Header Ads

Aksi Bela Islam

3 Alasan Mengapa Muslim Tak Boleh Memakai Kostum Sinterklas dan Atribut Natal

Kostum Sinterklas di sebuah Mall (foto ROL)
Menjelang Natal 2013, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk menghindari penggunaan aksesori yang berkaitan dengan Natal dan atributnya. Ormas-ormas Islam juga meminta perusahaan tidak memaksa karyawan Muslim memakai atribut natal, termasuk kostum sinterklas.

Mengapa umat Islam tidak boleh memakai kostum sinterklas dan atribut natal? Berikut ini 3 alasannya.

1. Simbol Aqidah
Meski Sinterklas sendiri mengundang perdebatan di kalangan Kristiani mengenai asal-usulnya, kostum Siterklas telah diidentikkan dengan Natal. Natal sendiri diyakini kalangan Kristiani sebagai hari kelahiran Yesus yang kemudian menjadi juru selamat dan tuhan bagi mereka.

Menggunakan kostum sinterklas dan atribut natal yang merupakan simbol aqidah dikhawatirkan dapat menjadi semacam pengakuan terhadap keyakinan mereka.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran : 64)

Inilah sikap umat Islam terhadap kalangan ahlul kitab, termasuk Nasrani, yang diperintahkan Al Qur'an. Hendaklah mendakwahi mereka dengan cara sebaik-baiknya agar kembali kepada tauhid, yang sebenarnya adalah ajaran nabi Isa juga. Namun jika mereka tetap dalam ajaran trinitasnya, maka seorang Muslim harus teguh dengan keislamannya dan bangga dengan identitas Islamnya. Tidak justru ikut-ikutan memberikan pengakuan terhadap aqidah mereka. Tidak justru terperosok dalam simbol-simbol agama mereka atas nama toleransi dan saling menghormati.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku" (QS. Al Kafirun : 6)

2. Tasyabuh (Menyerupai) Nasrani
Kostum Sinterklas dan atribut natal merupakan ciri khas orang-orang Kristiani dalam hal perayaan hari besar agama mereka. Rasulullah melarang umat Islam menyerupai mereka, khususnya dalam hal-hal yang bersifat 'ibadah' seperti ini.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لاَ تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَلاَ بِالنَّصَارَى
“Bukan dari golongan kami orang yang menyerupai selain kami, janganlah kalian menyerupai yahudi dan nasrani” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia menjadi bagian mereka”. (HR. Abu Dawud)

3. Menjadi Pintu Ketergelinciran

Ikut-ikutan memakai kostum Sinterklas dan atribut natal juga bisa menjadi pintu bagi ketergelinciran atau penyimpangan yang lebih besar. Dari semula hanya sekedar memakai kemudian merasa senang atau bangga, lalu terbawa pada propaganda ajaran agamanya yang lain.

Rasulullah mengingatkan umatnya mengenai tahapan ketergelinciran seperti ini dalam haditsnya:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Kalian pasti akan mengikuti langkah-langkah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak, kalian pun pasti akan memasukinya.” Maka kami (sahabat) bertanya: “Apakah yang dimaksud adalah Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Bukhari)

Nah, semoga dengan 3 penjelasan ini kita memahami mengapa umat Islam tidak boleh memakai kostum sinterklas dan atribut natal. Dan semoga Allah mengokohkan iman kita, istiqamah di atas agamaNya. Wallahu a'lam bish shawab. [Abu Nida]

26 comments:

  1. Bodoh yg menulis artikel ini..

    Buka link ini, semoga mata rohani baik kristen maupun islam sekalian lebih terbuka.
    CERAMAH KH NURIL ARIFIN di GEREJA
    https://www.facebook.com/photo.php?v=609704355733878

    ReplyDelete
  2. Jangan sok suci..dan menganggap agamaku lah yg benar,kedepankanlah rasa toleransi antar umat beragama mengucapkan selamt natal bukan berarti kita umat islam turut larut didalamnya atau ambil bagian dalam hari raya itu tapi sebagai manusia yg berakal dan bermoral itu tidak di haramkan,di nistakan atau nerakalah bagian orang yg memberi ucapan..bagaimana dengan sebaliknya mereka memberi ucapan ke pada kita...

