Header Ads

Aksi Bela Islam

Kisah Nyata, Taubatnya Kader LDII

Taubat © LZ Studio
Perjalanan hidup seseorang adalah satu dari sekian banyaknya misteri dalam kehidupan di dunia ini. Mereka yang terlahir dalam Islam, belum tentu mati dalam keadaan muslim. Sementara itu, orang yang bergelimang dalam kubangan dosa, jika Allah Berkehendak, maka bisa jadi, orang tersebut bertaubat sebelum Izroil datang menjemput. Oleh karena itu, kita harus selalu berupaya untuk mencari kebenaran hakiki, hingga maut mengetuk pintu kehidupan kita.

Hal inilah, yang saya fahami dari perjalanan hidup seorang teman. Sebut saja namanya Fahri. Kini, usianya sudah menjelang 40 tahun, satu istri dan empat anak. Petualangannya mencari kebenaran, terbilang unik. Apalagi, pria berbadan ideal yang piawai dalam mengola kulit bundar ini, pernah lama tergabung dalam kader LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Sebuah lembaga yang pernah difatwakan sesat oleh Majlis Ulama’ Indonesia.

Dari kisahnya yang dituturkan tempo hari, akhirnya kita bisa menelisik lebih dalam tentang pola organisasi dan pengkaderan lembaga yang sudah berkali-kali menganti namanya ini, tanpa harus terjun di dalamnya.

“Ibu saya itu, anak terakhir dari tujuh bersaudara. Dari ketujuh bersaudara itu, Ibulah satu-satunya anggota keluarga yang bergabung dalam kader dan pengurus LDII,” ujarnya, mengawali kisah, seraya menerawang ke langit-langit bangunan tempat kami bercakap-cakap.

“Ibu memiliki tujuh anak juga, Mas. Semuanya dikader oleh beliau di LDII. Saya termasuk di dalamnya. Namun, lantaran satu dan banyak sebab, saya menjadi satu-satunya anak ibu yang keluar dari LDII, dengan terhormat,” lanjutnya, diiringi tawa ketika menyebut kata ‘terhormat’ pada akhir kalimatnya itu.

“Di LDII, saya masuk dalam jajaran petinggi, Mas. Tapi saya lebih suka bermain di balik layar. Jadi, hampir semua kader LDII di kota ini, insya Allah mengenal saya,” Fahri melanjutkan tuturnya, dengan bersemangat.

“Apalagi, saya tergabung dalam klub sepak bola binaan LDII. Jadi -selain memiliki kelompok-kelompok kajian untuk kader-kadernya- mereka juga mempunyai klub olahraga. Bahkan, dalam jajaran pengurus, mereka memiliki jabatan-jabatan sampai tingkat koordinator desa hingga ke RW.” Kisah lelaki berambut panjang ini, selalu menarik untuk dicermati, lantaran mata, dan anggota badannya turut berbicara.

“Di tingkat keluarga, hampir semua anak kader pasti ikut pembinaan di kajian itu. Yang dibahas, adalah al-Qur’an dan aneka jenis kitab hadits. Serta, sebuah kitab khusus yang ditulis oleh pendiri LDII yang kita sebut dengan Imam. Nah, dalam tingkat ketaatan dengan imam LDII ini, saya menemukan banyak cela hingga akhirnya saya menemukan banyak kejanggalan.” Ceritanya makin seru, semakin banyak data yang dia ungkap, dengan gamblang.
“Salah satu contoh, dalam kajian tersebut, mereka selalu menyebut kaum muslimin yang tidak ikut bai’at (janji setia) terhadap Imam LDII dengan sebutan kafir. Di sini, hati saya memberontak. Mereka dengan mudah mengkafirkan orang lain, padahal Nabi juga tidak berlaku demikian.” Diam-diam, dia yang hobi main musik ini, ternyata memiliki kedalaman pemahaman tentang Islam juga.

“Kan gak logis, tho Mas? Jadi semua yang gak dibai’at itu dianggap kafir. Meskipun saudara dan anggota keluarganya sendiri. Ketika itu, saya belum berani keluar, dengan banyak pertimbangan, dan saya harus memenangkan dialog di hati saya ini dulu, hehe,” ujar pria penyuka klub sepak bola asal Jerman itu.

Ia melanjutkan kisah, dengan semangat baja. Hingga akhirnya, dia mencintai seorang wanita yang bukan angota LDII. Dilema tentunya. Karena menikah dengan bukan anggota LDII, bermakna bahwa dia harus keluar dari organisasi itu atau mengajak pasangannya untuk bergabung.

Lantas, atas usul dari sang ibu, syarat yang harus dipenuhi adalah agar wanita calon istrinya itu, mengikuti kajian di LDII. Lantaran cinta yang tak kenal rintangan, dilakukanlah upaya itu. Fahri mengajak wanita tersebut untuk mengaji di LDII, sebelum mereka akhirnya menikah. Wanita calon istrinya ini merupakan anak kader Muhammadiyah. Dimana di dalam keluarganya, selalu mengedepankan keterbukaan, dan teliti dalam setiap pengamalan ajaran Islam yang dianutnya.

Karena Allah, menikahlah dua pasangan ini, “Alhamdulillah, akhirnya kami menikah. Misi awal saya, mengajak agar istri bergabung dalam gerbong LDII.”

