Header Ads

Aksi Bela Islam

3 Tingkatan Puasa Asyura dalam Fiqih Sunnah

Fiqih Sunnah (foto forum.mn66.com)
Selain puasa Asyura tanggal 10 Muharram, dalam hadits juga disebutkan adanya puasa Tasu’a. Yakni di tahun terakhir usia Rasulullah, beliau mengazamkan untuk juga puasa pada tanggal 9 Muharram. Namun, belum sampai tiba Muharram, beliau telah wafat.

Selain tanggal 9 dan 10 Muharram, dalam praktiknya ada pula ulama yang memfatwakan menambah puasa tanggal 11 Muharram. Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah membuat satu bahasan tersendiri berjudul Puasa Asyura dan Sehari Sebelum dan Sesudahnya. Setelah mengemukakan tujuh hadits, beliau kemudian menjelaskan 3 tingkatan puasa Asyura.

“Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura ada tiga tingkatan. Pertama, berpuasa selama tiga hari, yaitu hari kesembilan, kesepuluh dan kesebelas. Kedua, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. Dan ketiga, berpuasa hanya pada hari kesepuluh” kata Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah tanpa menyebutkan dalil puasa pada hari kesebelas Muharram. [bersamadakwah]

3 comments:

  1. menghidupkan sunnah rasul bukti cinta kita kepadanya.

    ReplyDelete
  2. Question!!
    jika pda saat jtuh sudah tanggal 9 Muharram, pdhal sudah berkeinginan berpuasa sebelumnya di tanggal itu. karena lupa. apa boleh kita berniat puasa pada tgl 9 nya dan tidak melakukan sahur??

    ReplyDelete
  3. @Ahmad Alif Muharram: Sahur adalah sunnah, bukan rukun puasa, sehingga tanpa sahur puasa tetap sah. Sedangkan tentang niat, untuk puasa sunnah diperbolehkan niatnya pada pagi hari, dengan syarat belum mengkonsumsi apa pun. Wallahu a'lam bish shawab.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.