Mengapa Selain Puasa Asyura ada Puasa 9 dan 11 Muharram? Ini Hikmahnya Menurut Mazhab Syafi’i

Imam Syafi'i - ilustrasi
Selain puasa Asyura tanggal 10 Muharram, dalam hadits juga disebutkan adanya puasa Tasu’a. Yakni di tahun terakhir usia Rasulullah, beliau mengazamkan untuk juga puasa pada tanggal 9 Muharram. Namun, belum sampai tiba Muharram, beliau telah wafat.

Selain tanggal 9 dan 10 Muharram, dalam praktiknya ada pula ulama yang memfatwakan menambah puasa tanggal 11 Muharram. Mengapa demikian? Berikut hikmahnya seperti ditulis Syaikh DR. Mushthafa Al Bugha, Syaikh DR. Mushthafa Al Khann, dan Syaikh Ali al Syurbaji dalam Fikih Manhaji: Kitab Fiqih Lengkap Imam Asy Syafi’i:

“Adapun hikmah mengapa disunnakan berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 adalah demi menjaga kehati-hatian, sebab adakalanya terjadi kekeliruan saat menentukan awal bulan. Selain itu, puasa pada hari ke-9 juga sebagai pembeda antara umat Islam dengan orang Yahudi, sebab orang Yahudi biasa berpuasa pada hari ke-10. Oleh karena itu, disunnahkan berpuasa pada dua hari. Dan jika seseorang luput mengerjakan puasa pada hari ke-9, maka dianjurkan baginya untuk berpuasa pada hari ke-11 demi menjaga perbedaan dengan orang Yahudi.” [bersamadakwah]

Powered by Blogger.