“Tapi, perjalanan hidup memang tidak ada yang tahu, Mas. Apalagi, keraguan saya semakin menumpuk, dan saya sering diajak diskusi dengan mertua yang sangat faham tentang Islam. Sayangnya, sekarang ini, mertua saya sudah wafat.” Semangatnya mendadak meredup ketika menyebut kepergian mertua yang dia sayangi itu.

“Hal lain yang membuat saya ragu, bahwa di LDII, kalau shalat harus diimami oleh sesama orang LDII. Makanya, setiap Jum’at, mereka tak pernah shalat Jum’at berjama’ah di masjid kaum muslimin. Mereka selalu mengadakan sholat sendiri di masjid mereka. Meskipun tempatnya jauh, sementara di sampingnya ada masjid yang mengadakan shalat Jum’at berjama’ah juga.” Ia kembali membeberkan sebab-sebab yang melahirkan keraguannya terhadap lembaga yang dulu pernah bernama LEMKARI ini.

“Ketika itu, saya bertanya, ‘Berarti kalau kita ikut jama’ah haji, shalatnya gak sah dong? Kan imam di sana bukan orang LDII? Atau, kita harus sholat sendiri-sendiri dengan meninggalkan keutamaan shalat berjama’ah?’” pertanyaan ini, tak bisa dijawab oleh ustadznya di LDII kala itu.

“Alhamdulillahnya, atas izin Allah, setelah menimbang masak-masak dan hasil dari perenungan saya, akhirnya saya memilih untuk keluar. Istri juga saya ajak keluar, Mas.” Jadi, inilah satu diantara banyaknya keanehan dalam hidup ini. Ia yang awalnya mempunyai misi menjadikan istrinya sebagai kader LDII, selepas menikah, justru dialah yang kembali mengeluarkan istrinya dari organisasi berlambang pohon beringin dan timbangan itu. Unik, tapi begitulah kehidupan.

“Untungnya, saya ini bukan tipe pendakwah, mas. Jadi saya tidak menyebarkan cerita-cerita ini kepada khalayak secara umum. Sehingga, saya aman. Tidak pernah dimata-matai ataupun diteror. Sehingga, sampai sekarang pun, saya tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga dan sahabat-sahabat saya di LDII.” Pasalnya, banyak mantan kader LDII yang harus menghadapi perlakuan tak mengenakan lantaran ‘murtad’ dari organisasinya itu.

Ceritapun berakhir, di senja yang menyemburatkan semangat itu, “Doakan saya, Mas. Agar saya istiqomah dan selalu dalam lindungan Allah. Saya berharap, semoga keluarga saya segera mendapat hidayah dan kembali ke dalam ajaran Islam yang benar.”

Kami pun mengakhiri kisah dengan saling menjabat tangan, melempar senyum dan mengucap salam sambil berpamitan. Sungguh, dalam setiap jenak kehidupan, selalu ada kisah yang bisa menguatkan pijakan kita di jalan yang Allah ridhoi. Tentu, bagi siapa yang mau mengambil pelajaran dan tak lelah untuk terus memperbaiki diri. Semoga kisah ini, membuat kita semakin waspada, bahwa setan, tak kan pernah berhenti menggoda, hingga ajal menjemput kita.

Semoga kita istiqomah, hingga mati. Aamiin. []


Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com

46 comments:

  1. Asalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh, perkenalkan nama saya Yan, tadinya saya cuma iseng-iseng baca berita LDII.. nah ketemu dgn web ini, maunya sih nggak nanggapin apapun atau nulis apapun karena tidak akan merubah niat anda untuk tetap berprasangka seperti yg anda tulis ini. namun saya sangat tertarik dengan anda karena tulisannya agak lebih sopan dan santun terhadap LDII dari pada tulisan orang lain yg vulgar terhadap LDII, tulisan disini menggunakan pernyataan pihak ketiga atau pernyataan orang lain.
    contoh pernyataan yg vulgar tentang LDII,
    LDII penyembah Nurhasan
    LDII Kafir Khawarij
    LDII sekte sesat
    LDII kaum takfir
    LDII nggak mau ngaji ke selain guru LDII
    LDII suka mengepel lantai yg dimasukin orang lain
    LDII dst..dst...
    mungkin ini sedikit yg perlu sy sampaikan bahwa di LDII tidak ada yg namanya PETINGGI apalagi dibedakan statusnya secara strata, tidak ada kebanggaan duniawi di LDII apabila di beri tugas amalsholih, namun mungkin dia bisa bangga karena tugas untuk menjadi takmir di masjid itu pasti mendapat pahala dari ALLAH SWT. Bisa saja di mintai amal sholih untuk mengurusi kegiatan masjid tapi dia tidak mengerjakan atau nggak mau atau nggak sempat atau lain lain alasan, itu tidak ada sanksi apapun, dicarikan orang lain yang mau mengerjakan amalsholih itu. dan yg nggak mau ngerjain tidak ada sangsi apapun. kalaupun semua nggak mau mengerjakan biasanya takmir masjid membayari orang lain untuk mengerjakan itu. jadi tidak ada PETINGGI yg dimaksud.
    Pengurus di LDII itu memang mulai tingkat pusat DPP, DPW,DPD,PC sampai tingkat kelurahan PAC, mereka semua beramal sholih dalam menjalankan MISI organisasi LDII, (dasarnya surah Ali Imron ayat104)
    sekali lagi kalau nggak mau juga nggak masalah, dicarikan penggantinya yg mau saja.
    Organisasi LDII berjalan, berkembang dan membawa dampak manfaat yang barokah, bisa menjalin kerjasama antar ormas Islam mulai MUI, Muhammadiyah, NU, PERSIS juga bisa sejalan dgn program program pemerintah Kota/kabupaten misalnya penanggulangan masalah kemiskinan, penghijauan, parenting skill dll.
    banyak Mubaligh - mubaligh yg dibina LDII dikirim ke Mekkah dan MAdinah untuk belajar Agama Islam. nantinya akan disampaikan kajiannya ke warga LDII.
    Mubaligh mubaligh LDII juga mengadakan kerjasama dgn IAIN Surabaya dalam hal pembinaan dan dan metode pengajaran Agama Islam.
    Kerjasama dgn NU dalam hal Dakwah Redikalisasi. dll.
    jadi mungkin Mas atau Om atau Bapak belum mengetahui ini, oleh karena itu terjadi kebuntuan informasi sehingga memberikan penilaian yang menurut saya negatif, namun semua itu tidak masalah bagi kami, nggak ada masalah apapun bagi kami, dan Insya Allah tidak membawa dampak apapun bagi kami.
    Oh ya mas kalau saya sendiri memang lebih protect lagi terhadap keluarga dan anak2 saya, saya sama seperti ibunya temannya tadi, saya ajari tauhid sejak dini, membatasi pergaulan dgn temannya sejak dini, ngaji sejak dini sampai mati nggak pakai khatam, dan ilmu agama mereka untuk keselamatan dunia akhirat tidak untuk politik, itu saya terserah.

