Sakinah Bersamamu


Judul Buku : Sakinah Bersamamu
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Cetakan Ke : 8
Tahun Terbit : Agustus 2011
Tebal Buku : xii + 344 halaman
***

Dari semua buku yang telah dibahas Bersama Dakwah, Sakinah Bersamamu termasuk jenis buku baru. Sebab buku ini adalah gabungan dari fiksi dan nonfiksi. Ada 17 cerpen di dalam buku ini. Setelah satu cerpen selesai, diikuti dengan hikmah cerita yang disebut Asma Nadia sebagai "Bijak Berumahtangga Melalui Cerita."

Seperti penuturan Asma Nadia sendiri dalam pengantar, sebenarnya dari 17 cerpen dalam buku ini, hanya cerpen terakhir berjudul Sakinah Bersamamu yang benar-benar baru. Sedangkan 16 cerpen lainnya pernah dimuat dalam buku-buku Asma Nadia lainnya. Meskipun demikian, pembaca akan menemukan "rasa" yang berbeda dari sebelumnya, karena 17 cerpen pilihan ini telah disusun sedemikian rupa untuk menciptakan benang merah agar dari semua cerita dapat ditangkap makna dan nilai untuk lebih bijak berumah tangga. Kemudian di-closing dengan catatan yang ingin dikomunikasikan Asma Nadia untuk menghadirkan "cermin utuh" dari tiap cerita.

Pada cerita pertama "Rahasia Mas Danu", misalnya. Setelah cerpen selesai, kita disuguhi tiga halaman Bijak Berumahtangga Melalui Cerita di bawah judul Berbeda Itu Pelangi. Dengan gaya bahasa yang ringan dan santai, Asma Nadia mengajak kita bercermin dari cepren Mas Danu agar melihat perbedaan karakter sebagai sebuah kewajaran. Dan, sangat mungkin terjadi jika suami bertipe seperti Mas Danu yang pendiam dan tertutup, sedangkan sang istri bertipe seperti Eni yang ekspresif.

Solusi menghadapi problem rumah tangga dihadirkan Asma Nadia dalam catatan-catatan Bijak Berumahtangga Melalui Cerita itu. Misalnya untuk mempertahankan hubungan jika suami istri berbeda karakter layaknya Mas Danu dan Eni, Asma Nadia memberikan dua pilihan. Pertama, mendekatkan karakter mereka dengan pasangan. Kedua, saling menerima keadaan masing-masing. "Secara pribadi saya tertarik dengan pilihan pertama," demikian Asma Nadia secara halus memberikan rekomendasi tanpa menggurui.

Pada cerpen kedua, kita akan bertemu dengan Nita yang sangat berbakti pada Her, suaminya. Semua pekerjaan rumah tangga dan anak-anak sukses dirampungkan Nita dengan sempurna. Hanya saja, sang suami merasa ada hal yang kurang dari istrinya yang salihah itu; penampilan. Sang suami sempat berpikir negatif untuk mencari apa yang ia sebut "kegilaan". Ini karena ia dihinggapi "kebosanan" terhadap istri yang tampil sederhana, bahkan dengan baju yang lusuh dan lama. Semacam kehilangan "gairah bercinta". Untungnya ia tak melangkah terlalu jauh untuk kemudian kembali kepada keluarga dengan kesadaran baru: cinta.

Setelah cerpen sebelas halaman ini selesai, Asma Nadia mengajak pembaca –khususnya para istri- untuk bercermin bersama dari cerpen itu melalui catatannya bertajuk Cantik di Mata Suami. Belasan tips dihadirkan Asma Nadia untuk para istri agar tetap cantik di mata suami walau pernikahan telah berjalan lama dan anak-anak telah banyak jumlahnya. Diantaranya untuk mempensiunkan baju-baju lama apalagi yang robek, di hadapan suami. Ketika berduaan di rumah hanya dengan suami, istri bisa memakai pakaian minimalis alias seksi. Untuk perawatan wajah, bisa memakai resep-resep tradisional yang tak kalah khasiatnya daripada perawatan modern yang mahal.

15 cerpen berikutnya tak kalah menarik dari dua cerpen pertama. Semuanya mengajak kita untuk bercermin agar semakin bijak dalam berumah tangga. Bukan hanya untuk dikonsumsi para istri, Sakinah Bersamamu juga perlu dibaca para suami agar lebih mengerti, seperti kalimat Asma Nadia di cover buku ini: "Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna." [Muchlisin]
Powered by Blogger.