    ReplyDelete
  3. Perdebatan diantara orang awam itu membahayakan, biarlah para ulama yang memutuskan, kalau kita ikuti pemimpin, insyaAllah kita sudah benar

    ReplyDelete
  4. Toleransi kan gak usah ngucapin boleh kan..? Masih banyak cara kok buat menunjukan toleransi. Membiarkan mereka merayakan hari raya nya buat, sesuai dengan agama dan keyakinan mereka buat saya udah menunjukan toleransi.

    ReplyDelete
  5. Assalamu'alaikum.

    salah satu sebab kenapa Islam 'dipandang' bodoh dan tidak jarang banyak orang2 muslim sendiri yang 'ilfil' dengan orang2 muslim yang sesungguhnya pintar dan berilmu.

    karena banyak orang Islam [maaf, salah satunya penulis artikel ini] menulis tanpa kehati2an dan toleransi. sebarkanlah ilmu pada tempatnya. sadarilah dengan menulis di sebuah blog, itu artinya semua orang bisa baca. orang Islam, Kristen, Hindu, Budha, dll pun bisa baca. yang artinya akan menyinggung agama lain.

    jika sudah menyadari itu, hendaknya bisa menulis dengan kalimat2 yang lebih hati2, lebih menjaga toleransi [toleransi bukan berarti ikut2an, tetapi dengan tidak menyinggung dan menjaga perasaan mereka itu sudah lebih dari cukup]. kalo belum bisa, berdakwahlah dari lingkup yang sempit dulu, itu lebih bermanfaat bukan?
    hai penulis, terfikirkah anda kalo tulisan yang tidak pada tempatnya/yang tidak ditulis dengan baik, justru beresiko menjadi bumerang buat umat Islam sendiri? simpelnya, orang muslim yang baru belajar justru lama2 menjadi 'ilfil' jika yang dibaca terus2an tulisan seperti ini.

    tulisan seperti ini hanya bisa diterima orang yang sudah benar2 mengerti dan menerima Islam secara utuh. jika penulis peduli terhadap sesama Islam, pedulilah kepada orang yang masih awam karena yang awamlah yang lebih membutuhkan. jadi hendaklah menulis dengan hati2 agar bisa diterima dengan baik.

    Assalamu'alaikum

    ReplyDelete
  6. APABILA MEMANG ISLAM BODOH, MENGAPA YANG MASUK ISLAM DI JEPANG DAN EROPA KEBANYAKAN KAUM INTELEKTUALNYA, JUSTRU ORANG ISLAM YANG BODOH DAN MISKIN GAMPANG SEKALI KELUAR DARI AGAMA ISLAM

    ReplyDelete
  7. Ngikut MUI aja deh, sami'na wa athokna....

    ReplyDelete
  8. Abi Hurairahra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek pembicaraan. Janganlah kamu saling mencari kejelekan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, dan janganlah saling dengki mendengki. Janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersatu dan bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara, yang di antara mereka dilarang saling menganiaya, saling menghina, dan saling naeremehkan. Taqwa adalah di sini (sambil Rasulullah memberi isyarah ke arah dada). Cukuplah seorang muslim dikatakan melakukan kejelekan apabila dia menghina sesama muslim. Seorang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.” (HR. Bukhari dan
    Muslim).

    ReplyDelete
  9. ustru dengan artikel ini menegaskan, bahwa Islam boleh bertoleransi lebih luas kecuali untuk masalah aqidah harus tegas. kata ustadz di TV2 juga kita(muslim) tdk diperbolehkan mnegucapkan selamat hari raya agama lain kecuali islam. isya Allah kalo orang non islam mengerti bahwa ini salah satu aturan dari agama islam, mereka tidak akan beranggapan bahwa muslim tidak ada toleransi. "bagimu agamamu dan bagiku agamaku."

    yag merasa masih awam, justru bersyukur karena sudah ada yang saling mengingatkan dalam kebaikan. kalo tidak terima dg nasehat penulis ya sudah..monggo cari ustadz yang menurut anda bisa diajak sharing mengenai hal ini.

