Miskin Tapi Berprestasi (Pesan Moral untuk Mahasiswa Baru 2012)


“…..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya JALAN KELUAR. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. ………………” (QS. Ath Thalaaq : 2-3).

Adik-adik mahasiswa baru,
Sesungguhnya jika seseorang ditanya, apakah mau dilahirkan dalam keluarga mampu (kaya) atau miskin, sudah tentu jawabannya adalah, “saya mau dilahirkan dari keluarga kaya“, sehingga semuanya fasilitas sudah tersedia tidak perlu pusing memikirkan kebutuhan hidup apalagi biaya sekolah. Namun, Allah SWT Maha Adil, yang menciptakan langit dan bumi, malam dan siang, perempuan dan laki-laki, tua dan muda, tentunya yang kaya dan miskin, semuanya ada hikmahnya, dan semuanya merupakan tanda kebesaran Allah SWT bagi orang yang berakal.

Adik-adikku sayang,
Bagi kalian yang terlahir dari keluarga mampu, harus banyak BERSYUKUR karena tentunya kalian belum pernah merasakan sulitnya hidup, mungkin belum pernah merasakan letihnya mencari nafkah sendiri (menjual koran, mencuci mobil, menyemir sepatu, menjual kacang goreng, membantu berdagang orang tua, dsb). Ya, karena semuanya serba ada dan tinggal meminta saja kepada orang tua tercinta, tanpa harus bersusah payah mendapatkannya dengan uang sendiri.

Adapun bagi kalian yang lahir dari keluarga miskin, BERSABARLAH atas kondisi yang ada, tidak perlu berkeluh kesah bahkan menyesali hidup. Tanamkan dalam diri kalian, bahwa HIDUP ADALAH PERJUANGAN, jangan pernah menangis tanpa mau berusaha, jangan menggerutu karena gelapan tanpa mau menjadi sumber cahaya. Kalian diberikan KESEMPATAN oleh yang Maha Pemberi Rezeki, menjadi pribadi yang lebih MANDIRI dari yang lainnya, diuji menjadi lebih tegar atas likunya perjalanan hidup, bahkan mungkin menjadi PAHLAWAN KELUARGA guna mencukupi kebutuhan hidup.

Intinya, siapa pun kita, dalam kondisi apa pun kita, kita wajib bersyukur serta bersabar atas semua karunia Allah SWT, hatta kita dilahirkan dari keluarga sederhana, keluarga pas-pasan, keluarga dengan penuh perjuangan untuk bisa hidup dan sekolah. Ingatlah, Rasulullah SAW – junjungan kita pernah mengatakan : “Sesungguhnya Allah SWT, tidak melihat bentuk fisik seseorang, keturunan kaya atau miskin tetapi Allah melihat pada TAQWA-nya”, bahkan Allah SWT pun berfirman: “Sesungguhnya, hamba yang paling MULIA di sisi-Nya adalah yang paling TAQWA”. SUBHANALLAH, begitu Maha ADIL-Nya Allah SWT yang memberikan derajat ketinggian hamba tanpa melihat status sosialnya, semua diperlakukan dan diberikan kesempatan yang sama, yang penting TAQWA (taat kepada-Nya).

Adik-adikku tercinta,
Mari kita renungi kisah sahabat nabi yang protes atas kemiskinannya dan iri kepada sahabat yang kaya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin datang kepada Rasulullah SAW, mengadukan kemiskinannya. Mereka berkata, “Orang-orang kaya pergi dengan membawa kedudukan yang tinggi dan kenikmatan abadi. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa melaksanakan haji, umrah, berjihad, dan bershadaqah.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang dengannya kalian bisa menyusul orang yang telah mendahului kalian dan jauh meninggalkan orang yang datang sesudah kalian. Tak seorangpun yang lebih mulia dari kalian kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?”

