Al-Quds dan Penghianatan Kecil


Oleh: Dr. Mahdi Qadhi

Al-hamdulillaahi Rabil Alamin
, segala puji bagi Allah yang mengurus sekalian alam, salawat dan salam tercurah pada penghulu para Nabi dan rasul.

Wahai umat Islam, penjajahan Al-Quds dan Al-Aqsha, masjid suci (al-haram) ketiga serta kiblat pertama ummat tidak akan terjadi, kalau kita tak pernah melalaikan hak-hak Allah atau berpegang teguh pada perintah-perintah-Nya. Tak diragukan lagi, kita telah banyak melalaikan hubungan kita dengan Allah serta lalai dalam berpegang teguh pada hak-hak agama ini. Inilah sebab utama bagi berbagaimaca kelemahan dan kehinaan. Disamping meraja lelanya kejahatan dan permusuhan serta jauhnya ummat dari pertolongan yang mengakibatkan hilangnya tempat suci kita. Darah para syuhada mengalir begitu murahnya di sejumlah tempat di muka bumi ini. Oleh karena sunnatullah menuntut bahwa kemenangan dan kejayaan ummat tidak akan terjadi, kecuali jika kita membenarkanNya dan berpegang teguh pada perintah-perintahNya.

Allah berfirman,
“Jika kalian menolong Allah, maka Allah akan menolong kalian” (Muhammad: 7)

Rasullullah Sallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda yang diriwayatkan Ibnu Umar, “Jika kalian melakukan perdagangan Iinah memegang ekor-ekor sapi, lebih senang pada pertanian serta meninggalkan jihad, maka Allah akan meliputi kalian dengan kehinaan yang tidak akan diangkat dari diri kalian , hingga kalian kembali pada agama kalian” (Silsilah Hadits Shahih kar. Nashiddin Al-Albani)

Setiap umat akan mendapatkan balasanya dari sikap lalainya, sesuai dengan tingkat keparahanya. Baik melalaikan dalam hak-hak Allah secara utuh atau melalaikan dalam tugas dakwah, perbaikan dan reformasinya.

Diantara bentuk kelalaian adalah penghianatan umat dengan membantu musuh-musuh Allah dan menerima terhadap apa yang mereka inginkan yang jelas-jelas merugikan ummat Islam. Jenis pengkhianatan ini jelas sekali. Namun yang paling berbahaya adalah penghianatan yang tak tampak jelas. Ummat bahkan bekerja sama dalam masalah ini. Namun ia telah merugikan Islam tanpa merasa bahwa tindakanya tersebut merupakan bentuk pertolongan terhadap musuh-musuh agama dan membantu dalam mengalahkan kaum muslimin. Sebagaian umat bahkan melakukan transaksi kesepakatan dengan musuh dalam penghianatan ini. Mereka adalah sejahat-jahat pengkhianatan dan paling berbahaya daripada musuh-musuh Islam yang jelas-telas Nampak kejahatanya. Dengan penipuan mereka ini ummat Islam menuju pada kebinasaan, kehancuran dan kelemahan tanpa mereka sadari. Tindakan mereka nyata-nyata telah membantu kejayaan musuh-musuh Islam.

Diantara bentuk penghianatan yang paling besar, namun tampak samar di mata sangat banyak, diantaranya. Mencekoki ummat dengan berbagai acara di sejumlah stasiun televisi dan media hal-hal yang bertentangan dengan aturan agama dan kebenaran, penuh dengan segala sesuatu yang diharamkan Allah, baik kecil maupun besar. Dimulai dari keluarnya para wanita dengan “tabarruj” memperlihatkan auratnya. Mereka mempertontonkan semua ini, seolah-olah hal tersebut diperbolehkan secara agama. Akibatnya jutaan kaum muslimin terus meneruss hidup dalam kemaksiatan. Hal ini tentu akan memperlambat pertolongan Allah dan memperpanjang kejayaan musuh-musuh Allah.

