Derita Muslim Norwegia Menyusul Serangan Teroris Kristen

Derita Muslim Norwegia Menyusul Serangan Teroris Kristen - Sebelum terungkapnya Anders Behring Breivik, Muslim Norwegia menjadi pihak yang dirugikan sejak serangan kembar yang menewaskan sedikitnya 93 orang, Jum'at lalu (22/7). Kecurigaan langsung dialamatkan kepada kelompok Islam, termasuk oleh media. Bahkan, hanya beberapa jam setelah kejadian sudah ada Muslim yang ditangkap.

Di jalan-jalan kota Oslo pada Ahad (24/7), banyak orang Muslim mengatakan, sesaat setelah ledakan bom mobil itu, mereka takut tuduhan diarahkan kepada mereka. "Pada Jumat, setelah ledakan, saya tidak pergi kerja, saya tinggal di rumah saja," kata Muhammad Ali Farah, seorang sopir taksi.

"Semua orang berpikir itu adalah (aksi) kelompok Islam. Bos saya orang Pakistan, dia mengerti, dia tahu masalahnya. Saya tidak kembali bekerja sampai Sabtu," tambah Farah.

"Saya adalah orang Norwegia, saya lahir di sini, tetapi saya keturunan Maroko. Memang benar bahwa semua orang langsung berpikir itu adalah serangan kelompok Islam, mereka menuding kami. Ketika Menteri Kehakiman Knut Storberget memberi tahu wartawan bahwa tersangka seorang asli Norwegia, dia tampak menyesal bahwa itu bukan orang asing," kata warga muslim lainnya, Namir Atif (30).

Bukan hanya kecurigaan yang dialamatkan kepada Muslim. Bahkan, penangkapan juga terjadi beberapa jam setelah pengeboman.

"Mereka menangkap seorang Maroko tanpa alasan jelas beberapa jam setelah kejadian," kata seorang pemuda Tunisia yang tidak menyebutkan namanya.

Semuanya menjadi jelas ketika diumumkan bahwa tersangka pelaku serangan adalah Anders Behring Breivik (32). Breivik asli Norwegia, seorang "fundamentalis Kristen" dengan kecenderungan ultrakanan. Aksi Breivik telah menewaskan 93 orang, yaitu 7 orang tewas dalam ledakan bom mobil di luar gedung pemerintah di pusat kota Oslo dan 86 orang lagi tewas dalam penembakan massal di Pulau Utoeya, 40 kilometer dari Oslo, tempat pertemuan pemuda Partai Buruh yang menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina.

Begitu diketahui bahwa pelakunya adalah Breivik yang seorang Kristen, label aksi pengeboman dan serangan bersenjata itu berubah dari teoris menjadi fundamentalis. Tampaknya, media sengaja mensetting jika pelaku pengeboman muslim maka ia adalah teroris. Namun jika pelakunya non muslim ia hanya disebut fundamentalis atau rasialis. [AN/bsb]
Powered by Blogger.