Mereka menjawab, “Kami mau, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir tiga pulah tiga kali setiap selesai shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adik-adik yang berbahagia,
Dari penjelasan di atas cukup bagi kita untuk berbaiksangka terhadap semua ketentuan/takdir Allah. Ya, sesungguhnya kaya-miskin merupakan ketentuan Allah. Dia melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Begitu juga sebaliknya, menyempitkan rizki dan membatasinya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia sengaja membuat perbedaan itu dengan hikmah yang Dia ketahui. “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-An’am: 165)

Islam menuntun kita untuk mensyukuri apa pun yang saat ini kita miliki, dan salah satu bentuk kesyukuran itu adalah memiliki PRESTASI dalam hidup. Sekolah/kuliah dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, memang bukan cita-cita setiap kita, namun bukan berarti kita PATAH SEMANGAT untuk punya prestasi. Kuliah berprestasi serta mendapatkan beasiswa adalah jawaban bagi yang punya masalah dengan biaya/kebutuhan kuliah.

Adik-adikku yang hebat,
Dunia kampus sangatlah berbeda dengan dunia sekolah yang baru saja kalian tinggalkan, kampus penuh dengan tantangan, kemandirian, pengorbanan, dan beraneka ragam budaya dan pemikiran. Di kampus lah, nantinya kalian akan digodok menjadi calon-calon intelektual muda - pemimpin masa depan, agen perubahan sosial (agent of social change) sekaligus pengganti generasi yang ada saat ini. Oleh karenanya, jangan sia-siakan waktu kalian di kampus, raih berbagai prestasi - baik prestasi akademik maupun prestasi organisasi, selagi kalian mampu untuk meraihnya. Jangan hanya sekadar mengejar IP (Indeks Prestasi) tinggi, namun melupakan interaksi sosial antar sesama, nantinya kalian hanya akan menjadi robot-robot akademik saja.

Kuliah berprestasi berarti kalian harus memiliki IP yang bagus (kalau bisa di atas 3.00), plus kalian punya prestasi ilmiah dengan rajin mengikuti kompetisi ilmiah, dan kalian juga ikut aktif dalam organisasi kampus agar luas pergaulannya dan cakap dalam me-manage. Banyak organisasi kemahasiswaan yang bisa kalian ikuti, ada HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), berbagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), seperti : KPM (Kelompok Peneliti Muda), LKM (Lembaga Kajian Mahasiswa), LDK (Lembaga Dakwah Kampus), Pencinta Alam, Pramuka, dsb. Kalian bisa memilih apa pun organisasi yang kalian sukai, tetapi ingat JANGAN LUPAKAN KULIAH.

Jika adik-adik punya PRESTASI, khususnya prestasi akademis, Insya Allah- segudang BEASISWA dari berbagai lembaga/instansi menanti kalian, sehingga tidak perlu pusing dengan biaya kuliah dan tidak perlu memusingkan orangtua di rumah. Kalian tidak lagi perlu meminta ongkos/transport kepada orang tua, meminta uang sewa kost, dsb, karena saat ini dana beasiswa-rasanya cukup untuk menutupi itu semuanya.

BISMILLAH, sekarang, mulai-lah kalian berniat dan ber-azzam (bertekad) untuk punya PRESTASI di kampus, buang kemalasan, jangan sia-siakan waktu yang ada, jangan habiskan waktu dengan kegiatan tak berarti. Jangan urai kembali airmata kesedihan orang tua kita, hadirkan terus wajahnya yang berharap, kalianlah yang kelak akan mengangkat derajat keluarga. Jadikan orang tua BANGGA terhadap kalian, gantilah tetesan airmata kesedihan dan keletihan orang tua menjadi air mata KEBANGGAAN dan SUKA CITA.

Jangan merasa MALU menjadi ORANG MISKIN, tetapi MALU lah kalian kalau TIDAK PUNYA PRESTASI. Ayoooo….maju terus untuk meraih PRESTASI. Selamat belajar….selamat meraih PRESTASI.[]

———————
*sebuah pengalaman hidup pribadi, semoga bermanfaat buat kalian, adik-adikku.


Penulis : Muhammad Yusro
Seorang guru yang selalu ingin berbagi. Ph.D Student – Universite Blaise Pascal, France.
Web: www.myusro.com
Powered by Blogger.