    ReplyDelete
  2. artikel ini sesuai dengan apa yang tetangga saya kerjakan dan lakukan. ada 2 keluarga di daerah yg mengikuti LDII ya gitu kalo sholat jum'at ga mau sholat di dekat masjid rumah pasti mereka brangkat ke masjid LDII walaupun jaraknya jauh banget dan bapaknya temen saya yang LDII itu ketika wafat ga mau disholatkan selain oleh jamaah LDII. astagfirullah semoga kita dilindungi dari paham semacam ini

    ReplyDelete
  3. Kebetulan saya juga punya teman yg boleh dikatakan gak pernah mau sholat jama`ah dimesjid bersama dgn kami ...dia pasti belakangan terus...dan sholat jum`atnya juga di mesjid yg khusus LDII punya...bayangkan mesjid yg ada itu cuma 50 metr dari tepat kerjaannya, tapi malah dia pergi ke mesjid LDII yg jarak hampir 5 km...pernah saya tanya kenapa gak sholat jama`ah disini aja, jawabnya saya kan gak tahu pak imam itu dapat ilmu nya darimana ...lalu saya bilang ilmu agama itu sumbernya ya Qur an dan Hadist...dia hanya diam seolah masih mau berdalih tapi saya lansung pergi aja malas ngelayan nya...

    ReplyDelete
  4. Diambil baik y aj.. jgn slg mnjlkkan.. drpda mnimbulkn permusuhn..

    ReplyDelete
  5. Saya bukan LDII ataupun kelompok islam manapun..saya muslim . " ISLAM " saja.tidak ada yang lain.Mohon soudaraku sesama muslim . 72 golongan islam yang masuk neraka ..dipelajari. ( golongan kawaziah ) silahkan ,,untuk lebih jelasnya

