Header Ads

Tragis! Editor Kawakan Tempo Sebarkan Hoax





Hoax kian merajalela. Ia menyantap siapa saja, tak pandang bulu dan tingkat intelektualitas. Bukan hanya kalangan menengah ke bawah, hoax juga menjangkiti mereka yang terlanjur terkenal sebagai tokoh publik, tokoh Nasional, bahkan seorang pendiri dan editor di majalah berkelas Nasional.

Goenawan Mohamad. Seorang pendiri sekaligus editor senior di Majalah Tempo. Laki-laki yang terkenal dengan banyak catatan kritisnya ini harus menelan pil pahit bernama hoax.

Kemarin, Sabtu (18/2/17), melalui akun twitternya @gm_gm, Goenawan Mohammad bernafsu memosting gambar hoax terkait gelaran seru Pilkada DKI Jakarta 2017. Dalam selebaran itu disebutkan bahwa pengurus Masjid Al-Waqfiyah  menolak mengurus jenazah kaum Muslimin yang nyata mendukung paslon no 2 Ahok-Djarot.

Pengurus Masjid juga tidak akan memberikan makanan berbuka puasa, menolak permintaan doa, dan kegiatan keagaman Islam lainnya bagi warga yang nyata-nyata mendukung cagub yang menista Al-Qur'an dan ulama itu.

Tanpa melakukan konfirmasi, Goenawan Mohammad melalui @gm_gm gegas mencuit, "Beginikah cara menggunakan agama untuk memenangkan Pilkada?"




Cuitan yang diterbitkan pada Sabtu (18/2/17) jam 22:16 ini ramai direspons oleh netizen fans Goenawan Mohammad. Ada 200-an balasan, 630-an retweet, dan 240-an netizen menyukai cuitan bergambar itu.

Padahal, berdasarkan klarifikasi dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, selebaran tersebut hoax, dikonfirmasi langsung dari pengurus masjid Al-Waqfiyah.



"Konfirmasi Ka. Kanwil Kemenag DKI nyatakan bantahan langsung dari Muh. Shodikin, Ketua Pengurus Masjid Al-Waqfiyah terkait isu yg HOAX." cuit Menag Lukman Hakim Saifuddin melalui akun resminya @lukmansaifuddin pada Ahad (19/2/17) sore.



Goenawan Mohammad akhirnya melakukan klarifikasi, meski tidak meminta maaf secara langsung. 

"Syukurlah jika ini tidak benar," cuitnya melalui @gm-gm pada Ahad (19/2/17). [Om Pir/Tarbawia]

Powered by Blogger.