Header Ads

Aksi Bela Islam

[Dari Monas] Kami Cuma Bawa Sajadah, Tasbih, dan Al-Qur'an

Monumen Nasional, Jum'at (2/12/16)


Suasana haru menyergap kami, seketika, tatkala kaki memasuki kompleks Masjid Istiqlal Jakarta. Ribuan kaum Muslimin sudah berkumpul di depan, teras, hingga lantai utama masjid terbesar di Asia Tenggara itu. Tatkala hari hendak berganti hingga dini hari, kaum Muslimin masih berdatangan. Tidak terbendung. Sukar dihitung berapa jumlah pastinya.

Subuh terasa amat syahdu. Imam membaca surat As-Sajdah dan surat Al-Insan. Ada isak tangis yang tak kuasa disembunyikan. Betapa kami, kaum Muslimin yang berbondong-bondong bak Ababil yang hancurkan Abrahah dan gajah-gajahnya, hanyalah manusia biasa. Kami datang bukan untuk unjuk kuasa, kami ke sini hendak meraup berkah Allah Ta'ala, tatkala ada jutaan manusia berkumpul dalam satu tujuan; Allah Ta'ala.

Tunai salam dua kali, kami beranjak dengan langkah-langkah kecil. Sebagian nampak tertatih. Kami bukan hanya dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi. Kami berasal dari Palu, Batam, Banten, Aceh, Ciamis, Cirebon, Gresik, Madiun, dan seluruh penjuru Nusantara.



Kami terhenyak, tatkala ada melihat aparat untuk pertama kali, seketika tiba di depan gerbang utama Monumen Nasional, tempat kami berkumpul, berdoa, berdzikir, dan beristighatsah. Terlebih ketika melihat aparat menggunakan perlengkapan penghalau massa, tak sedamai aparat yang kenakan peci putih dan surban, berbaris bersama kami tepat di depan panggung.

Pak Polisi, percayalah kepada kami. Kami hanya anak negeri. Bagaimana mungkin kami berniat rusuh jika di depan ada ustadz, kiyai, ulama, dan habaib kami? Bagaimana mungkin kami yang tak mampu buang sampah sembarangan ini berani melawan sesama manusia Muslim?

Pak Polisi, jangan khawatir. Kami tidak pernah sertakan senjata. Jangankan pisau atau senjata tajam, pemotong kuku yang sedianya kami gunakan di Hari Jum'at pun tak kami sertakan. Kuku kami sudah rapi sejak kemarin. Sebab Pak Polisi, kami ke sini untuk mendoakan bapak serta seluruh jajaran dan elemen di negeri bernama Nusantara ini.

Pak Polisi, tersenyumlah sebagaimana kami tersenyum kepada bapak. [Tarbawia/Om Pir]

No comments

Powered by Blogger.