Header Ads

Aksi Bela Islam

Nikah Muda? Mengapa Tidak

Nikah Muda
Melihat 'bocah-bocah' kemarin sore, yang dibilang masih 'bau kencur', dengan rentang usia antara 20-25 tahun, tapi mereka sudah berani jalan berdua dengan istri syahnya. Bahkan, diantara mereka sudah ada yang menggendong satu, dua atau tiga anaknya. Saya merasa, bahwa ini adalah kabar gembira bagi negeri yang mulai merajalela zina di dalamnya.

Bukan tanpa resiko, jika mereka memilih menikah di usia muda. Tapi, dengan keyakinan pada Allah dan Rasul yang memerintahkan mereka untuk menggenapkan separuh din-Nya itu, mereka mengambil lompatan besar di tengah kampanye mainstream yang tak lagi beralasan; menunda nikah hanya karena belum usia 25 tahun, atau cukup dengan dua anak saja sebagai wujud perencanaan keluarga yang matang.

Bukan hal yang mudah pula, jika kemudian mereka menempuh jalan yang semakin menikung, terjal, tanjakan tajam dan juga turunan hebat. Karena mengatur diri saja sudah menjadi hal yang teramat susah, bagaimana dengan mengatur istri yang anaknya orang lain itu? Belum lagi aneka persoalan, mulai dari komunikasi, keuangan dan setumpuk masalah yang pasti hadir menghiasi romantika pasangan yang baru mekar itu?

Belum lagi, dengan rangkaian proses sosialisasi, baik terhadap masyarakat sekitar. Juga keluarga baru kedua belah pihak pasangan; bapak dan ibu mertua, kakak dan adik ipar, dan keluarga besar keduanya.

Tentu, ini hal yang sangat kompleks. Dan saya yakin, tak akan selesai dibahas dalam buku, setebal apapun, kecuali satu hal; keberanian untuk terjun di dalamnya.

Hal ini, hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar keyakinannya kepada Allah. Bahwa Dialah yang memerintahkan menikah, maka Dia sudah barang tentu memiliki banyak solusi jika di tengah perjalanan terjadi onak dan badai.

Maka, untuk mereka, guru kehidupan yang mengambil lompatan langkah seribu dengan menikah di usia muda, saya ucap ta'dhim, "Barokallahu lakum, wa baroka 'alaikum. Wa jama'a bainakum fii khoir. Semoga Allah berkahi untuk kalian semua, semoga Allah berkahi atas kalian semua. Dan semoga kalian dikumpulkan dalam kebaikan. "

Kelak, dari mereka-mereka ini, setidaknya kita belajar tentang satu kaidah; Jika kita melakukan sesuatu karena Allah, maka yakinlah! Allah akan memberikan balasan terbaik atas apa yang kita lakukan.

Dari mereka pula, kita memahami, bahwa menanggung romantika, dinamika permasalah keluarga dalam bingkai kehalalan dan ibadah, adalah jauh lebih terhormat dibanding memperpanjang masa maksiat. Sementara diri, tak kunjung memperbaiki kualitasnya.

Tentu, kita sedang tidak menggeneralisir. Karena di luar sana, di negeri ini, banyak pula mal praktik nikah muda. Yakni mereka yang tak berilmu, kemudian nekat menjalankan ibadah itu. Karena banyak faktor;mengejar mahar yang banyak dari mempelai laki-laki, kecelakaan karena terlalu lama pacaran sehingga sudah mengandung ketika pesta pernikahan itu dilaksanakan dengan meriah, bertabur lagu oplosan di sepanjang peristiwa sakral itu. Dan, aneka perbuatan maksiat lainnya. []


Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com

8 comments:

  1. Larangan Nikah Mudah itu memberikan peluang anak u/ berbuat zina..!!

    ReplyDelete
  2. umur berapa wanita bagusnya untuk menikah..?

