Bantahan Cerdas Aa Gym Terkait Isu Beda Agama sebagai Sumber Kegaduhan Bangsa


Aa Gym (wdt-ilustrasi)

Banyak pihak yang menyangka dan berpendapat bahwa kegaduhan di negeri ini disebabkan oleh perbedaan agama. Oleh karena kelirunya pendapat tersebut, dai Nasional KH. Abdullah Gymnastiar tegas menyampaikan bantahan.

Aa Gym dengan cerdas menyatakan, perbedaan agama bukanlah masalah. Yang keliru ialah emosi dalam menyikapi perbedaan.

"Yang kedua, kita itu harus mikir. Jadi perbedaan itu tidak masalah. Bener-bener, saya bisa melihat di bawah, perbedaan bukan masalah. Kita dengan yang beda agama, gak ada masalah sama sekali." tutur Aa Gym menyebutkan solusi kedua atas kegaduhan Bangsa saat menjadi pembicara dalam acara Merekatkan Bangsa memperingati ulang tahun ke-9 TV One pada Selasa (14/2/17).

"Yang jadi masalah itu, emosi (saat) menghadapi perbedaan." lanjut Aa, tegas.

Menurut Aa Gym, perbedaan adalah keniscyaan. Allah Ta'ala menciptakan manusia berbeda-beda, baik dalam hal jenis kelamin, suku, budaya, dan lain sebagainya. Bahkan, seorang anak bisa lahir karena ayah dan ibunya berbeda.

"Kan sudah diciptakan Allah, kita itu berbeda, Pak. Saya itu lahir gara-gara ibu-bapak saya berbeda. Allah itu menciptakan Adam dan Hawa bukan Adam dan Asep, maaf yang namanya sama ya." ujar Aa santai, disambut tawa para hadirin.

Aa kembali menegaskan, perbedaan bukanlah masalah. Masalah bermula ketika emosi hadir saat menyikapi perbedaan. Oleh karenanya, Aa menyerukan agar semua pihak bersikap dewasa dengan menerima perbedaan tanpa emosi.

"Jadi, perbedaan itu gak masalah. Yang dipermasalahkan itu emosional dalam menyikapi perbedaan. Orang dikritik lalu emosi, itu yang menjadi masalah. Ini yang harus kita evaluasi, bagaimana kita menyikapi perbedaan pendapat, perbedaan keinginan. Nah, biasanya kalau orang sudah tidak bisa menahan emosi, itu akan menjadi masalah." tegasnya.

Aa juga mengusulkan pentingnya kursus kepribadian dan kepemimpinan bagi siapa pun yan akan maju sebagai calon pemimpin. Sebab kegaduhan saat ini, salah satunya ditimbulkan oleh pemimpin kurang dewasa yang asal bicara dan menyakiti lawan bicara juga warganya.[Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.