Hati-Hati, KDRT Picu Gangguan Jiwa


Hati-Hati, KDRT Picu Gangguan Jiwa - Akibat gangguan kesehatan jiwa, Indonesia menderita kerugian ekonomi sedikitnya Rp 20 triliun per tahun. Demikian data dari Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang penanggulangan terpadu masalah kesehatan jiwa di Jakarta, Kamis (7/7).

Kekerasan dalam rumah tangga termasuk penyebab utama gangguan kesehatan jiwa. "Kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dan tekanan selama menjadi TKI di luar negeri, dampak bencana alam dan tekanan ekonomi keluarga menyebabkan gangguan jiwa," tutur Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono usai memimpin rapat itu.

Saat ini, prevelensi teringgi gangguan kesehatan jiwa di Indonesi terjadi di tiga provinsi, meliputi Provinsi Jawa Barat, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Akibat gangguan kesehatan jiwa, menurut Agung, membuat orang malas atau melakukan tindakan destruktif yang keduanya berdampak pada kerugian ekonomi bangsa. "Gangguan jiwa menyebabkan orang tidak bekerja, memicu kekerasan yang memberi efek merusak dan juga akibat gangguan jiwa atau stress banyak orang yang menggunakan narkoba," jelasnya.

Untuk menanggulangi gangguan kesehatan jiwa itu, telah dibentuk tim. "Kita sudah mempunyai tim untuk penanggulangan masalah kesehatan jiwa. Tapi kerja tim belum optimal karena baru diatur oleh Keputusan Menteri Kesehatan," Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.

Untuk itu payung hukum ini akan ditingkatkan dari Keputusan Menteri menjadi Peraturan Presiden mewujudkan integrasi program kesehatan jiwa ke dalam program lintas sektor. [AN/Rpb]
Powered by Blogger.