Alam Metafisik dalam Al-Qur'an


Tema keenam dalam Ceramah Hasan Al-Banna ini adalah Alam Metafisik dalam Al-Qur'an. Lima tema yang telah dimuat di Bersama Dakwah adalah:
1. Wasiatku Kepada Kalian, Wahai Ikhwan
2. Kewajiban Kita terhadap Al-Qur'an
3. Manusia dalam Al-Qur'an
4. Wanita dalam Al-Qur'an
5. Alam Semesta dalam Al-Qur'an
Selamat membaca.
***

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat. Ikhwanku tercinta, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, salam yang baik dan diberkahi: assalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Dalam pembicaraan kita yang lalu, kita telah berbicara tentang manusia dalam Al-Qur'an. Saya telah mengemukakan bahwa Al-Qur'an berkisah tentang manusia dalam banyak ayat dan dalam banyak surat. Al-Qur'an mengemukakan unsur materi dan tanah serta unsur ruh dalam komposisi diri manusia serta tentang hubungannya dengan makhluk-makhluk lain. Al-Qur'an menyeru manusia agar meningkatkan kualitas ruh yang ada pada dirinya dengan amal shalih, membersihkannya dengan ma'rifah kepada Allah SWT. dan menyucikannya dengan mengarahkan kepada kebaikan. Dalam pembicaraan yang baru lalu, kita juga telah membahas pandangan Al-Qur'an tentang alam fisik atau alam materi. Saya telah menjelaskan bahwa Al-Qur'anul Karim mengemukakan dan memaparkan banyak fenomena alam dalam banyak ayat. Di sana ada penjelasan tentang langit, bumi, matahari, bulan, hujan, tumbuhan, laut, sungai, dan gunung.

Ikhwan sekalian, ini semua adalah fenomena alam yang dikemukakan dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an mengemukakan dan menjelaskan tentang awal penciptaan alam, tentang fenomena-fenomena yang terjadi di alam, dan tentang akhir dari kehidupan. Saya telah mengatakan bahwa Al-Qur'an mengemukakan semua ini bukan dengan analisis ilmiah supaya menjadi sebuah buku astronomi, botani, atau zoology, tetapi Al-Qur'an mengemukakannya lantaran ia merupakan bukti-bukti kekuasaan Allah SWT., tanda-tanda penciptaan-Nya yang sempurna dan bijaksana, serta indikasi-indikasi dari tindakan Allah SWT. yang luar biasa. Al-Qur'anul Karim mengemukakannya agar menjadi pelita yang menerangi manusia untuk mengenal Allah. Saya juga telah mengemukakan bahwa Al-Qur'an berbicara tentang hal itu tidak dari aspek ilmu pengetahuan. Sebab, akal manusia itu senantiasa berkembang dan maju secara bertahap. Karena itu, akal harus diberi kebebasan supaya mengenal sendiri benda-benda dan bentuk-bentuknya, sesuai dengan tingkat perkembangan dan kesempurnaan akal itu sendiri. Semakin sempurna akal manusia, maka ia semakin mampu menyingkap hal-hal yang musykil dan sulit dipahami. Tidak ada jalan untuk membukakan pengetahuan tersebut kepadanya secara sekaligus dalam fase-fase kehidupannya. Saya juga telah menjelaskan bahwa keterangan Al-Qur'an mengenai benda-benda ini tidak bertentangan sedikit pun dengan fakta-fakta ilmiah yang benar, baik mengenai awal penciptaannya, fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya, atau akhir kehidupan di alam semesta ini. Ini merupakan bukti nyata bahwa kitab ini berasal dari sisi Allah SWT.

وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. An-Nisa': 82)

Kemudian kita telah menemukan pelajaran bahwa kita wajib melakukan perenungan dan penelitian tentang alam supaya sarana yang benar ini bisa kita jadikan sebagai jalan untuk menguatkan iman. Adapun kajian kita pada malam ini, Ikhwan sekalian, adalah mengenai Alam Metafisik dalam Pandangan Al-Qur'anul Karim.

