Muslim Tapi Tidak Tersinggung Saat Ahok Hina KH Ma'ruf Amin, Ini Penjelasan KH M Arifin Ilham

KH Muhammad Arifin Ilham (tempo-ilustrasi)

Pendiri sekaligus Pemimpin Majlis Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham menegaskan pemihakan dan pembelaannya kepada Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin. Pemihakan tersebut merupakan salah satu bentuk pengamalan terhadap Al-Qur'an dan Hadits Nabi yang mulia.

Allah menaqdirkan, para ulama adalah pewaris para Nabi. Penerus dakwah yang gigih menyampaikan kalimat-kalimat-Nya di berbagai belahan bumi.

Sehingga, ulama wajib dihormati karena kemuliaan, ilmu, dakwah, dan kedekatannya kepada Allah Ta'ala serta kesungguhannya dalam menapaki sunnah Nabi yang mulia.

Alhasil, orang-orang beriman pasti memuliakan ulama. Dan orang-orang tanpa iman akan melecehkan ulama.

Namun, apa pasal yang bisa dikenakan kepada seorang Muslim yang tidak merasa tersinggung saat ulama dihina dan dinistakan?

"Sungguh begitu besar keutamaan ulama. Karena itulah, hanya orang tidak beriman yang melecehkannya. Dan ingat! Kalau tidak tersinggung saat ulama dihina, pasti ada penyakit di hatinya." tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam akun resmi fesbuknya pada Rabu (2/1/17).

Selain menyampaikan hal tersebut, Kiyai Arifin juga menegaskan bahwa Ahok yang tidak memiliki adab karena menghina Al-Qur'an dan ulama, maka ia tidak layak menjadi pemimpin. Jangankan setingkat Gubernur, sekelas ketua rukun tetangga (RT) pun tidak layak.

Beliau juga mengingatkan, Ahok memiliki potensi bahaya yang besar bagi bangsa Indonesia. Jika Kalam Allah, Rasulullah, dan ulama saja dihina, bagaimana lagi dengan manusia biasa yang tidak berilmu? [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.