$type=grid$count=3$$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

Amarah Dakwah

Alkisah, dari seorang Mubaligh di Kota Palu. Sepulang dari khuruj fiisabilillah selama 40 hari, ia menceritakan salah satu pengalaman dak...

Jama'ah Tabligh (foto muhajir718.blogspot.com)
Alkisah, dari seorang Mubaligh di Kota Palu. Sepulang dari khuruj fiisabilillah selama 40 hari, ia menceritakan salah satu pengalaman dakwah dan rombongannya kepada saya. Kisah yang mengundang tawa dan tangis sekaligus. Siapa sangka!

Suatu pagi, usai ta’lim di waktu dhuha, Mubarak selaku Amir Jama’ah, beserta rombongannya mulai menyusuri wilayah kompleks perumahan di sekitar masjid yang mereka tinggali. Perumahan elit yang dihuni pejabat-pejabat daerah itu, mereka hampiri satu per satu. Ada yang menerima mereka dengan baik-baik, ada yang mengusir mereka, ada pula yang sama sekali tak mau membuka pintu. Balasan yang mereka terima tentu hanya membuat mereka tersenyum, tak menggoyahkan semangat mereka untuk menyeru yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Lalu, sampailah mereka pada sebuah rumah mewah yang penghuninya adalah seorang pengusaha besar di kota itu. Mereka diterima dengan ramah dan baik, sampai pada inti dari pembicaraan yang mengandung dakwah, mengajak Si Bapak untuk sholat dhuhur berjama’ah di masjid.

“Ohh jadi kamorang pe maksud ini?1 Hey, dengar!” Bantah Si Bapak dengan nada meninggi sembari berdiri dari tempat duduknya. “Kamorang2 itu umur berapa trus saya ini umur berapa? Masih anak kemarin sore mo baajar-ajar3 saya tentang agama.” Gerutunya dengan wajah memerah.
“Bukan Pak, maksud kami bukan untuk mengajar..”
“Intinya kamorang-kamorang ini mau ajak saya sholat di masjid supaya bisa ikut sama golongannya kamorang itu, yang pake-pake gamis dengan sorban kayak teroris itu. Sekarang keluar dari rumah saya cepat. Cepat!”

Sesampainya di pagar, Si Amir masih tetap mengajaknya untuk berbicara baik-baik. “Pak, tolong jangan marah dulu, dengarkan maksud kami dengan baik. Kami hanya ingin mengajak bapak sholat bersama kami di masjid, menghidupkan dan memakmurkan masjid.”

“Aah saya tidak butuh! Bawa, bawa sana sholatmu itu. Teusah4 ajak-ajak saya. Saya tahu juga kapan saya mo5 sholat kapan tidak. Bukan urusanmu! Pergi cepat!” Teriak Bapak berkumis tebal itu sambil menutup pagar lalu menguncinya.
“Kalo begitu mohon maaf jika saya salah Pak.” Jawab Si Amir sambil menutup pembicaraan dengan wajah merah menahan amarah.
“Oh memang salah. Kamorang memang pantas buat minta maaf! Jangan lupa, minta maaf juga pada Tuhan, caranya kamorang ini hanya bikin ribut dan mengganggu orang lain!” Jawabnya sambil menutup keras pintu rumahnya.

Kemudian rombongan Mubarak berjalan menuju masjid untuk persiapan sholat dhuhur. Hanya keheningan yang menemani langkah mereka. Sampai Si Amir memecahkannya dengan berteriak, “Sumpah! saya do’akan itu bapak, supaya cepat dapat hidayah! Mudah-mudahan dia yang paling cepat badapat6 hidayah! Supaya kalo ketemu kita lagi nanti, dia minta maaf dan menarik semua kata-katanya. Aaarrrgh!” wajah Si Amir merah mengurat. Sontak saja, teman serombongan kaget mendengar do’anya. Mereka berpikir Amirnya akan mendo’akan yang tidak-tidak karena ia sudah dicaci maki. Tapi, amarahnya ternyata dilampiaskan ke do’a yang sangat merinding. Begitu pula saya, yang mendengarnya. Meleleh! []

1.”Oh jadi maksud kalian ini?”
2.Kalian.
3.Mau ngajarin.
4.Tidak usah.
5.Mau.
6. Mendapat

Penulis : Dewi Triana
Palu

Tulisan ini adalah salah satu peserta
Kompetisi Menulis Pengalaman Dakwah (KMPD)

Name

Abdul Somad,1,Adab,4,Akhir Zaman,4,Al-Qur'an,18,Amalan,2,Analisa,1,Aqidah,16,Arifin Ilham,4,Bedah Buku,106,Canda,1,Dakwah Kampus,15,Dakwah Sekolah,1,Danil S,10,De_Palupi,1,Doa,63,Ekonomis-Bisnis,7,Fadhilah,23,Feature,277,Fiqih,68,Foto,48,Gresia Divi,26,Hadits,77,Hanan Attaki,2,Hasan Al-Banna,25,Headline,2,Heny Rizani,4,Hidayah,4,Hikmah,55,Ibadah,4,Indonesia,1,Inspirasi Redaksi,7,Islam,6,Kaifa Ihtada,46,Keluarga,105,Kembang Pelangi,30,Kesehatan,13,Khutbah Jum'at,55,Kisah Nabi,2,Kisah Nyata,84,KMPD,89,Kulwit,14,Mancanegara,1,Materi Tarbiyah,11,Mija Ahmadt,1,Motivasi,26,Mukjizat,4,Muslimah,43,Nasional,406,Nasyid,7,Oktarizal Rais,9,Opini,80,Parenting,11,Pemuda,2,Pernikahan,22,Petunjuk Nabi,7,Pirman,178,Press Release,19,Profil,16,Puisi,5,Ramadhan,87,Ramadhan 2017,1,Redaksi,6,Renungan,121,Renungan Harian,342,Retnozuraida,3,Rumah Tangga,8,Salim A Fillah,4,Salman al-Audah,1,Sirah,3,Sirah Sahabat,22,Siyasah Syar'iyyah,3,Strategi Dakwah,5,Surat Pembaca,1,Syiah,14,Tadabbur Al-Kahfi,1,Tasawuf,1,Taujih,44,Tazkiyah,5,Tazkiyatun Nafs,35,Tifatul Sembiring,25,Ukhtu Emil,31,Video,83,Wakaf,5,
ltr
item
Tarbawia: Amarah Dakwah
Amarah Dakwah
http://4.bp.blogspot.com/-rG346lRGxIY/UnrHxS5J10I/AAAAAAAARcI/n1G5VCPAeZY/s320/Jamaah+Tabligh+-+muhajir718.blogspot.com.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-rG346lRGxIY/UnrHxS5J10I/AAAAAAAARcI/n1G5VCPAeZY/s72-c/Jamaah+Tabligh+-+muhajir718.blogspot.com.jpg
Tarbawia
https://www.tarbawia.com/2013/11/amarah-dakwah.html
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/2013/11/amarah-dakwah.html
true
4661011185558750656
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content