    https://www.youtube.com/watch?v=r9N0iuoiTL8&list=UUhfFZtq_-BM7CZKs_HD16Hw

    ReplyDelete
  6. LDII itu tidak memiliki Masjid, yang memiliki masjid adalah warga yg ngajinya dibina oleh LDII.
    LDII membina Dai - Dai nya dgn memberikan pelatihan dai bekerjasama dgn IAIN Surabaya,
    LDII juga mengirim Dai nya ke Universitas Ummul Quro dan tempat tempat lain di Mekah-Madinah sebagai tempat sumbernya Ilmu Quran Hadist dan ilmu yang didapat diberikan lagi ke santri - santri pondok pesantren dibawah binaan LDII.
    dalam proses pembelajaran adakalanya murid menerima ilmu itu persis seperti apa yg diberikan guru namun juga ada kalanya murid tersebut terlalu lemah atau terlalu ketat dalam menerapkanya sehingga terjadilah bias, akhirnya seperti temannya itu tadi tidak mau menjadi makmum dsb, padahal tidak seperti itu penyampaiannya.
    atau dalam kasus memandikan dan mengurus jenazah ( dlm tulisan diatas yg meninggal minta disholati orang LDII...hihihi... kalau saya langsung lari mas..hahaha), mungkin maksudnya yg mengurus jenazahnya kebanyakan orang LDII, disini sy hanya coba memberikan penilaian aja ya, karena orang yg ngaji di LDII sudah tahu pahala mengurus jenazah dan mensholati dan mengantarkan ke kubur, mereka seakan-akan bersemangat fastabiqul khoirot/ berlomba-lomba beramal sholih untuk mendapatkan pahala 2 qirot, disini seakan2 pengurusan jenazahnya ndak boleh orang lain padahal boleh..silahkan ikut mengurusi, mengafani, mensholati dsb..silahkan..insya Alllah nggak ada yg melarang.
    Oh ya dalam LDII itu tidak ada PETINGGI (maksudnya PETINGGI seperti sebutan untuk kerajaan), di LDII susunan kepengurusan mulai dari ketua umum, wakil, sekretaris dll, semua keputusan diambil berdasarkan Musyawaroh mengacu pada VISI, MISI dan AD/ART, (pembuatan visi,misi dan ad/art berdasarkan UUD45 dan Pancasila).
    Juga mengacu kepada aturan aturan MUI (Majelis Ulama Indonesia)
    dari pada saya capek nulis mending klik aja http://www.ldii.or.id atau http://www.ldiisurabaya.org dan saya juga tidak berhak mengatakan saya LDII karena ini bukan forum resmi LDII mengeluarkan penyataan, bisa saja orang - orang mengatakan dia petinggi LDII atau mantan pengurus LDII dll tapi tidak terbukti secara legalitas.
    LDII itu ormas besar dan modern bukan organisasi politik , untuk aspirasi politiknya warga LDII itu bertebaran disemua partai karena Undang-undang menjamin itu,
    Warga LDII ada di GOLKAR
    Warga LDII ada di PDIP
    Warga LDII ada di PAN
    Warga LDII ada di HANURA
    Warga LDII ada di PKS
    dsb
    oh ya satu lagi LDII tidak pernah mengeluarkan pernyataan KAFIR, atau SESAT kepada ormas keagamaan lain sebab itu selain dilarang dalam Islam dan diperkuat oleh Fatwa MUI. (namun warga LDII lah yg sering dicap sesat, kafir, penyembah Nurhasan, khawarij dll, bukankah ini sdh melanggar aturan islam atau melanggar fatwa MUI)
    Maaf ya ini bukan pernyataan resmi LDII, ini hanya diskusi aja.

    ReplyDelete
  7. tapi kenyataan berkata lain

    ReplyDelete
  8. bagi pembela LDII ya jelas LDII ga ada masalah dgn akidah, tapi faktanya dimasyarakat sangat nyata penyimpangannya.

    ReplyDelete
  9. Yg ngebelain LDII kok ga jelasin knp kalo sholatnya ga boleh berimam selain LDII?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kata siapa mas????? saya aja sholat di imamin sama orang lain ga apapa..bila perlu ayo mas yang imamin sholat saya ma'mumnya..gimana ???

      Delete
    2. Alhamdulillah tinggal selangkah lagi mas, segera bertaubat tinggalkan ldii secepatnya, kalau sampai berlarut larut anda akan terjerumus pada paham takfiri.. mudah mudahan Alloh memberikan hidayah pada kita semua amiiin..

      Delete
  10. Teman sekantor juga gk mau sholat berjama'ah dimesjid, dan memilih tidak sholat jum'at....

    ReplyDelete
  11. Kalau warga LDII ga boleh sholat di mesjid LDII trus nanti mesjid LDII kosong dong?.....orang masih sholat kok di masalahkan, lebih baik ente semua dakwah sama yang ga pernah sholat biar sholat.....hadeeeehhh taaapeee deeeehhh

    ReplyDelete
  12. Tak akan tersesat seseorang yang berpegang teguh pada Kitabulloh dan As Sunnah,...maka untuk melindungi ajaran yang benar nabi melarang BERPENDAPAT dalam agama, semuanya WAJIB berdasarkan APA yang NABI LAKUKAN/AJARKAN...


    (al‑Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al-­Kalbi menceritakan kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awanah menceritakan kepada kami dari `Abd al‑A`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati‑hati dalam memegangi) hadis‑hadis dariku kecuali yang benar‑benar telah aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari API NERAKA, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al‑Qur’an dengan ra’yu‑nya (PENDAPAT/AKAL) maka hendaklah ia menempati TEMPAT DUDUKnya dari API NERAKA

    ReplyDelete
  13. … sesungguhnya Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Barangsiapa beramal yang tidak ada atas amalan itu perkaraku maka amalan itu ditolak”.(Hadist Shohih Muslim No. 18 – (1718) Kitabul Iman)

    Dari Jaman Nabi sampai Khalifah Ustmani selalu ada Bai'at.....Bahkan Nabi bilang sendiri
    “Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, mereka semua masuk di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan (yang tidak masuk neraka). Mereka (sahabat) berkata: “Dan siapakah yang satu golongan itu, ya Rosulalloh? Rosululloh, bersabda: “yaitu (golongan) yang mengerjakan apa yang saya kerjakan dan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabat saya”. (HR. Tirmidzi, No. Hadits: 2565).

    Yang bersama nabi adalah yang mengikuti apa yang dikerjakan oleh Nabi dan para Shohabatnya....

