Header Ads

Panglima TNI Beberkan Peran Umat Islam dalam Meraih Kemerdekaan Bangsa

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (ilustrasi)



Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali menceritakan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia kepada kader Muhammadiyah di di Aula KH. Ahmad Dahlan Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat pada Jumat (6/10).

Jenderal Gatot kembali membuat kaum Muslimin bangga dengan sejarah perjuangan umat Islam dan ulama yang akhir-akhir ini sering dimanipulasi dan ditutup-tutupi.

Dalam menghadapi penjajahan selama 3 abad lebih, bangsa Indonesia akhirnya mendapatkan kemerdekaan karena perjuangan rakyat yang bersatu. Rakyat yang berjuang merebut kemerdekaan itu, didominasi oleh umat Islam.

"Indonesia bisa merdeka karena umat Islam." ujar Jenderal Gatot seperti dilansir Wartapilihan, Sabtu (7/10/17).

Bahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang saat ini dia pimpin, awalnya adalah tentara rakyat yang didirikan oleh umat Islam.

"Di dalam negara, setelah semua berhasil, kembali kepada latar belakang masing-masing. Ada juga yang tetap di medan dengan cikal bakal BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang sekarang menjadi TNI. Jadi asal usul tentara itu dari Umat Islam,” tegasnya.


Kiprah perjuangan umat Islam kian panjang, salah satunya seperti kejadian pada tahun 1943. Saat itu, umat Islam mendirikan 3 kelompok perjuangan yang semuanya dikkomandoi oleh kiyai besar.

“Tahun 1943 umat Islam mendirikan 3 divisi pasukan, yaitu Divisi Barisan Kiai Chasbullah. Divisi Barisan Hizbullah dipimpin KH. Zainal Arifin dan Divisi Barisan Sabilillah dipimpin KH. Mansur." lanjutnya berkisah.

Gatot menyatakan, umat Islam saat ini memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan kebersamaan yang luar biasa hingga berhasil merebut kemerdekaan atas Kuasa Tuhan Yang Mahaesa.

"Umat Islam berhasil merebut kemerdekaan dengan percaya kepada diri sendiri dan kebersamaan yang luar biasa," katanya melanjutkan.

Panglima TNI kemudian mengingatkan agar kemerdekaan bangsa Indonesia tetap dijaga karena penjajahan asing masih terus mengintai. Ia menyatakan, ujung dari Arab Spring adalah minyak, dan ISIS merupakan kebohongan yang tujuan utamanya mencuri kekayaan sumber daya Indoensia yang melimpah. [Mbah Pirman/Tarbawia]

Powered by Blogger.