    ReplyDelete
  10. @Abdullah
    "JUSTRU ORANG ISLAM YANG BODOH DAN MISKIN GAMPANG SEKALI KELUAR DARI AGAMA ISLAM"
    mereka keluar karena belum tau apa-apa, baru taraf belajar, tapi sudah disuguhkan tulisan-tulisan kayak gini dimana-mana...that's why.

    dan herannya, tulisan panjang seperti itu yang ditanggapi cuma pembukanya aja,..capede
    LOL.

    jaman sekarang banyak orang Islam di Indonesia ini, pinter, jenius, ilmunya kuat, tapi penyampaiannya yang ga pinter. dan sayangnya, banyak orang yang ga sadar akan hal ini. orang2 sadarnya kalo Islam itu memang keras, serem, dan kasar. mungkin itu yang dinamakan 'bumerang'.

    ReplyDelete
  11. Ustadz Felix Siauw01. walau masih berbeda aqidah dengan kedua orangtua | alhamdulillah saya dikaruniai kemudahan dalam keluarga02. di tahun 2002 saya menjadi Muslim setelah 18 tahun merayakan Natal | banyak yang berubah setelah saya memahami agama Islam03. proses berpikir yang mengantarkan saya pada Islam | agama logis yang bisa memuaskan akal, menenangkan hati, dan sesuai fitrah04. prinsip tauhid di dalam Islam itu sederhana dan mengena | prinsip satu Tuhan itu menenangkan dan menentramkan05. setelah menjadi seorang Muslim tentu banyak penyesuaian yang harus saya lakukan | aqidah Islam tentu menngubah banyak prinsip hidup06. salah satu prinsip yang terpenting adaah penjagaan terhadap aqidah | pengakuan bahwa Allah itu satu dan tiada yang menyamai-Nya07. saya memasuki Islam sekira bulan Oktober 2002 | maka ujian pertama ada di bulan Desember 2002 saat perayaan Natal keluarga08. sulit sekali pada waktu itu untuk menyampaikan pada orangtua saya sudah menjadi seorang Muslim | apalagi menjelaskan tentang Natal09. terbayang sudah selaksa bantahan dan omelan yang bakal diterima | apalagi menjelaskan bahwa saya tidak lagi ikut-ikutan Natalan10. hanya saja saya tahu persis apa itu Natal | bagi kaum Nasrani itu perayaan terbesar | yaitu kelahiran Yesus, Tuhan Juruselamat11. maka perayaan Natal itu bagi saya memiliki konsekuensi aqidah | yang takkan pernah saya sampaikan selamat padanya apalagi saya ikuti12. terbayang lagi respon yang saya terima nantinya? | dimarahi? diamuk? diusir? | bagaimanapun juga ini prinsip aqidah yang harus sampai13. benar saja, orangtua saya tentu tidak terima | dengan perdebatan alot 3 hari akhirnya ke-Islam-an saya bisa mendapat tempat14. saat itu ayah saya berucap | "papi tidak bisa melarang kamu Muslim, tapi papi juga tidak bisa menerima kamu Muslim"15. sementara isak tangis ibu saya menjadi latar diskusi alot kita sepanjang 3 hari | hati anak mana yang tak sedih melihat airmata ibunya?16. tapi sekali lagi ini adalah aqidah yang tidak bisa ditawar | saya menguatkan hati sambil mengingat perjuangan Saad bin Abi Waqqash17. saya hanya berharap pada Allah bila saya bertahan dengan aqidah ini | Allah memperkenankan suatu saat kelak ayah-ibu saya Muslim18. namun ada hal yang benar-benar sulit mereka terima |

