Rahasia Medis di balik Hadits


Selain membantu mengurangi risiko penyakit menular seksual, kini diketahui bahwa khitan juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak khitan berisiko terkena kanker penis. Mengapa demikian? Sebab, orang yang tidak khitan lebih mudah terkena infeksi kronis karena tidak higienisnya alat kelamin yang kepalanya tertutup.

Demikianlah, satu per satu hikmah ajaran Islam ditemukan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Masalahnya adalah, seringkali kita terburu-buru untuk 'meragukan' syariat-Nya saat akal kita belum mampu menjangkaunya. Bagi orang yang beriman, langkah yang diambil adalah menerima segala syariat Allah dengan 'tangan terbuka' meskipun ia belum mengetahui hikmah di balik syariat itu. Sembari menjalankan syariat itu, kita berusaha mencari hikmahnya. Meskipun, tidak semua syariah bisa di-logika-kan.

Inilah mengapa, Abu bakar menjadi contoh terbaik dalam keimanan model ini. Ia digelari Ash-Shidiq juga karena keimanannya yang sempurna ini. Saat banyak kaum muslimin yang masih ragu tentang kebenaran Isra' Mi'raj, keimanan Abu Bakar yang membaja langsung menjamin kebenarannya. "Jika Muhammad yang mengatakannya, pasti benar". Demikianlah logika keimanannya yang sempurna.

Empat belas abad kemudian, Hasan Al-Banna menjelaskan korelasi dua hal ini dalam ushul isyrin-nya yang terkenal:
"Pandangan syar’i dan pandangan logika memiliki wilayahnya masing-masing yang tidak dapat saling memasuki secara sempurna. Namun demikian, keduanya tidak pernah berbeda (selalu beririsan) dalam masalah yang qath’i (absolut). Hakikat ilmiah yang benar tidak mungkin bertentangan dengan kaidah-kaidah syariat yang tsabitah (jelas). Sesuatu yang zhanni (interpretable) harus ditafsirkan agar sesuai dengan yang qath’i. Jika yang berhadapan adalah dua hal yang sama-sama zhanni, maka pandangan yang syar’i lebih utama untuk diikuti sampai logika mendapatkan legalitas kebenarannya, atau gugur sama sekali."

Akhirnya, marilah kita renungkan hadits Nabi kita yang mulia setelah kita mengetahui rahasia medis dari khitan yang ia ajarkan:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ « مَنْ أَطَاعَنِى دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ أَبَى »

Dari Abu Hurairah, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan." Ditanyakan (oleh sahabat) kepada Rasulullah "Siapakah orang yang enggan?" Rasulullah menjawab: "Siapa yang mentaatiku niscaya masuk surga, dan siapa yang mendurhakaiku maka ia termasuk orang yang enggan" (HR. Bukhari)

-Ditulis saat mentari enggan menampakkan sinarnya dan hujan menunggu saat terbaiknya- [Muchlisin]
Powered by Blogger.