Apakah Seorang Muslim Tetap Mendapat Pahala Jika Sedekahnya Salah Alamat?

Sedekah salah alamat (ilustrasi)

Di akhir zaman ini, marak kejadian sedekah salah alamat. Banyak oknum mengatasnamakan masjid atau lembaga amal yang berkeliling meminta sedekah ke rumah-rumah kaum Muslimin, tetapi ternyata dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongannya.

Apakah pemberi sedekah tetap meraih pahala ketika sedekahnya salah alamat seperti kejadian ini?

Sahabat mulia Yazid bin Akhnas pernah meletakkan dinarnya di masjid, dengan niat diberikan kepada seorang Muslim yang tengah beribadah. Namun, dinar tersebut diambil oleh anaknya yang bernama Ma'an.

Sesampainya di rumah, Yazid terkejut ketika Ma'an menunjukkan dinarnya. 

"Demi Allah," kata Yazid setengah berseru sebagaimana diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam Riyadhush Shalihin, "dinar ini bukanlah untukmu."

Ayah dan anaknya ini pun lekas mendatangi Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk mengisahkan pengalaman sekaligus meminta pendapat baginda yang mulia.

"Kamu mendapatkan pahala atas apa yang kauniatkan, wahai Yazid. Dan kamu mendapatkan (hak milik) atas apa yang kauambil, wahai Ma'an." ujar Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Saat menerangkan hadits ini, Syeikh Dib Al-Bugha menjelaskan bolehnya memberikan sedekah sunnah kepada anggota keluarga. Sedangkan sedekah wajib (zakat) tidak boleh diberikan kepada anak-cucu maupun orang tua (ayah, ibu, kakek dan nenek).

Imam Al-Bugha dan empat penulis lainnya juga menerangkan, "Pemberi sedekah akan mendapatkan pahala apabila niatnya benar, tidak peduli sedekah tersebut sampai kepada mustahiq atau tidak."

Meski demikian, kita harus selektif dalam memberikan sedekah dengan menyerahkannya kepada lembaga yang benar-benar kredibel. Jika memang memberikan kepada peminta-peminta, luruskan niat agar pahalanya tetap diraih, meski disalahgunakan oleh peminta-minta. [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.