    ReplyDelete
  12. | "mengapa juga tidak boleh hanya sekadar mengucap Natal atau ikut merayakan?"19. saya pahami cara pikir orangtua saya tentu tidak sama dengan apa yang saya pahami | menjelaskan prinsip aqidah bukan mudah20. bagi mereka "selamat Natal" itu cuma sekedar ucapan | bagi saya kata-kata "cuma" itu seringkali hasutan setan yang paling laris manis21. walau "cuma" ucapan selamat | saya tidak ingin mengingkari keyakinan utama | bahwa Allah itu satu dan tiada yang bersekutu dengan-Nya22. dengan berat hati dan kelu lidah karena beratnya amanah ini | saya mencoba menjelaskan pada kedua orangtua saya..23. "Islam itu sangat menghormati Yesus (Isa) | namun kami memuliakannya sebagai Nabi bukan sebagai Tuhan"24. "Isa Ibnu Maryam disebut lebih banyak dari Muhammad di dalam Al-Qur'an | namun kami tidak bisa menerima bahwa dia dianggap Tuhan"25. "sedang ibunya Maryam itu wanita terbaik di dunia tersebab kesuciannya | namun kami tidak bisa menganggapnya ibunda dari Tuhan"26. "sedang kelahiran dari Isa Ibnu Maryam tertulis mulia di dalam Al-Qur'an | dan keselamatan padanya selalu sepanjang masa"27. "dan salam dilimpahkan kepadaku, pada hari aku lahir, pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS 19:33)28. "kami menghormati Isa sebagaimana kami memuliakan ibunya | juga keluarga Imran, Daud, Musa, dan Ibrahim"29. "sulit kami merayakan atau mengucapkan yang dianggap sebagai hari lahir (natal) Tuhan Yesus (Isa) | tidak mampu kami menyelesihi Isa"30. sedang Isa bin Maryam berpesan | "sungguh aku ini hamba Allah, Dia memberiku AlKitab (Injil) dan Dia menjadikan aku Nabi" (QS 19:30)31. amanah sudah kami sampaikan bahwa kami tidak bisa ikuti perayaan Natal | tidak juga mengucap selamat pada satu hal yang batil32. kami mengakui dan memberi salam pada kelahiran Isa Ibnu Maryam Sang Nabi yang disucikan |

    ReplyDelete
  13. | bukan salam pada hari kelahiran Tuhan33. begitulah saya jelaskan dengan baik | dengan perkataan lembut lagi menghormati kedua orangtua sebagaimana perintah Allah34. alhamdulillah, sampai saat ini mereka memahami dengan baik | bahwa toleransi Muslim adalah membiarkan perayaan mereka35. alhamdulillah pula mereka melihat perubahan saya setelah menjadi Muslim | yang tentu lebih menghargai, menyayangi, menghormati orangtua36. tiada kebencian pada orang selain Islam | justru karena sayang kita ingin mengajak mereka menuju cahaya Islam | termasuk orangtua saya37. tidak pernah hubungan saya-ayah, saya-ibu lebih baik dari hari ini | bercanda bergurau, berkisah | tak pernah ada ini sebelum Muslim38. Islam mengajarkan saya menghormati dan memuliakan orangtua sepenuh jiwa | maka tak pernah ada cerita mereka protes tentang toleransi39. karena orangtua saya tahu persis hanya karena Islam saya bisa berkasih dengan mereka | Allah yang ajarkan saya menyayangi kedua orangtua40. alhamdulillah, Allah memudahkan saya menjaga aqidah saya | bukan terombang-ambing tak jelas atas alasan toleransi41. bila kita selalu baik pergaulannya setiap saat pada saudara kita non-Muslim | tidak mengucap Natal tak menjadi soalan dan masalah42. alhamdulillah Allah sudah menunjuki kita Islam | mudah-mudahan kita selalu menjaganya | wallahua'lamTentang Mengucapkan Selamat Hari Raya Agama Lain? | chirpstory.com/li/41673toleransi itu menghormati bukan mengikuti | "bagimu agamamu, bagiku agamaku" >> http://felixsiauw.com/home/toleransi-islam-untuk-25-desember/

    ReplyDelete
  14. nah ini kok malah ucapkan selamat natal? http://www.pkspiyungan.org/2013/12/selamat-merayakan-hari-raya-natal-2013.html?m=1

    ReplyDelete
  15. subhanallah...smg mrk yg mata hatinya tertutup mendapat hidayah dari Allah, islam begitu lembut menyampaikan dg kelembutannya

    ReplyDelete
  16. Jgn lebay dh pake kostum doank bkn brrarti mrk pndah agama kan.. Ckckck

    ReplyDelete
  17. Coba orang yang pake kostum sinterklas, apakah orang itu mau pake peci sama sarung waktu lebaran??? pikir dulu lu klo mau judge agama orang !!! kek agama lu bener aja, toleransi minor itu nol, coba mereka jadi mayoritas di indo dah kek di amerika, disono ajaran agama lu gak ada toleransi kepada islam !!!

    ReplyDelete
  18. diam itu lebih bijaksana, itu yang dikatakan Rasulullah SAW

    daripada buat ragu....

    ReplyDelete
  19. Pertama:
    Ulama adalah orang yang paham terhadap masalah agama karena mereka telah menguasai ilmu-ilmu yang digunakan untuk berfatwa. Kita yang belum banyak belajar ilmu agama alangkah baiknya diam dan mengikuti salah satu ulama yang kredibel. Jika masih ragu silakan langsung tanyakan kepada ulama sholeh yang banyak menjadi rujukan umat Islam.

