Ya Rasul, Rindu Kami Tiada Akhir

ilustrasi (Zawiyah Ku)




Ketika Cinta Semakin Dalam
Oleh: Androecia Darwis

Ya Rasul rindu kami tiada akhir 

Dulu Grup Band Koes Bersaudara sempat dilarang naik panggung, pentas kesenian untuk mereka ditiadakan. Jadilah Koes Bersaudara hanya sebuah grup musik yang teronggok di sudut ruang. Salah satu lagu yang dinyanyikan Koes Bersaudara adalah "I saw her standing there", semakin membuat bapak proklamator kita Bung Karno berang, para personil dijebloskan ke penjara. 

Tetapi marilah kita lihat perkembangan selanjutnya, "kecintaan" penggemar akan grup musik ini tak pernah pudar. Nama grup band semakin melambung, bahkan bertahan sangat lama. Koes Bersaudara yang kemudian berganti menjadi Koes Plus, tercatat sebagai sebuah grup legendaris di negeri ini.

Rasa suka berbuah cinta datangnya dari sanubari yang paling dalam, sukar untuk dikata, terlalu sulit buat hanya sekedar diucap. Kita hanya tahu bahwa, cinta itu tidak bisa dihalangi-halangi oleh apapun jua. Cinta itu borderless, kemana dia berlabuh di situ dia menetap. Kemana dia kan hinggap, tiada seorangpun kan tahu. 

Ada banyak hal yang bisa membuat orang jatuh cinta, tetapi banyak hal tersebut tidak akan kita bahas disini, karena terlalu panjang dan terlalu lebar. Mencintai orang tua, mencintai kekasih, mencintai hobi, mencintai musik, mencintai olahraga dan lain sebagainya adalah sangat jamak dalam kehidupan manusia. 

Saya ingin bercerita bahwa pernah pada zaman dulu baik pria maupun wanita terpesona dengan model rambut Lady Diana, sehingga apa saja yang menjadi model rambut Sang Lady banyak wanita mengikuti. Lalu saking cintanya, melebar kepada model baju. Kemudian sepatu, lalu tas dan lain-lain. Pendek kata Lady Diana adalah ikon baru untuk sebuah penampilan. Kecintaan akan berbagai hal yang berbau sang ikon, tak bisa dihindari dan akhirnya dimanfaatkan pengusaha menjadi ladang bisnis. 

Terhadap arsitektur juga demikian, kecintaan seseorang untuk arsitektur tertentu akan membuat seseorang meniru. Tak ada yang salah disini, bahkan menambah keindahan. Lihat saja model rumah, ada yang model Spanyol ada model Klasik dan ada model Minimalis. Pada zaman Arsitektur Medieval, salah satunya yang terkenal di Eropa adalah Byzantine Architecture, sekitar 527 - 1520 M. 

Ciri khasnya adalah atap kubah yang melengkung, dipenuhi kekayaan warna dan elemen dekorasi. Hal itu jelas terlihat dari berdirinya bangunan Haga Sophia, sebuah gereja yang beralih menjadi mesjid pada zaman Othoman. Jenis arsitektur ini zaman itu sangat populer di Eropa, banyak yang suka. Bahkan tidak hanya borderless, tapi juga lintas agama. Peninggalannya masih ada sampai sekarang di Eropa, sebagaimana yang pernah saya lihat pada sebuah bangunan gereja di Venesia Italia, dari jauh persis seperti bangunan masjid. 

Mengapa jenis arsitektur ini sangat populer waktu itu? 

Hemat saya di sini kuncinya adalah cinta, karena cintalah yang membuat seseorang semakin dekat, semakin sayang dan semakin suka dengan apa yang dicintai. Bagi umat Islam sudah tak perlu ditanya lagi, kecintaan umat terhadap Rasul-nya sangat luar biasa, kisah kelahiran sampai perjuangannya yang bermula dari tanah Arab untuk seluruh umat sungguh luar biasa. 

Sebuah contoh keteladanan yang tak lekang di panas dan tak lapuk di hujan. Meskipun sesungguhnya sebagian besar umat muslim sampai saat ini tak pernah bertemu beliau, namun umat tahu bahwa Rasul Sang Teladan itu berbudaya Arab karena berasal dari negeri Arab, sehingga tidak salah juga umat Islam menyenangi budaya Arab. 

Dalam kaitan ini agak aneh kalau tingkah laku ke Arab-araban menjadi sebuah konotasi negatif bagi sebagian pihak. Siapa yang bisa melarang sebuah kecintaan? Apalagi jika budaya itu berkaitan langsung dengan perintah agama, sudah pasti akan diikuti. Jadi take it easy. 

Jangan mempermasalahkan untuk sesuatu yang tak perlu dipermasalahkan. Umat-umat yang lain silahkan saja meniru, bertutur kata, berpakaian, mencintai dan mengikuti ajaran serta tokoh idola masing-masing. 

So simple, jadikanlah dunia ini indah dengan cinta, karena kita pasti setuju bahwa kita bahagia ketika sama-sama berjalan dalam koridor masing-masing. 

Bogor, 26 Februari 2017
Powered by Blogger.