$type=grid$count=3$$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

Surga Masih Teramat Jauh

Satu di antara sekian banyaknya sebab yang menjadikan seseorang mengalami kegagalan dalam hidupnya adalah sikap menunda amal. Menunda ini te...

Perjalanan masih jauh (ilustrasi foto detik)
Satu di antara sekian banyaknya sebab yang menjadikan seseorang mengalami kegagalan dalam hidupnya adalah sikap menunda amal. Menunda ini terjadi karena suka beralasan dan terkadang, sibuk mencari pembenaran. Di mana pembenaran-pembenaran itu, kebanyakannya tidak benar sedikitpun. Sikap menunda amal inilah yang kini menjangkiti banyak orang. Tidak hanya terkait kehidupan duniawi, tetapi juga terkait kehidupan akhirat.

Ketika masih berada dalam masa muda, kelompok ini akan berseloroh santai, “Ngapain repot-repot beramal? Usia kita masih muda. Mati masih jauh. Gak usahlah menjadi orang yang sok sholih, sok baik, dan sok ‘alim.”

Lebih lanjut, golongan ini akan menambahkan, “Sekarang, waktunya kita bersenang-senang. Sebelum tua. Nanti ketika sudah puas, usia kita menginjak senja, barulah kita bertaubat. Rajin ke masjid, baca al-Qur’an, dan amal lainnya. Karena, ketika memasuki usia tua, mati semakin dekat.”

Sayangnya, omongan ini diingkari oleh pelakunya sendiri. Karena, kebanyakan mereka yang mengatakan seperti ini ketika mudanya, akan kembali beralasan selepas tua. Ketika kemudian mereka sudah bau tanah, dia akan kembali berkata, tak berdaya namun tetap pongah, “Umur saya tak banyak lagi. Berbuat baik juga percuma. Gak akan cukup. Mending pasrah saja. Kalian sajalah yang beramal sholih, karena kalian masih muda, tenaga masih penuh dan masih punya banyak masa depan.”

Padahal, jika kita melihat apa yang dialami oleh teladan kebaikan kita di masa lalu, generasi Rasulullah dan dua generasi setelahnya, kita akan mendapati hal yang berkebalikan.

‘Ali bin Abi Thalib adalah satu contoh pemuda yang menghabiskan waktunya dalam kebaikan. Hingga kemudian, dirinya dijamin masuk surga oleh Rasulullah yang mulia. Dari generasi tua, kita juga mendapati contoh yang sangat banyak. Satu diantaranya, adalah sahabat anshar yang bernama Amrul Ibnul Jamuh. Beliau, berhasil merawat iman dan tak kehilangan semangat beramal. Meskipun, usianya menjelang terbenam.

Dalam sebuah panggilan jihad, lelaki ini bergegas. Padahal, lelaki ini berjalan dalam keadaan pincang. Lalu dia berpamit kepada anak-anaknya, “Anak-anakku, ijinkan ayah pergi ke medan jihad.” Anak-anak yang dipamitinya, menjawab dengan terkejut, seraya melarang, “Jangan ayah! Kau tak usah lagi berangkat berjihad. Fisik dan usiamu juga sudah tidak memungkinkan. Insya Allah, Allah dan Rasulnya mengetahui keadaanmu ini.” Maksud anak-anaknya adalah baik. Karena memang, dalam berjihad, dibutuhkan fisik prima.

Tak disangka, tak dinyana, lelaki surga ini menjawab dengan tegas, “Mengapa kalian menghalangiku untuk masuk surga?” Tak bisa menjawab pertanyaan bapaknya, akhirnya mereka mendatangi Rasulullah.

Sang bapak memulai kalamnya, “Ya Rasul, ijinkan aku untuk ikut berperang. Jika kelak aku mati syahid di medan perang, ijinkan aku masuk surga dalam keadaan pincang seperti sekarang ini.” Rasul mengangguk, dan berangkatlah kafilah jihad itu ke medan laga.

Seusainya, Rasul mendapat laporan bahwa Amrul Ibnul Jamuh al-Anshari syahid di medan perang. Seraya tersenyum, Nabi berkata, “Demi Allah, aku seolah melihat Amrul Ibnul Jamuh berlalu dengan baik meski kakinya pincang ke dalam surga.”

Allahu Akbar Walillahil Hamd. Menyeksamai kisah ini, kita menjadi semakin yakin, bahwa bagi kita, surga masih teramat sangat jauh. []


Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com


Name

Abdul Somad,1,Adab,4,Akhir Zaman,4,Al-Qur'an,18,Amalan,2,Analisa,1,Aqidah,16,Arifin Ilham,4,Bedah Buku,106,Canda,1,Dakwah Kampus,15,Dakwah Sekolah,1,Danil S,10,De_Palupi,1,Doa,63,Ekonomis-Bisnis,7,Fadhilah,23,Feature,277,Fiqih,68,Foto,48,Gresia Divi,26,Hadits,77,Hanan Attaki,2,Hasan Al-Banna,25,Headline,2,Heny Rizani,4,Hidayah,4,Hikmah,55,Ibadah,4,Indonesia,1,Inspirasi Redaksi,7,Islam,6,Kaifa Ihtada,46,Keluarga,105,Kembang Pelangi,30,Kesehatan,13,Khutbah Jum'at,55,Kisah Nabi,2,Kisah Nyata,84,KMPD,89,Kulwit,14,Mancanegara,1,Materi Tarbiyah,11,Mija Ahmadt,1,Motivasi,26,Mukjizat,4,Muslimah,43,Nasional,406,Nasyid,7,Oktarizal Rais,9,Opini,80,Parenting,11,Pemuda,2,Pernikahan,22,Petunjuk Nabi,7,Pirman,178,Press Release,19,Profil,16,Puisi,5,Ramadhan,87,Ramadhan 2017,1,Redaksi,6,Renungan,121,Renungan Harian,342,Retnozuraida,3,Rumah Tangga,8,Salim A Fillah,4,Salman al-Audah,1,Sirah,3,Sirah Sahabat,22,Siyasah Syar'iyyah,3,Strategi Dakwah,5,Surat Pembaca,1,Syiah,14,Tadabbur Al-Kahfi,1,Tasawuf,1,Taujih,44,Tazkiyah,5,Tazkiyatun Nafs,35,Tifatul Sembiring,25,Ukhtu Emil,31,Video,83,Wakaf,5,
ltr
item
Tarbawia: Surga Masih Teramat Jauh
Surga Masih Teramat Jauh
http://3.bp.blogspot.com/-3qUJ9_ioJdY/UyAI6HzXhaI/AAAAAAAATow/xa9SgRtE0Z4/s1600/Perjalanan+masih+jauh+-+detik.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-3qUJ9_ioJdY/UyAI6HzXhaI/AAAAAAAATow/xa9SgRtE0Z4/s72-c/Perjalanan+masih+jauh+-+detik.jpg
Tarbawia
https://www.tarbawia.com/2014/03/surga-masih-teramat-jauh.html
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/2014/03/surga-masih-teramat-jauh.html
true
4661011185558750656
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content