    Kedua:
    Toleransi dalam beragama bukan dalam masalah keyakinan. setiap pemeluk agama pasti meyakini agamanyalah yang paling benar. Jika tidak merasa benar akan agamanya berarti dia tidak yakin akan agamanya dan berarti sama saja tidak beragama.

    Ketiga:
    keyakinan itu lebih baik tidak diperdebatkan, hanya membuang-buang waktu dan pikiran. Lebih baik setiap pemeluk agama mengamalkan ajarannya masing-masing dengan sekuat-kuatnya dan sebaik-baiknya. Dan umat Islam harus ingat bahwa setiap ibadah yang kita lakukan harus berdasarkan Ilmu, tidak hanya ikut-ikutan. Di sini akan terbukti siapa yang paling benar. Karena ajaran agama itu untuk dilaksanakan bukan untuk diperdebatkan.

    Wallahu A'lam bishawab.

    ReplyDelete
  20. Logika manusia memang tak pernah mampu menembus batasan agama..
    sebaliknya Islam mampu menembus segala2nnya tanpa batas...
    sudah.. sudah...
    kalau mmg itu aturannya ya turuti saja. ndak usah berlogika ndak penting....

    ReplyDelete
  21. "agamamu agamamu dan agamaku agamaku" itu terdpt dlm kt suci Al Qur'an. Toleransi tdk berarti kt harus mengikuti kebiasaan ataupun mengucapkan selamat utk hr raya agama lain. klu di agama kami ucapan selamat hari raya itu dapat merusak akhidah kenapa anda yg beragama selain islam begitu terusik klu kt tdk mengucapkan toh bukan berarti dg demikian kt toleransi. klu anda selain yg beragama islam saya minta mengucapkan dua kalimat syahadat apakah bersedia toh hanya sebuah ucapan???

    ReplyDelete
  22. Ndak usah diperdebatkan mari kita ikuti kata Alim Ulama.
    serta mari kita kembali membangun Generasi Qurani. Mari kita mulai dari keluarga masing-masing.

    ReplyDelete
  23. anonim-anonim... jangan memaksakan prinsipnya... prinsipmu hannya sekedar ucapan sedangakan prinsip kami ucapan adalah sebagian dari perbuatan yaitu lisan,,, dalam agama islam tauhid itu harus 100 % serempak dari hati lisan gerak tubuh,,, jangan bekerja sendiri - sendiri,, jadi jangan paksa lisan kami,, karena lisan kami bersumber dan sama dengan hati kami

    ReplyDelete
  24. YAA, Beginilah begonya orang-orang yg di forum ini, Maunya di adu domba....
    Sudah pada Tahu/Apalkan sejak Sekolah Dasar di Al-Quran ada kalimat "Bagimu Agamamu dan Bagiku Agamaku" Ayat ini merupakan jawaban/jalan tengah Semua Perselihan agar tidak terjadi Hina-menghina....(termasuk yg suka qunut atau gak qunut) Sungguh Islam Agama Sempurna, di Islam semua Ada Solusinya,....
    Gak Usah Bahas yg kagak penting kayak "Boleh/Gak Boleh Ucapin Selamat Natal" itu urusan masing2 pribadi. Malah jadi ke-enakan orang kristen......
    Harusnya Forum2 itu ngomongin/debat masalah kemajuan bukan kemunduran.... Coba Bahas Gimana Caranya Orang Awam dalam Islam bisa lebih tahu Islamnya dan Orang yang belum Islam agar menjadi Muslim.... atau gimana caranya orang islam miskin agar tidak murtad akibat kemiskinanannya.... gitu dong....

    ReplyDelete
  25. hei..anonim..anda dicurigai,,,mengaku2 sebagai seorang muslim... ente yang merusak tulisan ini..kalo anda mau berdebat silakan di forum terbuka....silakan bawa pakar2 anda yang mengerti kitab mu...ya...

    ReplyDelete
  26. jelas sudah masalh aqidah tidak bisa dicampur2. islam sdh sangat toleransi kepada agama lain dengan batasan2 sesuai agama Islam. jangan dibelok2kan.. Aqidah tegas.. tinggal umat islam mau mengikuti apa tidak..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.