Gaji Kecil, 700 Tenaga Medis Israel Mengundurkan Diri


Krisis ekonomi yang menimpa Israel berdampak pada sektor kesehatan di negara Zionis itu. Sebanyak 700 tenaga medis -atau seperempat dokter yang menetap di Israel- telah menyerahkan surat pengunduran diri sejak bulan lalu. 340 dokter diantaranya telah mulai tidak masuk kerja sejak Senin kemarin (10/10). Demikian juru bicara Kementerian Kesehatan Israel.

Para dokter beralasan, mereka melakukan pemogokan karena minimnya gaji yang mereka terima dibanding dengan beratnya pekerjaan yang mereka tangani.

Akibat pengunduran diri dan pemogokan ini, banyak rumah sakit di Israel terancam tak bisa beroperasi. Sejumlah rumah sakit telah menelantarkan pasiennya selama berjam-jam serta membatalkan prosedur yang tidak mendesak.

Dr Doron Norman yang kini bekerja Rambam Medical Centre di Haifa, memperingatkan di radio militer bahwa pemogokan ini bisa mengakibatkan aktivitas kamar darurat berhenti dan ini bisa berarti membiarkan pasien mati.

"Tampaknya bagi saya bahwa orang tak memahami kedalaman masalah atau kedalaman krisis," katanya.

Pemerintah meminta pengadilan mengeluarkan amar yang memerintah para dokter segera bekerja kembali.

Pengunduran diri para dokter itu adalah indikasi lain kerusuhan sosial di Israel. Sebelumnya, protes massa yang digelar di bawah bendera "keadilan sosial" menuntut turunnya harga dan pembaruan ekonomi mengguncang negara Yahudi itu selama musim panas lalu. [AN/Hdy]
Powered by Blogger.