Header Ads

Jika Tinggalkan Ini, Umat Islam Akan Terlibas Kalah dalam Perang Informasi

Pelatihan Jurnalistik Dakwah Berbasis IT (Dudi S)


Bogor, Rabu (12/9/2017)- Untuk meningkatkan kapasitas juru dakwah di bidang internet, Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta menggelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah Berbasis IT. Acara yang digelar pada Selasa sampai Kamis, 12-14 September 2017 di Bogor ini menghadirkan berbagai pembicara yang profesional di bidangnya. 

“Pelatihan Jurnalistik Dakwah Berbasis IT ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman para aktivis dakwah dari berbagai ormas Islam dalam memanfaatkan teknologi IT sebagai sarana dakwah,” kata ketua KODI DKI Jakarta, KH. Jamaluddin F. Hasyim di Bogor, Rabu (13/9).

Menurutnya, para aktivis dakwah sudah seharusnya memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, sehingga jangkauan dakwah Islam semakin meluas. 

“Saat ini penggunaan IT sebagai sarana dakwah masih perlu dioptimalkan lagi, mengingat terjadi perubahan sumber informasi masyarakat dari media cetak dan audio visual ke internet,” katanya.

Dakwah, lanjutnya, harus responsif terhadap perubahan ini agar dakwah tetap mampu memberi pengaruh positif di masyarakat. 


Sementara itu, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Forum Jurnalis Muslim (Forjim), Dudy Sya’bani Takdir menegaskan para juru dakwah harus ambil bagian mewarnai konten di internet.

“Jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2017 saja ada 104,96 juta orang, angka ini terus bertumbuh kira-kira 10% setiap tahun. Mereka merupakan objek dakwah kita,” katanya saat memaparkan materi Manajemen Pengelolaan Dakwah Siber. 

Dudi mengajak para peserta pelatihan yang datang dari berbagai organisasi keislaman dan lintas lembaga dakwah untuk serius berdakwah melalui internet. 

“Kalau bukan da’i yang mengisi konten di internet, maka jangan salahkan kalau nanti anak-anak kita keracunan konten negatif dari internet. Orang-orang yang bertakwa harus aktif berdakwah dengan pendekatan kekinian,” jelasnya. 

Untuk itu, dia mendorong seusainya pelatihan, para peserta yang berjumah 40 orang itu mengusulkan ke lembaganya masing-masing agar membuat website dan aktif di sosial media. 

“Penuhi YouTube, Facebook, Twitter dan sebagainya dengan konten kebaikan. Segera buat dan aktifkan website lembaga masing-masing, karena hari ini kita sedang perang informasi, kalau hanya jadi penonton maka kita akan terlibas kalah,” katanya. [Tarbawia]

Powered by Blogger.