Dari Al-Azhar Hingga Gedung Putih, Semua Protes Iklan Benetton


Iklan kontroversial perusahaan pakaian Benetton Italia menuai protes banyak kalangan, mulai dari Al-Azhar hingga Gedung Putih. Al-Azhar mengecam iklan yang menampilkan rekayasa foto Imam Al-Azhar Ahmad Tayib berciuman bibir dengan Paus Benediktus XVI itu sebagai “tidak bertanggungjawab”.

"Begitu absurd bagi institusi Islam terbesar untuk ragu dalam merespon akan hal ini," ungkap Mahmud Azab, penasihat Imam Al Azhar.

Sedangkan Gedung Putih menyatakan AS tidak memperbolehkan pencantuman foto presidennya untuk tujuan komersial.

"Gedung Putih memiliki kebijakan yang telah lama yang tidak menyetujui penggunaan nama dan persamaan presiden untuk tujuan komersial," kata seorang juru bicara, Eric Schultz, Kamis (17/11) waktu setempat.

Vatikan juga memprotes iklan kontroversial itu. Menurut Vatikan, penggambaran Paus oleh Benetton itu melukai martabat Paus dan perasaan penganut agama. Vatikan juga meminta pengacara mengambil tindakan untuk mencegah peredaran gambar itu di media massa Italia dan negara lain.

Rabu lalu (16/11), Benetton meluncurkan kampanye iklan baru global yang disebut UNHATE yang berisi serangkaian montages foto para pemimpin politik dan agama yang sedang berciuman bibir. Diantaranya Presiden Amerika Serikat Barack Obama berciuman dengan Presiden China Hu Jintao, Imam Al-Azhar Ahmad Thayib dengan Paus Benediktus XVI, dan Presiden Palestina Mahmud Abbas dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. [IK/bsb]
Powered by Blogger.