Ikhwan sekalian, ketika kita memperhatikan kitab Allah SWT kita menemukan bahwa ia berbicara tentang banyak alam. Alam-alam tersebut tidak masuk dalam batas-batas dunia materi yang unsur-unsurnya bisa kita deteksi dengan indra: dengan menyentuh, melihat, merasakan, mencium, atau mendengar. Al-Qur'anul Karim menyebutkan bahwa masih ada alam-alam yang lain selain alam yang bisa kita raba, kita rasakan, kita lihat, dan kita dengar dengan indra fisik. Al-Qur'an berbicara tentang alam-alam ini. Di antaranya adalah ruh. Al-Qur'an membicarakan masalah ruh ini. Al-Qur'an juga berbicara tentang malaikat. Al-Qur'an juga berbicara tentang jin. Al-Qur'an juga berbicara tentang Al-Malaul A 'la.

Al-Qur'an mengatakan,

وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي

Aku telah meniupkan ke dalamnya ruh- Ku. (QS. Al-Hijr: 29)

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit." (QS. Al-Isra': 85)

Jadi, ada sesuatu yang bernama ruh. Ia adalah urusan Allah SWT. Dalam surat Yusuf, Al-Qur'an juga berbicara tentang tafsir mimpi. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengajari Yusuf tentang penafsiran mimpi. Dua orang sahabat Yusuf di penjara bermimpi dan Yusuf as. menafsirkan mimpi mereka dengan penafsiran yang benar. Yusuf ketika itu berkata,

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا وَأَمَّا الْآَخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْ رَأْسِهِ قُضِيَ الْأَمْرُ الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ

"Wahai dua penghuni penjara. Salah seorang di antara kalian berdua akan memberi minum tuannya dengan khamr; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kalian berdua menanyakannya kepadaku." (QS. Yusuf: 41)

Yusuf juga menafsirkan mimpi raja setelah para penasihat raja berkata,

وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ الْأَحْلَامِ بِعَالِمِينَ

"Dan kami sekali-kali tidak mengetahui ta'bir mimpi itu." (QS. Yusuf: 44)

وَقَالَ الَّذِي نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا أُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيلِهِ فَأَرْسِلُونِ * يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ * قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ * ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ * ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ

Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya, 'Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) menafsirkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).' (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, dia berseru), 'Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk- gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering, agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.' Yusuf berkata, 'Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.' (QS. Yusuf: 45-49)

Ikhwan sekalian, selain itu kita juga bisa membaca firman Allah SWT,

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. (QS. Az-Zumar: 42)

Kemudian Al-Qur'anul Karim berbicara tentang para malaikat dan tradisi yang berlaku di alam malaikat ini,

فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ

Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. (QS. Fathir: 1)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS. Al-Baqarah: 30)

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam." (QS. Al-Baqarah: 34)

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (QS. Al-Qadar: 4)

Ikhwan sekalian, Anda juga menemukan dalam kitab Allah SWT bahwa para malaikat melaksanakan tugas-tugas tertentu. Mereka bertasbih dan beristighfar. Mereka juga melaksanakan sebagian tugas yang berkaitan dengan balasan amal.

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (QS. Al-Muddatsir: 30)

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً

Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat... (QS. Al-Mudatsir: 31)

Mereka juga menyampaikan ucapan selamat kepada para penduduk surga.

وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ * سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan) 'Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar- Ra'd: 23-24)

Mereka juga melaksanakan beberapa tugas berkenaan dengan ruh, misalnya mereka menerima ruh-ruh itu.

وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آَيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang zhalim (perada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), 'Keluarkanlah nyawa kalian! Di hari ini kalian dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu menyombongkan diri terha-dap ayat-ayat-Nya.' (QS. Al-An'am: 93)

Ikhwan sekalian, selain itu Al-Qur'anul Karim juga berbicara tentang para malaikat dan beberapa bentuk interaksi mereka dengan manusia,

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آَلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ

(Ingatlah) ketika kamu mengatakan kepada orang-orang mukmin, 'Apakah tidak cukup bagi kalian bahwa Allah telah membantu kalian dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? (QS. Ali Imran: 124)

[Sumber: Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna]
Powered by Blogger.