Beda Kelas dengan Gubernur Penista, Beginilah Sambutan Gubernur NTB terhadap Ulama

Gubernur NTB bersama Pengurus Pusat GNPF MUI (fb-mzr)
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI terus melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Nusantara. Setelah sukses mengobarkan semangat kaum Muslimin di Kota Pahlawan, Pengurus Pusat GNPF MUI melanjutkan jaulah ke Nusa Tenggara Barat pada Ahad (29/1/17).

Dimulai dengan Subuh berjamaah, kegiatan yang diberi nama Safari Dakwah 212 dilanjutkan dengan tabligh akbar atau ceramah umum di tempat terbuka. Ratusan ribu kaum Muslimin memadati lapangan dengan hiasan serbaputih dan bendera kebangsaan.

Dalam safari dakwah yang dihadiri oleh KH Bachtiar Nasir dan KH Muhammad Zaitun Rasmin selaku Ketua dan Wakil Ketua GNPF MUI, kaum Muslimin berkali-kali meneriakkan takbir dan kalimat dzikir lain serta berkomitmen menjaga agama dan bangsa dari berbagai jenis penghinaan dan penistaan serta penjajahan.

Meski Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab urung hadir karena urusan penting di Pesantren Agrokultural Mega Mendung Puncak Bogor Jawa Barat, sosok Imam Besar FPI ini menyempatkan menyampaikan ceramah dan menyapa kaum Muslimin melalui sambungan telepon.

Seusai acara, jamaah pengurus GNPF MUI dijamu dengan menawan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat. Selain mengharukan, pemandangan ini juga menunjukkan bedanya kelas antara Gubernur yang hafal Al-Qur'an dan Gubernur yang menista Al-Qur'an.


KH Bachtiar Nasir, KH M Zaitun Rasmin, Gubernur NTB (fb-mzr)

Jamuan makan dari Gubernur NTB kepada GNPF MUI ((fb-mzr)

Obrolan santai lepas jamuan makan bersama Gubernur NTB (fb-mzr)
Semoga makin banyak umara yang dekat dengan para ulama. Agar makin berkah Nusantara tercinta ini. [Om Pir/Tarbawia]

 
Powered by Blogger.