    ReplyDelete
  3. berapapun usia menikah tergantung jodoh ALLOH,yang penting kita sudah siap semuanya
    siap ilmunya,
    siap materinya
    dan siap keberanian untuk menikahnyaa...

    ReplyDelete
  4. cepat banget memvonis,
    ga semua orang tu sama pemikiran
    larangan nikah muda tu tuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan pengangguran, perceraian, pertikaian, dll
    cukup umur tu agar pemikiran matang dan dewasa, memiliki pekerjaan dan wawasan terutama dalam rumah tangga
    tapi tak semua juga itu diukur berdasarkan umur
    kita ambil baiknya..

    bila menikah muda hanya untuk menghindari maksiat, kasihan tu calon nya hanya untuk melampiaskan nafsu mu doank
    ya, itu pun jikalau cuma melampiaskan aja

    jika ditanya kepada laki2, apakah kamu siap kawin?
    hampir semua mengatakan siap, tapi jika ditanyakan, kau siap menikah?
    kebanyakan laki2 jadi berpikir dan kebanyakan laki2 meng ia kan karena itu ditanyakan oleh pacar atau kekasihnya lantaran takut ditinggali atau diputusi

    kebanyakan pernikahan dini itu pelakunya labil
    pemikiran tidak matang, tak berilmu dan tak beriman
    ketahui dulu, apa ciri2 pasangan yang baik tuk di nikahi dalam islam,
    apa hak dan kewajiban suami, begitu pula istri
    pekerjaan mu apa...
    memang benar pekerjaan atau rezeki ada saat menikah apalagi saat memiliki keturunan
    tapi sebelum kita menikah itu, calon mempelai yang akan kita nikahi masih tanggung jawab orang tua
    bagaimana bisa pada Umumnya orang tua mempercayakan anaknya kepada orang yang tidak memiliki pekerjaan?

    manis saat memakan daging mangga
    tak nikmat bila mangga tu sudah tua dan membusuk

    ReplyDelete
  5. niatkan aja yang baik, minta ridho Allah SWT
    lakukan kewajibanmu sebagai hamba Allah
    jalankan berdasarkan syariat dalam berumah tangga
    cintai anak, istri atau suami mu dan keluarganya

    Insya Allah, Allah meridhoi

    ReplyDelete
  6. "...bertabur lagu oplosan di sepanjang peristiwa sakral itu..." hahaha

    ReplyDelete
  7. Mas Ulil Amri semangat banget komentarnya? Sudah nikah atau belum?

    Kemauan untuk menjaga diri dari dosa, bukan bermakna istri akan menjadi pelampiasan nafsu. Justru dari niat itu, Allah akan bukakan pintu rejeki.

    Bukankah ketika kita melakukan sesuatu karena Allah (salah satunya untuk menjauhi maksiat krn maksiat larangan Allah), maka Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk orang itu.

    Anehnya, di komen kedua, bertolak belakang dengan komen yang pertama. :D

    Semoga Allah melindungi lisan kita dari ketergelinciran. Prinsipnya, dari tulisan ini, mengajak kepada pembaca, bahwa nikah muda yang dilakukan karena Allah, untuk menghindari maksiat, insya Allah adalah satu dari sekian banyaknya pernikahan yang diberkahi.

    Kiyai Ali Yafi aja, nikah umur 18 tahun. HAMKA juga tak beda jauh, sepulang dari mekah, kangsung dijidohkan. Ulama'-ulama' lain juga bersikap demikian.

    Jika masalah pekerjaan, waktu melamar fathimah, 'Ali bin Abi Thalin juga pengengguran. Bahkan, beliau hanya memberi mahar dengan cincin besi.

    Tentu, semua disesuaikan dengan kemampuan. Semoga pandangan negatif yang sempat menggelayut dalam benak kita, tak mudah disebarkan kepada orang lain.

    Semoga Allah semakin menyayangi kita, dan memudahkan siapapun yang berniat menikah karena Allah. Aamiin.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.