Header Ads

Penolakan Isu Ahok untuk Gubernur Bali, Alasan Masyarakat Mengejutkan!

Ahok (ilustrasi)

Setelah kalah dalam Pilkada Jakarta 2017, terdakwa penista agama, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, digadang-gadang oleh sejumlah netizen untuk maju dalam Pilkada Bali. Sempat ramai, ternyata masyarakat Bali tidak sepakat.

Bukan tanpa alasan, penolakan Ahok untuk Bali memiliki landasan yang kuat dan tentu mengejutkan bagi para pengusungnya.


"Kami menginginkan putra daerah yang menjadi gubernur. Yang sudah tahu masalah dan adat budaya Bali," kata Nyoman Buda Atmaja sebagaimana dilansir Republika, Senin (24/4).

Bali yang dihuni oleh masyarakat mayoritas beragama Hindu memiliki budaya yang tidak dipahami oleh semua orang, terlebih lagi orang yang berasal dari daerah lain.

Ia menegaskan, jika Ahok dicalonkan, dirinya akan memilih putra daerah yang benar-benar dikenal olehnya.

"Wah kalau itu ditanyakan, saya pasti pilih Pak Rai Mantra jadi gubernur Bali," kata Buda. 

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster enggan berkomentar. Ia merasa tidak memiliki kapasitas untuk mengomentari sesuatu hal yang masih bersifat isu dan belum diputuskan oleh pengurus pusat partainya.

"Tidaklah, sebaiknya saya tidak berkomentar soal itu," kata Koster.

Petisi dukungan Ahok untuk menjadi Gubernur Bali sendiri dibuat oleh Wika Ganesha yang tinggal di Perth, Australia. 

Ia menyatakan, Ahok layak dicalonkan sebagai Gubernur Bali karena daerah yang dikenal dengan Pulau Dewata itu terkenal kemajemukannya. [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.