Header Ads

Sewot Kalah Pilkada DKI, Seword Lecehkan Anies-Sandi, MUI dan Umat Islam


Tak terima kekalahannya di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, website dan penulis yang diduga kuat menjadi pendukung Ahok melakukan tindakan memalukan sekaligus menjiji*kan. Mereka menggunakan cara-cara kotor untuk menghina Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga S Uno.

Bukan hanya sekali, laman yang kerap diplesetkan menjadi 'sewot' oleh netizen ini dengan terang-terangan dan terbuka menyebut Anies-Sandi dengan ASU yang bermakna sangat buruk dalam bahasa Jawa.

Dalam unggahannya di fans page Seword dot com pada Ahad (1/10/17), laman yang dinilai kerap menebar hoax ini mengunggah gambar anjing (dalam bahasa jawa: asu) sedang menggonggong. Namun dalam gambar tersebut diberi tulisan 'aku asu, bukan ASU'.

Laman fans page menyebut Anies-Sandi dengan ASU


Ketika ditelusur ke laman terkait, judul dan tulisan memang berbunyi 'Alhamdulillah, Per Pertengahan Oktober Nanti ASU pun Tidak Haram'. 



Lecehkan Islam dan MUI


Mengawali postingan tersebut, penulis dan website Seword juga berupaya memancing kesabaran umat Islam. Tak tanggung-tanggung, ia mendiskreditkan lembaga kredibel Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan menyebut umat Islam dan para ulama sebagai 'tukang demo'.


"Mulai pertengahan Oktober nanti, ASU tidak bisa diharamkan oleh siapa pun untuk memimpin DKI Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun tidak bisa. Apalagi hanya para tukang demo." tulis postingan tersebut.

Akankah pelakunya diadili? [Mbah Pirman/Tarbawia]
Powered by Blogger.