    ReplyDelete
  14. Nabi suruh kita cari Islam dengan wadah Al Jamaah dengan IMAM mereka...
    “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

    Cari lah Al Jamaah yang melakukan Baiat pertama kali.....
    “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

    Cari lah Imam Al Jamaah yang memimpin dengan KItabulloh (Bukan UUD45)
    “Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang "BUDAK HABSYI" yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

    Karena kalau tidak Baiat maka ....
    “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

    Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

    “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

    Nabi pun meng iyakan pentingnya Baiat....
    Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu Nurhasan ubaidah kembali ke indonesia sudah adakah Islam yang berbentuk jamaah yang mempunyai imam sebagai pemimpinnya? Kalau sudah ada kenapa nurhasan tidak bergabung/masuk jamaah dan membae'atnya? Dan jika waktu itu tidak ada jama'ah kaum muslimin dengan imam mereka, kenapa nurhasan tidak UZLAH? kok malah membuat jama'ah sendiri berarti batil dong LDII?

      Delete
  15. Ya tapi dengan membatasi hanya pada satu imam dan membenarkan apa2 yg ada padanya juga ga bijaksana kayanya mas. lagipula kita ini kan semua saudara islam, Al-Quran dan Hadist jadi pegangan kita..Kalau membicarakn pemimpin saya sebagai orang awam menyadari tidak adanya pemimpin sekarang, berbeda dengan masa khilafah..pemimpin dari seluruh umat muslim dunia, yg berada di bawah satu kepemimpinan dengan sistem islam. nikmat loh sholat beribadah di masjid bersama jamaah lain..mejaga keluarga kita dalam naungan Islam tanpa membatasi harus dengan lingkungan itu2 saja. coba bergabung di kelompok lain agar bisa berdiskusi..asal jgn diskusi kelompok sekuler,liberal dan syiah, munafik dll yg ada ntar kita emosi nanggepinnya.

    ReplyDelete
  16. saudaraku Alquran dan Hadist nabi itu seratus persen benar, karena datangnya dari Alloh. tapi untuk memahaminya dan mengamalkannya butuh pertolongan dan bimbingan dari Alloh sang pembuat ketetapan itu. klo manusia itu memahami tanpa Rahmat dan petunjuk dr Alloh maka dia akan memahami dengan selerah nafsunya dan tersesatlah dia. tapi klo memahami dengan Rohmat dan petunjuk Alloh maka luruslah jalannya. jadi hanya orang2 yg merasa dirinya nista, bodoh, tak berdaya, banyak dosa dihadapan Alloh lah yg slalu mendapat Rohmat dan petunjuknya, karena orang2 seperti itu slalu bersandar dan minta pertolongan kepada Alloh dari ketidak berdayaannya. selanjutnya bagi orang2 yg merasa paling pintar, paling benar, paling suci,paling ahli syurga justru akan semakin jauh dari Alloh. untuk yg awam dlm masalah agama ga usah bingung tetap laksanakan kwajiban ibadah dan slalu berdoa minta pertolongan kepada Alloh. Insya Alloh, Alloh akan membimbing anda kejalan yg benar. yg penting anda jangan suka mencelah kepada manusia terutama sesama muslim tentang perbedaan2 dlm ajaran agama. karena Akhir yg baik dan yg buruk mutlak ada pada ketentuan Alloh.

    ReplyDelete
  17. Di LDII yg di kaji cuma Al Quran dan Hadist kok.Murni 100% di jamin benernya Allah dan Rosulnya yg garansi. Sekarang lagi ramai ramai menghatmkan hadist ibnu majah jilid 3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan pemahaman siapa mas tolong jelaskan di Al Qur'an dan Hadist mana yang menghalalkan RIBA' (kasus mariyoso dengan investasi bodong yang memberikan bunga 5% per bulan) dan ini atas ijtihad sang Imam, semoga Alloh menunjuki anda dan kita semua amiin

      Delete
  18. Beruntunglah ana di LDII bisa mengkaji Hadis Kutubusittah dengan mudah....

    ReplyDelete
  19. mohon dibedakan LDII dan Jamaah 354. walaupun sama persis orangnya tapi beda.
    LDII :
    1. tak punya imam
    2. tdk bai'at
    3. tdk bayar persenan
    4. merupakan tameng 354
    5. berfungsi mengecoh MUI yg jelas LDII tak punya imam tapi anggotanya punya imam
    6. pimpinan LDII selalu tunduk dan patuh pada imamnya P AZIZ
    7 mau sholat di imami orang lain
    8 sistem organisasi pusat, Daerah, Cabang, Anak Cabang
    sudah tahu??????? sekarang
    Jamaah 354 :
    1. punya imam
    2. bai'at
    3. bayar persenan
    4. membiayai LDII+SENKOM+ASAD
    5. tdk mau sholat diimami orang luar 354
    6. sistem organisasinya Imam pusat, Imam Daerah, Imam, Desa, Imam kelompok.
    beda to ?
    sekarang mau bahas yang mana?
    kerena mreka tak mau mengakui keimamam...... yg diakui ya LDII
    mereka itu sama LDII=354=senkom=Asad cuma kalau bicara sedang jadi apa mereka?
    kalau sedang 354 mrk tekun beribadah, mengkafirkan orang, dllllllllll............?
    kalau sedang LDII mereka menjilati pantat MUI, pejabat, supaya aman??????
    kalau jadi senkom gagah berani menjadi babu/budak polisi, menggunakan jabatan senkom unt ...... (ada rasia Anggota aSEnkom bebas tanpa di cegat walau tdk punya surat +SIM+MELANGGAR) SAYA LIHAT SENDIRI........

