$type=grid$count=3$$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

Menyesal Kutolak Lamaran Lelaki Shalih Itu

“Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan ter...


“Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Tulisanku yang dulu, berjudul “Ya Allah, Aku Mencintai Ikhwan yang Tlah Beristri..” cukup banyak diapresiasi. Ada yang pro. Ada yang kontra. Malah waktu aku baca di FB, ada yang menegur kalau tulisanku cenderung menjauhkan poligami.

Karnanya kumulai kisah ini dengan meminta maaf jika ada yang kurang berkenan. Ini kisah temanku. Tapi… aku akan membahasakannya sebagai diriku :)

Kini usiaku udah semakin matang. Dalam masyarakatku umurku sudah dianggap sangat senior bagi wanita yang belum menikah sepertiku. Pun dalam keluarga besarku. Tak ada diantara mereka yang seusiaku tapi masih lajang.

Hatiku tiba-tiba menjadi tak menentu ketika ada teman yang mengirim undangan pernikahan. Kadang air mata menetes membaca undangan adik kelas yang jauh di bawahku usiaku. Tak ada orang yang mengetahui itu memang. Aku mencoba tegar. Sabar. Kuyakin Allah cinta hambaNya yang sabar.

“Nita, kapan nich undangannya?” pertanyaan itu kadang membuat jantungku seperti berhenti berdetak. Aku tak bisa menjawab. Tapi aku tak mau itu berlangsung lama. Alhamdulillah setelah beberapa detik aku bisa tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan seperti itu.

Aku kadang bertanya, kenapa tak ada lagi ikhwan yang mengajukan ta’aruf kepadaku. Mungkin ini cobaan buatku. Kalau benar… aku ingin pahala kesabaran menjadi milikku hingga Allah mempertemukanku dengan jodohku. Aku sangat berharap ini adalah ujian seperti yang dikatakan Nabi bahwa ujian seseorang berbanding dengan tingkat keimanannya.

Tapi akhwat juga manusia kan? Ketika malam tiba, bisa saja ia bersedih walau siangnya terlihat sangat aktif dalam dakwah. Dalam kesendirian di atas sajadah, aku kadang berfikir tentang hadits Nabi dan menghubung-hubungkannya dengan penolakanku terhadap seorang ikhwan. Satu-satunya ikhwan yang pernah “melamarku”.

“Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].

Ikhwan yang datang itu, aku sebenarnya tahu siapa dia. Karena dia waktu itu aktif di lembaga dakwah di kampusku. Aku tahu dia laki-laki yang shalih. Tetapi entah kenapa, waktu itu aku menolaknya. Alas an wajah? Bukan. Aku bukan wanita seperti itu. Kekayaan? Juga bukan. Aku sadar pasangan muda hampir selalu memulai dari nol. Ilmu? Enggak juga. Dia ikhwan yang cukup pintar. Agamanya? Shalih kok. Lalu apa? Aku sendiri sulit menjelaskannya. Yang pasti waktu itu aku belum siap menikah dengannya. Mungkin juga karena waktu itu aku terlalu idealis, tidak mau menikah dengan ikhwan dari kampus yang sama. Entahlah.

Aku jadi “takut” sendiri membaca hadits itu. Apakah karena kumenolak tanpa alasan yang jelas terhadap laki-laki shalih sepertinya sehingga sampai saat ini aku tak juga menikah? Kalau demikian halnya, aku memohon ampun padaMu ya Allah… []


Penulis : Atik Purnama
Seorang yang belajar mencintaiNya
Name

Abdul Somad,1,Adab,4,Akhir Zaman,4,Al-Qur'an,18,Amalan,2,Analisa,1,Aqidah,16,Arifin Ilham,4,Bedah Buku,106,Canda,1,Dakwah Kampus,15,Dakwah Sekolah,1,Danil S,10,De_Palupi,1,Doa,63,Ekonomis-Bisnis,7,Fadhilah,23,Feature,277,Fiqih,68,Foto,48,Gresia Divi,26,Hadits,77,Hanan Attaki,2,Hasan Al-Banna,25,Headline,2,Heny Rizani,4,Hidayah,4,Hikmah,55,Ibadah,4,Indonesia,1,Inspirasi Redaksi,7,Islam,6,Kaifa Ihtada,46,Keluarga,105,Kembang Pelangi,30,Kesehatan,13,Khutbah Jum'at,55,Kisah Nabi,2,Kisah Nyata,84,KMPD,89,Kulwit,14,Mancanegara,1,Materi Tarbiyah,11,Mija Ahmadt,1,Motivasi,26,Mukjizat,4,Muslimah,43,Nasional,406,Nasyid,7,Oktarizal Rais,9,Opini,80,Parenting,11,Pemuda,2,Pernikahan,22,Petunjuk Nabi,7,Pirman,178,Press Release,19,Profil,16,Puisi,5,Ramadhan,87,Ramadhan 2017,1,Redaksi,6,Renungan,121,Renungan Harian,342,Retnozuraida,3,Rumah Tangga,8,Salim A Fillah,4,Salman al-Audah,1,Sirah,3,Sirah Sahabat,22,Siyasah Syar'iyyah,3,Strategi Dakwah,5,Surat Pembaca,1,Syiah,14,Tadabbur Al-Kahfi,1,Tasawuf,1,Taujih,44,Tazkiyah,5,Tazkiyatun Nafs,35,Tifatul Sembiring,25,Ukhtu Emil,31,Video,83,Wakaf,5,
ltr
item
Tarbawia: Menyesal Kutolak Lamaran Lelaki Shalih Itu
Menyesal Kutolak Lamaran Lelaki Shalih Itu
http://3.bp.blogspot.com/-eqklCGTid88/UNHSQ1TcWTI/AAAAAAAAIDA/3DZy9mpmV00/s320/ilustrasi%2Bakhwat%2Bmenolak%2Bikhwan.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-eqklCGTid88/UNHSQ1TcWTI/AAAAAAAAIDA/3DZy9mpmV00/s72-c/ilustrasi%2Bakhwat%2Bmenolak%2Bikhwan.jpg
Tarbawia
https://www.tarbawia.com/2012/12/menyesal-kutolak-lamaran-lelaki-shalih.html
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/2012/12/menyesal-kutolak-lamaran-lelaki-shalih.html
true
4661011185558750656
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content