Header Ads

Aksi Bela Islam

5 Cara Agar Moursi Kembali Berkuasa

Carut marut yang terjadi di Mesir, serta merta menarik perhatian dunia. Mesir, negeri yang difirmakan Allah: Udkhuluu Mishro insya Allah Aaaminiin (Masuklah ke negeri Mesir, insya Allah aman). Namun atas ulah tangan-tangan jahil, Mesir berada di titik keterpurukan setelah era Fir'aun yang memburu Nabi Musa alaihis salam.

Kini semua orang harap-harap cemas, agar Mesir tak masuk dalam perangkap Zionis terlalu dalam. Cukup sudah tragedi kemanusiaan di Syiria. Ratusan ribu tewas, sedang yang bertepuk tangan adalah Israel.

Walau seminggu, efek negatif kudeta sudah mulai dirasakan. Cadangan devisa Mesir turun 2 Milyar Dollar, dari 16 Milyar ke 14 Milyar. Padahal sebelumnya, saat Moursi berkuasa, ia menerima devisa yang hanya kisaran 12-13 Milyar Dollar dari 32 Dollar yang setengahnya dikorupsi rezim Mubarak dan Omar Sulaeman. Roda ekonomi mulai melamban.

Di sisi lain, secara psikologis, demostran Tamarrud bahkan para tentara-polisi sekalipun tidak memiliki ketahanan yang lama dibanding demonstran Tajarrud yang pro Moursi. Kendati ditembaki, dengan berbekal Al-Qur'an dan jalinan ukhuwwah yang saling ta'awun-takaful, para demonstran malah semakin kuat. Hal ini semakin menjawab, bahwa jiwa-jiwa yang telah terbina tarbiyah model Ikhwanul Muslimin, bukan hanya berteriak kencang di TOA, mimbar, atau gagah membawa bendera. Tapi jiwa-jiwa binaan IM adalah jiwa-jiwa yang memiliki napas panjang untuk menghadapi segala kemungkinan, bahkan hingga ajal sekalipun.

Oleh karena itu, apa solusi atau cara agar militer yang dikomandoi Letjend As-Sisi mundur dari kudeta dan kembali ke barak? Seorang pakar militer bernama Shafwat Az-Zayyat menyampaikan analisanya, "Jika kalian menginginkan Presiden yang sah, Moursi kembali dalam waktu dekat, maka kalian harus melakukan langkah yang efektif dan tidak ada langkah lain.

Pertama: Daya tekan sejati dan dijamin sukses, adalah di Kairo bukan di provinsi-provinsi lainnya. Oleh karena itu, kalian harus keluar dari seluruh provinsi Mesir dan penuhi Kairo.

Kedua: Kairo adalah pusat negara. Di dalamnya terdapat seluruh perwakilan media asing yang kini meliput dan menjadikan tragedi Kairo sebagai headlines.

Ketiga: Kairo adalah tempat berkumpul seluruh kepala negara, kepala staf militer, dan petinggi ekonomi.

Keempat: Kairo selalu mengabadikan gerakan demonstrasi menggunakan helikopter. Dari view atas inilah, jumlah demonstran pro Syar'iyyah (kepemimpinan sah) dapat diperkirakan. Pada akhirnya sejarah akan mencatat, demonstran pro Moursi sebagai lautan manusia yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Kelima: Penuhi lokasi-lokasi vital yang menjadi sorotan lensa kamera, seperti Istana Ittihadiyah, Mako Garda Republik, Stasiun Radio dan TV, Rab'ah Al-Adawiya, dan underpass besar di seluruh Kairo.

Terbukti satu persatu tanda kemenangan itu nampak.
- Pihak Kristen protes atas keputusan Dewan Jenderal yang menyetujui penunjukkan PM dari kalangan Salafy.
- Psikologis militer yang semakin down, sebab seburuk-buruknya militer Mesir -selain Polisi- doktrin mereka adalah Jihad melawan musuh kafir, bukan lawan politik.
- Ukasyah, salah seorang pentolan Liberal pun protes, sebab ia tidak dilibatkan dalam pemerintahan sementara.

Saya berharap dan berdoa, Al-Hafizh Moursi dapat kembali ke kursi Presiden. Menjawab tuduhan jiwa-jiwa kotor yang tak terbina adab Islam, bahwa Moursi adalah Presiden Muslim Minus Islam, Moursi adalah Presiden yang Hafal Al-Qur'an Tapi Tidak Hafizh, Moursi Hafal Al-Qur'an Kok Masih Meminta Mushaf, dan pernyataan-pernyataan yang tidak mencerminkan syariah itu sendiri.

Kenyataan, warga Palestina saat ini, sudah satu minggu lamanya tertahan di perbatasan. Tidak bisa keluar-masuk, akibat kudeta yang melengserkan Moursi. Namun suara yang dahulu nyaring mengkritisi Moursi yang menutup terowongan dan membuka perbatasan itu, kini tak terdengar mengkritisi Presiden Adli Mansour dan Letjend As-Sisi.

Majulah Ikhwan, harapan itu makin terbentang!

Penulis : Nandang Burhanuddin
Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah

No comments

Powered by Blogger.