Mengejutkan! Begini Alasan Trump Tak Sebut Penembak Las Vegas sebagai Teroris



Stephen Paddock (64 tahun) telah melakukan penembakan hingga menewaskan 50-an orang dan 400-an lainnya terluka. Namun, Presiden AS Donald Trump tak menyebutnya sebagai pelaku teror. Trump bahkan menghindari label teroris untuk pria berkulit putih yang tidak beragama ini.

Mengapa?

Dalam analisa akademis, seseorang disebut sebagai teroris ketika memiliki motif yang jelas dalam melakukan tindakan teror. Baik berupa motif agama, ideologi, atau politik. Tanpa kejelasan motif itu, menurut analisa akademis, seorang tersangka hanya disebut sebagai pelaku kejahatan tanpa label teroris.

Apalagi berdasarkan laporan yang beredar, Paddock tidak memiliki riwayat kejahatan. Ia juga tidak memiliki kaitan dengan organisasi-organisasi yang dilabeli teroris oleh Amerika Serikat.

Namun, mengutip laman Republika, label teroris ini kerap ditunjukkan kepada pelaku yang beragama Islam. Saat pelakunya bukan Muslim, apalagi tidak memiliki riwayat beragama, ada kecenderungan untuk tidak menempelkan label teroris kepada pelaku, meski 50-an nyawa meregang dalam insiden Las Vegas ini.

"Namun di luar analisis akademis itu, kata 'terorisme' juga sering kali digunakan sebagai senjata verbal, terutama untuk melabeli tersangka Muslim." tulis Republika, Selasa (3/10/17).

Penembakan yang dilakukan oleh Paddock menjadi sejarah kelam Amerika Serikat. Kejadian ini termasuk yang terburuk karena jumlah korbannya paling banyak dibanding insiden serupa sebelumnya.

Paddock melakukan penembakan terhadap penonton konser di Las Vegas, Amerika Serikat. Pria ini juga diklaporkan kaya raya dan suka berjudi. [Mbah Pirman/Tarbawia]
Powered by Blogger.