax kembali menghiasai media sosial. Media besar menayangkan berita terkait rombongan Raja Salman yang tengah berkunjung ke Bali Indonesia. Meski akhirnya diralat, bekas fitnah yang dialamatkan kepada putri Raja Arab Saudi itu tercatat sangat rapi di mesin pencari.

Berikut penelusurannya.

Kronologi

Berita yang pertama kali beredar diberi judul: Cantiknya Putri Arab Saudi Kenakan Busana Penari Bali Usai Spa

Jika kata kunci tersebut ditulis di mesin pencari, akan terlihat beberapa situs berita ternama yang menampilkan hasil pencarian. (lihat gambar di bawah ini)



Saat Anda mengklik tautan dari Kompas, misalnya, akan tampil berita dengan judul yang sudah diubah menjadi: Cantiknya Pramugari Rombongan Raja Salman dengan Busana Penari Bali (lihat gambar di bawah)


Sayangnya, tautan dalam berita yang sudah diubah judulnya itu tidak bisa diubah. Tautan tersebut tetap tertulis:  http://female.kompas.com/read/2017/03/09/070200320/cantiknya.putri.arab.saudi.kenakan.busana.penari.bali.usai.spa


Status Fesbuk

Berita tersebut bersumber dari status Wayan Adi Sumiran di akun fesbuknya. Wayan Adi mengaku bangga dengan kunjungan beberapa rombongan Raja Salman yang berkunjung ke spa miliknya.

"Trimakasih banyak princesnya Raja Salman dan staff yang lainnya sudah berkunjung ke ADI SPA dan melakukan aktivitas spa dan balinise costum. Ternyata mereka sangat senang sekali." tulis Adi di status fesbuknya.




Bukan Putri Raja Saudi

Laman Kompas akhirnya meralat pemberitaan sebelumnya dengan berita yang berjudul:  Pemilik Adi Spa: Yang Datang Bukan Putri Raja Salman. Disebutkan bahwa wanita berpakaian penari Bali bukan putri Raja Salman, tetapi seorang pramugari berkewarganegaraan Inggris. 

"Perempuan itu diketahui sebagai warga negara Inggris yang kemudian diketahui sebagai pramugari Raja Salman." lapor Kompas, Kamis (9/3/17).

Hikmah

Seperti tancapan paku, begitulah dampak sebuah keburukan. Meski sudah dicabut, akan tetap membekas. Mari lebih hati-hati agar tidak terjerumus dalam kekeliruan berulang kali. [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.