Sering Dituduh Intoleran, Begini Terobosan Sandi Untuk Non Muslim

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga S Uno (ilustrasi)

Pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies-Sandi kerap dituduh anti kebhinnekaan dan anti non Muslim. Para penuduh umumnya menggunakan kedekatan Anies-Sandi dengan ulama sebagai senjata untuk menyerang.

Sayangnya, tuduhan itu tidak terbukti. Kurang dari lima hari setelah dilantik, Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno melakukan terobosan yang khusus ia tujukan kepada warga Jakarta yang beragama Nasrani.

"Rumah dinas Wagub sudah dibuka 24 jam 7 hari seminggu untuk kegiatan majelis taklim. Dan untuk teman-teman yang hari Minggu mau kebaktian," kata Sandi di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad (22/10/17) seperti dilansir Republika.

Sebagaimana janji kampanyenya, Sandi akan memberikan akses penuh kepada warga Jakarta yang ingin menggunakan rumah dinas Wagub. Bukan hanya untuk majlis ta'lim dan kebaktian, Sandi juga memepersilakan warga menggunakan rumah dinasnya untuk keperluan umum lainnya.

"Kalau ada kegiatan agama yang nggak ada tempatnya, atau kegiatan simpul masyarakat yang perlu tempat di tengah kota bisa memakai rumah dinas wagub," lanjut pengusaha yang rutin mendirikan shalat sunnah Dhuha 8 rakat per hari ini.

Sebelumnya, Sandi juga menggelar pengajian rutin di rumah dinasnya. Pengajian berupa pembacaan Al-Qur'an sampai khatam itu dilakukan oleh para relawan, terus-menerus selama 30 hari.

Pengajian dimulai setelah shalat 'Isya, terbuka untuk umum dengan peserta maksimal sebanyak 30 orang. Berdasarkan keterangan salah satu stafnya, Sandi dan istrinya akan hadir ketika agenda keduanya tidak terlalu penuh. [Mbah Pirman/Tarbawia]
Powered by Blogger.