Hadits 23: Kualitas Beragama Manusia Bertingkat-tingkat


Kali ini kita membicarakan hadits yang ke-23, biidznillah. Yakni hadits ke-23 dalam Shahih Bukhari (صحيح البخارى), di bawah Kitab Al-Iman (كتاب الإيمان).

Imam Bukhari tidak memberi judul tersendiri untuk hadits ke-23 ini, melainkan satu judul dengan hadits sebelumnya; باب تَفَاضُلِ أَهْلِ الإِيمَانِ فِى الأَعْمَالِ (Tingkatan orang-orang beriman dalam beramal). Untuk memudahkan pembaca, menyesuaikan dengan konteks hadits ini kita berikan judul pembahasannya: "Kualitas Beragama Manusia Bertingkat-tingkat"

Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-23:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَىَّ ، وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ مِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثُّدِىَّ ، وَمِنْهَا مَا دُونَ ذَلِكَ ، وَعُرِضَ عَلَىَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ . قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الدِّينَ

Dari Abu Said Al-Khudri r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku bermimpi dalam tidurku seakan-akan aku melihat manusia di hadapankan kepadaku. Baju mereka diantaranya ada yang sebatas buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan kulihat pula Umar bin Khattab memakai baju yang dihela-helanya karena sangat panjang." Rasulullah ditanya, "Apakah takwil mimpi Anda ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "agama."

Penjelasan Hadits

بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَىَّ
Aku bermimpi dalam tidurku seakan-akan aku melihat manusia di hadapankan kepadaku.

Dalam hadits ini Rasulullah SAW menceritakan mimpinya. Dan sebagaimana telah diketahui bahwa mimpi Rasulullah adalah benar. Ia tidak seperti mimpi bagi manusia pada umumnya, yang tidak bisa dijadikan hujjah.

وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ مِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثُّدِىَّ ، وَمِنْهَا مَا دُونَ ذَلِكَ
Baju mereka diantaranya ada yang sebatas buah dada dan ada yang kurang dari itu.

Kalimat الثدي adalah bentuk jamak dari ثدي , artinya buah dada. Kalimat itu merupakan bentuk mudzakkar, meskipun ada pula ahli bahasa yang mengatakan sebagai bentuk mu'annats. Namun yang benar, kalimat الثدي bisa digunakan untuk menyebutkan baik laki-laki maupun perempuan. Terlebih dalam lanjutan hadits ini disebutkan nama Umar bin Khatab.

، وَعُرِضَ عَلَىَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ
Dan kulihat pula Umar bin Khattab memakai baju yang dihela-helanya karena sangat panjang

Disebutkan secara khusus nama Umar di sini juga untuk menunjukkan keutamaan Umar bin Khatab. Bahwa beliau dengan segala kelebihannya, yang tegas terhadap kebenaran, kokoh dalam membela Islam hingga diberikan gelar Al-Faruq memang memiliki keutamaan yang luar biasa. Salah satunya adalah persaksian Rasulullah SAW dalam mimpinya ini.

. قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
Rasulullah ditanya, "Apakah takwil mimpi Anda ya Rasulullah?"

Inilah para sahabat. Mereka sangat antusias dalam menerima pelajaran dari Rasulullah SAW dan sangat bersemangat untuk beramal. Meskipun pada dasarnya mereka tidak banyak bertanya, namun jika mereka belum menangkap secara jelas maksud Rasulullah maka mereka akan bertanya. Dan dalam kesempatan ini mereka melakukannya. Lalu Rasulullah menjawab dengan jawaban singkat, namun dipahami para sahabat: الدِّينَ "agama"

Bahwa baju dalam mimpi tersebut adalah takwil dari agama. Artinya, orang-orang mukmin memiliki kualitas beragama yang bertingkat-tingkat. Ada yang rendah, ada yang tinggi, dan ada yang sangat tinggi seperti Umar. Bukankah di hadits sebelumnya telah dibahas bahwa iman seseorang juga ada yang sangat kecil hingga ia menjadi penghuni surga yang datang terakhir ke sana?

Pelajaran Hadits
Diantara pelajaran hadits yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah sebagai berikut:
1. Mimpi Rasulullah SAW adalah benar. Apa yang diceritakan Rasulullah SAW dari mimpinya adalah wahyu yang perlu diketahui oleh para sahabat dan umatnya untuk diambil sebagai pelajaran dan tuntunan;
2. Manusia dalam bergama memiliki tingkatan kualitas yang berbeda-beda;
3. Agama dilambangkan dengan baju bisa diartikan bahwa agama adalah pelindung bagi seseorang dari teriknya siksa dan hinanya murka Allah, serta merupakan kehormatan hakiki bagi hambaNya;
4. Hadits ini menunjukkan salah satu keutamaan Umar bin Khatab.

Demikian penjelasan singkat hadits Shahih Bukhari ke-23. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang senantiasa meningkatkan kualitas beragama. Allaahumma aamiin.

Wallaahu a'lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 22

Untuk membuka seluruh hadits dengan mudah melalui DAFTAR ISI, silahkan klik
KUMPULAN HADITS SHAHIH BUKHARI
Powered by Blogger.