    ReplyDelete
  20. TAK KASIH TAHU BEDANYA LDII DAN JAMAAH354
    LDII :
    1. tdk punya imam, punya org pimpinan pusat Abdullah Syam
    2. tdk baiat.
    3 sistem org : pusat, DPD I, DPD II, Cabang, anak cabang.
    4. fungsi menjilat pejabat seluruhnya spy baik thd LDII melindungi jamah 354
    5 dana dibiayai dari jamaah 354
    jamaah 354 :
    1. punya imam (AZIZ)
    2. baiat
    3. bayar persenan
    4. membiayai LDII, SENKOM,ASAD,
    5. mengkafirkan duluar anggotanya. mungkin gurunya paku bumi syeik Yahya juga dianggap kafir krn tdk bait pada nurhasan dan aziz (Astaghfirulloh)

    MEREKA ITU SAMA LDII=jAMAAH354=SENCOM=ASAD
    MRK PANDAI PADA SAAT BICARA JADI YANG MANA!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  21. BOHONG KALAU MURNI????
    MANGQULAN ANTAR MUBALIGH AJA BEDA-BEDA BAHKAN BERTENTANGAN KOCK??
    SY PERNAH TANYAKAN HAL TENTANG PERBEDAAN MANGQUL TSB TETAPI MALANG DIANGGAP RESOLUSI????
    KALAU MURNI JAMAAH354 BUAT CETAKAN ALQURAN DAN HADIST LENGKAP DGN ARTI , KETERANGAN MANGQULAN, SERTA ASBABUL NUZUL, YG DILEGALISASI DENGAN BERTANGGUNG JAWAB MENERBITKANNYA. WANI OPO ORA
    SPY MANGKULANNYA TDK BERUBAH-UBAH.
    SAYA MANGQUL 3X DGN 3 MUALIGH 33NYA BEDAA????

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhhmm,,, mas...imam sayfii aja dengan imam malik itu berbeda..makanya ada nya perpecahan mahzab..mreka itu orang ahli hadist semua,,jangan di samakan dengan mubaligh ,, mubaligh itu hanya orang yang menyampaikan saja..baligu anni walau ayah... Think smart dong...

      Delete
    2. Nah....itu tahu tapi kenapa kaum muslimin gak sama dan gak ikut ldii dianggap salah, gak sah ilmunya, gak sah amalannya, bahkan dianggap kafir masuk neraka?

      Delete
  22. ISLAM itu punya Rasul dan Alloh atau punya para Kyiai?.......kalau punya Alloh dan Rosul maka kalau mau berhujjah, mengatakan sesat/ salah suatu amalan ya mohon pakai dalil yang memang dari Kitabulloh atau dari perkataan nabi......kalau mau pakai PENDAPAT SENDIRI ya, emangnya SURGA punya EMBAH atau ENGKONG ente?....

    ReplyDelete
  23. mohon untuk BWI, beri bukti konkritnya, jangan pakai PENDAPAT/CERITA ORANG/ CERITA KHAYALAN/ IMAJINASI/ HASIL KARANGAN

    ReplyDelete
  24. kok geger sesama islam tho,...... ingat diluar sana (luar agama islam ) sorak sorak , dan amat peduli sesama manusia , jangan sampai kita kecolongan......., banyak orang islam yang tidak sholat , miskin , dan ada di mana2 , apakah pernah kita perhatikan ? ... yang udah sholat pada berantem sendiri....tahu2 orang sudah ngaku islam namun tidak ada perhatian dari kita ........udah diambil orang... (keyakinanya).... prihatin....

    ReplyDelete
  25. percari kebenaran7 May 2014 at 22:15

    Tlg perjelasan pake logika biar kita yg g paham jadi paham ato mengerti
    Knp begini n kenapa begitu
    Khusus pertanyaan di atas td
    Thx
    Wassalam

    ReplyDelete
  26. Ibu saya terlahir non muslim, setelah mengaji di ldii pada umur 40 an bru bsa membaca alquran dan mengenal hadist. Dan saya menikah dengan mualaf, berguru dengan mubaligh yg ikhlas mengajari kapan kami pny waktu untuk di beri materi alquran dan hadist.

    ReplyDelete
  27. Hahaha bagi yang kgk suka ldii, kita generus ldii kgk terpengaruh kita malah senang di jlek" kan, janji allah hak brang yang hak pasti di rintangi, smakin besar cobaan smkin besar pertolongan, ldii selalu hidup, bahkan di 40 negara,,, tpi di Indonesia h kebanyakan bodoh,,, islam sesama islam saling tusuk, yahudi cukup mnunggu ke hancuran islam tampa harus cuci tangan

    ReplyDelete
  28. Ldii tetap berkembang pesat smkin besar cobaan dn fitnah smkin besar pula pertolongan dri allah, patah satu tumbuh seribu itu bener,,,, lo kluar dri ldii 1 hilang tumbuh 10000,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaum Nasoro juga begitu mas berkembang pesat bahkan jamaahnya melebihi seluruh umat muslim di dunia ini, APAKAH BERARTI KAUM NASRANI DIATAS KEBENARAN??

