Tanggapan Mengejutkan Habib Rizieq Syihab Soal Tuduhan 'Musuh Negara' dan 'Pemberontak'

Habib Rizieq Syihab siap dialog dengan pemerintah, TNI, dan Polri (TC)


Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab berulang kali dilaporkan kepada kepolisian. Sampai-sampai, tulisan ilmiah Habib Rizieq Syihab saat menempuh studi strata dua di Malaysia pun dilaporkan.

Tuduhan 'anarkis', 'musuh negara', 'anti NKRI', 'anti Kebhinnekaan', dan sejenisnya juga dialamatkan kepada Habib Rizieq Syihab dan FPI. Sehingga, kesan buruk semakin pekat menimpa salah satu ormas yang getol memberikan bantuan kepada korban bencana alam di berbagai sudut Nusantara ini.


Menanggapi laporan para pelapor, Habib Rizieq Syihab justru menyebut laporan dengan frasa 'surat cinta'. Beliau juga menyampaikan tanggapan mengejutkan terkait tuduhan 'musuh negara' 'pemberontak' dan tuduhan lain yang dialamatkan kepadanya.

"Dan sampai hari ini, Saya masih mengajak Pemerintah; apakah Bapak Jokowi, apakah itu Ibu Megawati, apakah itu Bapak Kapolri, apakah itu Bapak Panglima TNI, kami dari kalangan para habaib dan ulama, setiap saat siap untuk diajak dialog, dua puluh empat jam." ujar Habib Rizieq Syihab di Megamedung Bogor Jum'at (20/1/17) lalu.


Para ulama dan habaib siap berdiskusi setiap pagi, siang, sampai malam hari.

"Pagi, siang, malam kami siap. Anda perlu berdialog dengan kami, ayo kita dialog." ujarnya kooperatif.

Habib Rizieq Syihab juga menegaskan, ia dan FPI bukanlah musuh pemerintah dan seluruh jajarannya. Apa yang dilakukan hanyalah menyuarakan kebenaran dan keadilan yang selama ini terbungkam.

"Kami bukan pemberontak. Kami bukan musuh Pemerintah. Kami bukan musuh tentara. Kami bukan musuh polisi. Kami hanya menyuarakan suara yang haq, suara kebenaran, suara keadilan, suara yang selama ini terpendam di jiwa masyarakat Indonesia." lanjut Habib Rizieq.

Ia juga mengaku telah menyampaikan ajakan dialog, tetapi tidak pernah disambut, justru berkali-kali dibalas dengan pelaporan.

"Kita sudah tawarkan sejak kemarin-kemarin. Tetapi kalau mereka gak berani dialog (dan) beraninya main lapor-laporan terus, apa boleh buat? Terpaksa saya terima 'surat cinta' mereka." pungkas Habib Rizieq yang disambut tawa jamaah kajian. [Om Pir/Tarbawia]

Powered by Blogger.