Header Ads

Mengapa Minuman Beracun yang Disusupkan pada Aksi 212 Tidak Mempan? Berikut Penjelasan KH Bachtiar Nasir




Aksi Super Damai Bela Islam III di Monas Jakarta pada Jum'at (2/12/16) berjalan dengan gemilang. Jutaan kaum Muslimin berkumpul dalam gelaran sajadah. Mereka berdoa dengan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan kalimat thayyibah lainnya.

Peserta aksi 212 mendoakan Bangsa Indonesia, para pemimpin, rakyat negeri, hingga seluruh kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia. Meski berkumpul dalam jumlah jutaan dalam satu waktu dan lokasi, aksi 212 berjalan aman, damai, tertib, teratur, dan amat mengagumkan.

Yang luput dari pemberitaan ialah adanya penyusup. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI KH Bachtiar Nasir. Ada pihak pembagi minuman yang sudah disuntik dengan racun dalam jumlah banyak.



Namun, minuman beracun itu seperti tidak berdampak. Padahal, beberapa di antaranya sempat diambil oleh peserta aksi 212 sebelum ketahuan. 

Jika demikian, mengapa minuman beracun itu tidak berdampak? 

"Meskipun ada yang menyusup memberikan racun, tapi Alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia. Energi kesuciannya seakan menetralisir tiga per empat daripada racun itu," ujar KH Bachtiar Nasir di Masjid Pondok Indah Jakarta dalam pengajian pasca 212, Selasa (6/12/16).
Itulah energi ikhlas. Itulah energi yang hanya lahir dan dirasakan oleh orang beriman. Sebagaimana Nabi Muhammad yang tak mempan oleh racun dari Yahudi karena Allah Ta'ala melindunginya. [Tarbawia/Om Pir]


Powered by Blogger.