      Delete
  29. http://www.lppimakassar.com/2012/08/ketika-kami-harus-meninggalkan-ldii.html

    ReplyDelete
  30. KETAHUILAH, SEMUA YANG MENJELEKKAN LDII MENGGUNAKAN PENDAPAT/AKAL/ LOGIKA tanpa mengacu ke NABI

    Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong tujukkan dalilnya infak wajib 10%?
      tolong tujukkan dalilnya yang menyuruh membuat jamaah sendiri-sendiri?
      kalau anda tidak bisa menunjukkan berarti itu amalan baru, setiap amalan yang baru(ibadah) adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat itu Nabi yang mengatakan dan disampaikan setiap khotbah jum'at.

      Delete
  31. Hati2 saudaraku, perpecahan Islam menjadi 73 golongan dan hanya satu yang masuk syurga tidak pernah disebutkan dari golongan manapun baik itu LDII, muhammadiyah, NU maupun yang lainnya. sebaiknya golongan/kelompok itu kita jadikan wadah untuk dapat menimba ilmu, jangan kita jadikan sebagai sesuatu yang kita bangga2kan semata.
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya. Dia tidak akan menzaliminya, dan tidak pula membiarkannya jatuh dalam kebinasaan…” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Namun, demikianlah kebanyakan manusia, kecondongannya untuk saling berbangga diri dan menonjolkan kelompok dan golongannya pun amat kuat. Tak heran bila Allah Taála menegur mereka dengan firman-Nya :

    وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿٣١﴾ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

    “Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Rum: 31-32)

    ReplyDelete
  32. Di antara sebab menonjol terjadinya perpecahan dan saling berbangga diri dalam kehidupan bermasyarakat adalah fanatisme golongan. Yaitu sikap fanatik terhadap suatu golongan dengan mengajak orang lain agar membela golongannya dan bergabung bersamanya dalam rangka memusuhi lawannya baik dalam kondisi terzalimi atau menzalimi. (Lihat Lisanul ‘Arab)

    Dalam bahasa Arab, fanatisme golongan disebut dengan العَصَبِيَّةُ (‘ashabiyah) dan التَّعَصُّبُ (ta’ashshub).

    Dari sini kita fahami bahwa fanatisme adalah sikap memposisikan diri pada sebuah golongan, membelanya secara membabi-buta tanpa memperhatikan nilai-nilai kebenaran yang ada, dan mengajak orang lain agar bergabung bersamanya.

    Dalam topik kehidupan bermasyarakat, fanatisme tidak hanya terbatas pada golongan saja. Terkadang fanatisme juga terjadi terhadap mazhab, tokoh, kabilah/suku, ataupun yang lainnya.

    ReplyDelete
  33. Bagaimanakah sikap Islam terhadap fanatisme itu?

    Sikap fanatik terhadap golongan, mazhab, tokoh, kabilah/suku, ataupun yang lainnya itu merupakan penyakit yang berbahaya. Sungguh penyakit ini telah menimpa umat terdahulu, bahkan umat Islam yang kita berada padanya hingga memecah belah persatuan mereka.

    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Umat Yahudi terpecah belah menjadi 71 golongan, umat Nashrani terpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: (golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku berada.” (HR. at Tirmidzi)

    Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullaah berkata, “Sesungguhnya sikap fanatik adalah penyakit kronis yang telah membinasakan umat terdahulu dan sekarang. Penyakit inilah yang pertama kali terjadi dalam sejarah makhluk-makhluk yang Allah ciptakan, yaitu saat menimpa iblis terlaknat. Dengan sebab itulah ia menjadi makhluk pertama yang bermaksiat kepada Allah. Kefanatikannya terhadap bahan asal penciptaannya (yakni, api) menyebabkannya kufur dan menolak perintah untuk sujud penghormatan kepada Nabi Adam ‘alaihis salaam.

    ReplyDelete
  34. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur`an:

    خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

    “Engkau (Allah) menciptakan aku dari api sementara Engkau menciptakan dia (Adam) dari tanah liat.” (Al-A’raf: 12)

    (Lihat at-Ta’ashshub adz-Dzamim wa Atsaruhu hlm. 20)


    Mengapa Fanatisme itu Terjadi?

    Muncul satu pertanyaan, bukankah fanatisme itu merupakan penyakit yang berbahaya bagi suatu umat, lalu mengapa sampai menimpa mereka?

    Ketahuilah bahwa terserangnya suatu umat oleh penyakit ini karena tingginya rasa ego pada diri mereka dengan merasa lebih dari selain mereka. Baik yang sifatnya sangat pribadi, seperti yang terjadi pada iblis, atau pun yang berkaitan dengan pihak lain seperti nenek moyang, mazhab, tokoh dll. Sehingga menjadilah ia sebagai penghalang bagi mereka untuk menerima kebenaran dari pihak lain.

