Kondisi Terkini Muslim Rohingya

Kondisi Muslim Rohingya
Muslim Rohingya (foto: AFP)




Kondisi terkini Muslim Rohingya sangat memperihatinkan. Sayangnya, informasi ini masih disikapi sumir oleh sebagian orang, bahkan oleh oknum kaum Muslimin. Dalil Muslim satu tubuh seperti tak mempan. Bahkan ada yang menyatakan bahwa tragedi pembersihan etnis Rohingya oleh penguasa Myanmar hanyalah hoax belaka.

Untuk membungkam pendapat kelompok ini, amatlah mudah. Berikut salah satu argumen telak yang langsung disampaikan oleh dai muda Ustadz Oemar Mita Lc. Ustadz Oemar Mita menyampaikan informasi ini setelah bertemu langsung dengan pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu.

"Saya kemarin melakukan perjalanan (safar) ke perbatasan Rohingya." ujar Oemar Mita menceritakan pengalamannya. 

Oleh karena sulitnya perizinan, rombongan Ustadz Oemar tak bisa masuk ke daerah Arakan, tempat Muslim Rohingya. Namun, beliau berhasil menemui para pengungsi yang memang tersebar di daerah perbatasan, seperti Malaysia, Thailand, Bangladesh, bahkan ada yang sampai di Aceh, Indonesia.

"Kita akhirnya bertemu pengungsi Rohingya di Malaysia. Syam belum selesai, sekarang ini Rohingya sudah merintih." lanjutnya

Kondisi Terkini Muslim Rohingya

Beliau menerangkan, Rohingya unik karena berbeda dengan negeri Syam yang diberkahi. Sehingga magnet ke Rohingya tak sebesar daya tarik Syam yang memang diberkahi dan dijanjikan oleh Allah dan Rasulullah.

Kondisi inilah yang memperparah penjajahan sehingga Muslimin Rohingya terkepung. Terjepit. Tak ada jalan keluar, kecuali laut.



"Yang melewati lautan pun, mereka tak memiliki persediaan apa-apa." tegas Oemar.

Para pengungsi menyatakan, semua informasi tentang pembakaran orang di masjid, anak-anak dan wanita yang dikumpulkan lalu dipenggal lehernya, dan gambaran lainnya merupakan kebenaran. Bukan hasil edit.

"Semuanya betul. Semuanya terjadi." tegas Oemar, meriwayatkan keterangan pengungsu Rohingya.

Kondisinya semakin memperihatinkan karena bantuan kemanusiaan tidak mudah masuk ke wilayah Arakan. Junta Militer melakukan pemeriksaan yang sangat ketat, termasuk terhadap para wisatawan.

"Sehingga jeritan Muslim Rohingnya tak pernah terdengar langsung oleh telinga kita, tak pernah terlihat langsung oleh mata kita." kata Oemar, bernada sedih. [Mbah Pirman/Tarbawia]




Powered by Blogger.