Umat Islam tidak berhak mendapatkan pertolongan dari Allah, sebab kemungkaran yang tidak diridhainya terpampang siang dan malam, disaksikan ratusan juta kaum muslimin. Kenyataan ini, selain kerusakan moral yang terjadi di kalangan media, hingga banyak para pemuda yang tersesatkan. Terutama para pemuda harapan bangsa. Mereka tenggelam dalam berbagai kelakuan gila dan kebobrokan. Ini juga selain kondisi ummat yang tersibukkan dari kewajibannya menyelematkan ummat dari kondisi yang sangat menyedihkan. Terutama saat ini, masa yang paling gelap dan hina bagi ummat Islam sepanjang sejarahnya, sebagaimana disebutkan sejumlah pakar dan ulamanya. Suatu masa dimana Al-Aqsha masih terpenjara sejak puluhan tahun silam. Penghinaan, pembunuhan dan pembantaian yang belum pernah terjadi dalam sejarah penjajahan. Sebuah bangsa muslim mati terbunuh dengan sadisnya. Sementara ummat Islam hanya bisa melihat dan menyaksikan. Sejarah mencatat, media telah melenakan para pemudanya. Mereka dilalaikan oleh musik dan nyanyian, sementara ummat berada dalam kondisi menyedihkan dan sangat berbahaya.

Tak diragukan lagi musuh-musuh agama mempunyai tangan-tangan untuk menciptakan kondisi di atas. Tapi tentunya tidak secara langsung, maka tentu ummat akan berhati-hati. Media-media mereka terutama televise sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia saat ini, bahkan seolah media menjadi agama baru manusia. Dengan kemampuanya, ia dapat menghidupkan manusia dan menuntunnya kepada kebaikan. Tetapi sebaliknya bisa mengarahkan manusia ke jalan kebinasaan dan menjauhkan mereka dari kebahagiaan serta kemuliaan.

Dan yang membuat kita harus semakin berhati-hati adalah bahwa penghianatan semacam ini serta para pejabatnya dimana mereka berada adalah sebab utama kehinaan ummat ini. Mereka adalah penolong musuh-musuh agama, dengan sadar atau tidak. Mereka datang dan berbicara tentang bagaimana menyelamatkan ummat Islam dan tempat sucinya. Tetapi pada saat yang sama, mereka sendiri yang merealisasikan pembunuhan dan berjalan-jalan di atas mayat-mayat ummat Islam. Kalaulah ummat Islam bisa selamat dari kejahatanya, tentu kondisinya tidak separah ini.

Saya akan mengutip pernyataan Syaikh Muhammad Gazali yang layak ditulis dengan tinta emas dan saya sering melansir ungkapanya diberbagai kesempatan, karena isinya sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Syaikh Muhammad Gazali mengatakan, “sesungguhnya agama Islam bagi kita, bukan hanya jaminan bagi kita di akhirat kelak, akan tetapi merupakan pengorbanan dan benteng bagi kita didunia dan tempat berlindung kita di alam fana ini. Oleh karena itu, saya melihat orang-orang yang menyepelekan agama, telah melakukan penghianatan terbesar. Sadar atau tidak mereka telah membantu Zionis untuk menghilangkan negara kita, kemuliaan kita dan masa depan kita. Beda kita antara bangsa Arab dulu dengan sekarang adalah ketika mereka melakukan kesalahan mereka mengetahui cara bertaubatnya, kemudian mereka dapat memperbaikinya dan memulai kembali perjuangan serta dapat mengusir kembali musuh-musuhnya.

Kita berharap Allah dapat memberikan kekuatan pada bangsa ini dengan memberikan jalan terbaik untuk membetulkan kesalahanya dari pengkhianatan pada ummat serta apa yang merusaknya dari agamanya, serta mudah-mudahan kejayaan dan kemerdekaan bagi Al-Aqsha dapat dikembalikan, amin. [asy, sumber: InfoPalestina]
Powered by Blogger.