Tindakan Qatar terhadap Warga Negara Pemboikot Ini Panen Pujian

Qatar Diboikot
Qatar (ilustrasi)





Meski negara kecil dan diboikot, Qatar menunjukkan kelasnya sebagai negara modern dan teguh memegang prinsip-prinsip kehidupan. Mereka mengambil tindakan tegas dan menyelisihi ketidakadilan yang dilakukan oleh negara-negara pemboikot.


Berbeda dengan tindakan negara pemboikot yang memulangkan warga negara Qatar, negeri kaya raya ini mengambil kebijakan membiarkan warga negara pelaku boikot yang bekerja dan belajar di negara tersebut.

"Tidak akan mengambil tindakan apa pun terhadap penduduk Qatar yang merupakan warga dari negara-negara yang memutuskan atau menurunkan hubungan diplomatik dengan Qatar di tengah kampanye permusuhan dan tendensius terhadap negara kami." demikian bunyi laporan yang diterbitkan di Doha, Qatar sebagaimana dilansir antaranews, Senin (12/6/17).

Sebagai penikmat kebijakan tersebut, tak kurang dari 11 ribu warga negara merasakan keamanan dan kenyamanan dengan menetap di Qatar.

Sebagaimana tercatat dalam Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Qatar, 11 warga negara asing yang menetap di Qatar terdiri dari 8.254 warga negara Arab Saudi, 2.349 warga negara Bahrain dan 784 warga negara UEA.

Tindakan boikot terhadap Qatar dilakukan oleh negara-negara Teluk atas prakarsa Amerika Serikat. Banyak dukungan solidaritas yang diberikan kepada Qatar, terutama dari Turki, Aljazair, dan negara lainnya.

Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan dengan tegas menyampaikan pembelaannya kepada Qatar. Erdogan yang gagah tinggi ini bahkan menyamakan Qatar dengan sebuah kekuatan yang disebutkan oleh Allah Ta'ala dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 249.

Erdogan dan Turki juga memosisikan dirinya sebagaimana perintah Allah Ta'ala dalam Surat Al-Hujurat [49] ayat 10, bahwa sesama Muslim dan Mukmin adalah bersaudara dan berkewajiban mendamaikan jika diantara mereka terjadi perselisihan. [Om Pir/Tarbawia]

Powered by Blogger.