Fiqih Puasa: Wajibnya Puasa Ramadhan


Menjelang Ramadhan 1433 H ini, bersamadakwah.com berniat untuk menyajikan Fiqih Puasa. Fiqih Puasa ini diringkas dari buku Fiqih Puasa (فقه الصيام) karya Syaikh Dr Yusuf Qardhawi. Kali ini bab Wajibnya Puasa Ramadhan
***

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi kaum Muslimin dan salah satu rukun Islam yang harus ditunaikan.

Wajibnya puasa Ramadhan difirmankan Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 183-184 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ . أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ
Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa, (yaitu) beberapa hari yang tertentu... (QS. Al Baqarah : 183-184)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
(yaitu) bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu pembeda. Maka barangsiapa diantara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah ia berpuasa… (QS. Al Baqarah : 185)

Sedangkan dalil dari hadits Rasulullah ada banyak, diantaranya :

الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِىَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلاً
Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah dan muhammad adalah Rasulullah, engkau menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu (HR. Muslim, Tirmidzi An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Berangkat dari Al Qur'an dan hadits, para ulama ber-ijma' (bersepakat) bahwa puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Islam. Orang yang mengingkari wajibnya puasa Ramadhan, meragukan, atau merendahkan tingkat wajibnya.

***
Demikian Wajibnya Puasa Ramadhan yang diringkas dari buku Fiqih Puasa (فقه الصيام) karya Syaikh Dr Yusuf Qardhawi. []





Powered by Blogger.