    ReplyDelete
  35. Kasus-kasus fanatisme di tengah masyarakat tentunya beragam. Akan tetapi yang paling banyak terjadi di setiap umat dari masa ke masa adalah fanatik terhadap nenek moyang/pendahulu dan ajaran mereka. Tanpa peduli apakah pendahulu mereka di atas Al-Haq (kebenaran) atau tidak. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur`an saat mereka menolak dakwah para rasul. Di antaranya adalah firman Allah :

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ ﴿٢٣﴾ فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَوْمِهِ مَا هَـٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَائِكَةً مَّا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

    “Dan sungguh telah Kami utus Nuh kepada kaumnya dan ia berkata, ‘Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah tidak ada bagi kalian sesembahan selain Dia, tidakkah kalian bertakwa? Maka sebagian orang-orang kafir dari kaumnya menjawab, ‘Tidaklah ia (Nuh) kecuali manusia biasa seperti kalian, seandainya Allah kehendaki pasti Dia akan mengutus malaikat, kami belum pernah mendengar ajakan (dakwah) seperti ini pada nenek moyang kami dahulu.” (Al Mu'minuun :23-24)

    Demikian pula yang terjadi pada dua tokoh kafir Quraisy Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah, dengan alasan yang sama mereka menolak dakwah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan mengajak Abu Thalib paman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam di akhir-akhir kehidupannya kepada ajaran nenek moyang tersebut.

    Tatkala Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Thalib di akhir-akhir kehidupannya itu, “Wahai pamanku, ucapkanlah Laa ilaaha illallah sebuah kalimat yang aku akan membela engkau dengannya di hadapan Allah!” Maka Abu Jahl segera menimpali, “Wahai Abu Thalib, apakah engkau membenci agama ‘Abdul Muththalib (ayah Abu Thalib)?” Setiap kali Rasulullah mengulangi ucapannya maka ditimpali oleh Abu Jahl dengan perkataan yang sama, “Apakah engkau membenci agama ‘Abdul Muththalib?” Akhirnya Abu Thalib meninggal dunia dalam keadaan kafir karena terpedaya ucapan Abu Jahl untuk tetap berpegang dengan agama kekafiran yang dianut oleh nenek moyangnya. (Lihat kisah ini dalam Shahih Muslim, Kitabul Iman)


    ReplyDelete
  36. Apakah Boleh Fanatik terhadap Salah Satu dari Empat Mazhab yang Ada?

    Merupakan sesuatu yang maklum dalam kehidupan beragama, bolehnya mengikuti mazhab imam yang empat yang tersebar di kalangan umat Islam; hanafi, maliki, syafi’i dan hanbali, dengan memahami dalil-dalilnya dan tidak mempertahankan pendapat mazhabnya saat bertentangan dengan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

    Adapun sikap fanatik terhadap salah satu dari empat mazhab tersebut, dan meyakini salahnya mazhab selainnya, serta tidak mengindahkan kebenaran yang ada, merupakan sebab rusaknya persatuan umat. Terlebih jika fanatik dan taklid tersebut dilandasi ketidakpahaman terhadap mazhab yang dianut.

    ReplyDelete
  37. Para imam mazhab pun tidak menganjurkan atau bahkan melarang umat Islam bersikap fanatik dan taklid kepada mereka. Sebagaimana pernyataan mereka berikut ini:

    1. Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata, “Haram bagi siapa saja yang tidak mengetahui dalil mazhabku/pendapatku untuk berfatwa dengan ucapanku. Karena kami manusia biasa, berpendapat dengan sebuah pendapat di hari ini, dan terkadang berpendapat yang lain darinya esok hari.”

    2. Al-Imam Malik rahimahullah berkata, “Sesungguhnya saya hanyalah manusia biasa, bisa salah dan bisa benar. Maka lihatlah pendapatku jika sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah maka ambillah (pendapatku tersebut). Namun jika menyelisihi Al-Qur`an dan As-Sunnah maka tinggalkanlah pendapatku.”

    3. Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Jika kalian mendapati dalam kitabku sesuatu yang menyelisihi sunnah Rasulullah maka berpeganglah dengan sunnah Rasulullah dan tinggalkanlah ucapanku.”

    4. Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, “Janganlah kalian taklid kepadaku, kepada Malik, kepada asy-Syafi’i, atau al-Auza’i. Ambillah (pendapat) dari mana mereka mengambil.”

    ReplyDelete
  38. Dari sini menjadi jelaslah bagi kita bahwa sikap fanatik dan taklid buta terhadap para imam mazhab yang ada tidak diperbolehkan bagi siapapun. Bahkan, fanatik dan taklid buta terhadap para imam mazhab dapat menimbulkan mafsadah (efek negatif) dalam kehidupan beragama. Di antaranya adalah sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah:

    1. Fanatik terhadap mazhab menjadi sebab ditolaknya nash-nash dari Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih ketika tidak sesuai dengan mazhab yang ia pegangi.

    2. Memperbanyak munculnya hadits-hadits lemah bahkan palsu dalam rangka membela mazhab.

    3. Membatasi diri dengan salah satu mazhab tanpa melihat mazhab yang lain apalagi mengambil pelajaran ilmiah darinya.

    4. Tersebarnya sikap taklid dan jumud serta menutup rapat-rapat pintu ijtihad.

    Oleh karena itu, wajib bagi kita semua umat Islam untuk meninggalkan sikap fanatik dan taklid buta. Kemudian berupaya berpegang-teguh dengan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta bimbingan para sahabatnya yang mulia. Semoga dengan itu kita diselamatkan dari penyakit fanatisme yang dapat mengantarkan kepada perpecahan umat.

    Amin.

    Wallahu a’lamu bish shawab.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.