Jumlah Militer Berkurang, Israel Resah


Jumlah Militer Berkurang, Israel Resah - Sejumlah pejabat militer Israel resah karena jumlah militer Israel di tahun-tahun mendatang terancam mengalami penurunan. Penurunan itu disebabkan oleh faktor demografi dan kesiapan warga Zionis mengikuti wajib militer.

Kepala bagian personalia demisioner di militer Israel Jenderal Avi Zamir menegaskan bahwa kurang dari 50% warga Israel yang berada di usia wajib militer (18-45) memiliki kesiapan menjalankan tugas militer saat ini. Namun dari jumlah itu, mereka yang mundur dari tugas belum lebih dari 20%.

Sebelumnya, Zamir pada Ahad (19/6) memaparkan pada seminar yang digelar di forum standarisasi rencana politik ekonomi sejumlah angka soal militer Israel. Zamir mengungkap tentang rekrutmen paksaan bagi warga Israel untuk menjadi pasukan sementara ada pasal menjadi pasukan cadangan.

Zamir mengungkapkan keresahannya jika susunan dan jumlah personel militer Israel di masa mendatang karena faktor demografi. Ia menegaskan bahwa jumlah warga yahudi yang ekstrim yang masuk dalam afiliasi kelompok Haradem hanya 30% dari jumlah pasukan di pangkat 1 yang akan terjadi di tahun 2015.

Di awal tahun ini, pemerintah Israel menerapkan rencana baru pendanaan program baru untuk mendorong warga yahudi ekstrim – yang tidak ikut dalam wajib militer karena penghalang agama- untuk ikut dalam wajib militer. [AN/IP]
Powered by Blogger.