Header Ads

Aksi Bela Islam

Khutbah Jumat 2013: Menolak Kemungkaran dan Kemaksiatan

Tolak Miss World
Khutbah Jum’at: Menolak Kemungkaran dan Kemaksiatan - Ormas-ormas Islam bersatu menolak penyelenggaraan Miss World 2013. Namun, tidak semua muslim telah mengetahui penjelasan mengapa harus menolak ajang yang identik dengan pameran kemaksiatan itu. Oleh karenanya, khutbah Jum'at edisi 30 Syawal 1434 H yang bertepatan dengan 6 September 2013 ini, diangkat tema "Menolak Kemungkaran dan Kemaksiatan".

***

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Marilah kita bersyukur kepada Allah seraya berupaya meningkatkan taqwa kita. Taqwa yang juga merupakan bukti syukur kita kepada Allah. Taqwa yang mewujud dalam ketaatan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Taqwa yang seiring sejalan dengan amar ma'ruf nahi munkar. Taqwa yang mendorong kita mendakwahkan kebaikan, sekaligus menolak kemungkaran dan kemaksiatan.

Hari-hari ini, menyikapi akan diselenggarakannya kontes kecantikan, yang tidak lain adalah parade kemaksiatan, ormas-ormas Islam telah bersatu untuk menolaknya, dengan menjalankan amar ma'ruf nahi munkar. Mengapa umat Islam harus menolak parade kemaksiatan ini, salah satunya adalah karena Allah melarang kita membiarkan kemaksiatan terjadi, apalagi secara terang-terangan di lingkungan kita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya (QS. Al Anfal : 25)

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir menukil penjelasan Ibnu Abbas dan memujinya sebagai tafsir yang sangat baik. Yakni, bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin, janganlah mereka menyetujui perkara yang mungkar yang terjadi di hadapan mereka. Jika mereka menyetujuinya, maka akibatnya Allah akan menimpakan siksaan secara umum kepada mereka.

Kemungkaran ini banyak ragamnya. Berbagai pelanggaran terhadap syariat Allah adalah kemungkaran. Beragam jenis kemaksiatan juga merupakan kemungkaran. Perjudian adalah kemungkaran. Perzinaan adalah kemungkaran. Mengumbar aurat adalah kemungkaran.

Maka takutlah kita, jika Allah bertanya kepada kita mengapa kita menyetujui kemaksiatan meraja lela dan kemungkaran terjadi. Dan selain hukuman di akhirat, Allah juga mengancam adanya "fitnah" yang akan menimpa di dunia. Fitnah dalam ayat ini oleh Ibnu Katsir dijelaskan bahwa maksudnya adalah bencana.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوُا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلاَ يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللَّهُ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak akan menyiksa kalangan umum karena perbuatan yang dilakukan oleh kalangan khusus, sebelum kalangan umum melihat di hadapan mereka perbuatan mungkar, sedangkan mereka mampu mencegahnya, lalu mereka tidak mencegahnya. Apabila mereka melakukan hal tersebut (yakni diam saja melihat perkara mungkar di hadapannya), maka barulah Allah akan mengazab kalangan khusus (yang terlibat) dan kalangan umum (yang menyaksikannya)" (HR. Ahmad)

Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Maka kewajiban kita adalah melarang kemungkaran itu terjadi. Tidak berdiam diri melihat kemungkaran yang sebenarnya bisa kita cegah bersama. Dalam hadits yang lain diingatkan bahwa bukan hanya kita mendapatkan bencana, tetapi juga bencana di atas bencana. Yakni, doa kita tidak dikabulkan.


وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَاباً مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيبُ لَكُمْ
"Demi Tuhan Yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, kalian benar-benar harus memerintahkan kepada kebajikan dan melarang perbuatan mungkar, atau Allah benar-benar dalam waktu yang dekat akan mengirimkan kepada kalian suatu siksaan dari sisiNya, kemudian kalian benar-benar berdoa kepadaNya tetapi Dia tidak memperkenankannya bagi kalian" (HR. Ahmad)

Permisalan yang sangat baik tentang membiarkan kemungkaran dan kemaksiatan itu dijelaskan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan sabdanya:

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْمُدْهِنِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فِى الْبَحْرِ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا يَصْعَدُونَ فَيَسْتَقُونَ الْمَاءَ فَيَصُبُّونَ عَلَى الَّذِينَ فِى أَعْلاَهَا فَقَالَ الَّذِينَ فِى أَعْلاَهَا لاَ نَدَعُكُمْ تَصْعَدُونَ فَتُؤْذُونَنَا فَقَالَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا فَإِنَّا نَنْقُبُهَا مِنْ أَسْفَلِهَا فَنَسْتَقِى فَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ فَمَنَعُوهُمْ نَجَوْا جَمِيعًا وَإِنْ تَرَكُوهُمْ غَرِقُوا جَمِيعًا
"Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang yang melanggarnya serta orang yang berdiplomasi terhadapnya sama dengan suatu kaum yang menaiki sebuah kapal laut. Sebagian dari mereka ada yang berada di bawah, dan sebagian yang lain berada di geladak atas. Orang yang berada di bawah jika mengambil air minum harus ke atas, sehingga mengganggu mereka. Akhirnya orang yang berada di bawah itu berkata "Seandainya saja kita membuat lubang untuk mengambil air dan tidak mengganggu orang-orang yang berada di atas kita." Jika orang-orang yang berada di atas membiarkan mereka melakukannya, niscaya mereka semuanya binasa (karena kapal akan tenggelam). Dan jika orang-orang yang berada di atas mau saling bantu-membantu (mencegah membocori kapal) dengan orang yang di bawah, niscaya mereka semuanya akan selamat." (HR. Tirmidzi)

Dan secara khusus, menolak kemungkaran dan kemaksiatan ini lebih ditekankan lagi kepada umat Islam yang mayoritas, yang sebenarnya kuat dan memiliki pengaruh untuk menolaknya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِى هُمْ أَعَزُّ مِنْهُمْ وَأَمْنَعُ لاَ يُغَيِّرُونَ إِلاَّ عَمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ
"Tidak sekali-kali suatu kaum yang dilakukan perbuatan maksiat di kalangan mereka, sedangkan kaum itu lebih kuat dan berpengaruh (lebih mayoritas) daripada orang-orang yang berbuat maaksiat, lalu mereka tidak mencegahnya melainkan Allah akan menimpakan siksaan kepada mereka secara menyeluruh." (HR. Ibnu Majah)


وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jama'ah jum'at yang dirahmati Allah,


اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

[Khutbah Jum'at edisi 30 Syawal 1434 H bertepatan dengan 6 September 2014 M; Bersama Dakwah]

2 comments:

  1. makasi atas pencerahan yang ada dalam khutbah ini. semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. [Khutbah Jum'at edisi 30 Syawal 1434 H bertepatan dengan 6 September 2014 M; Bersama Dakwah]

    koreksi kaka.. ini masih 2013 Masehi.. hehehe

    ReplyDelete

Powered by Blogger.