Tiga Cara Terbaik Mengejar Lailatul Qadar

mengejar lailatul qadar
ilustrasi (pinterest)
Lailatul qadar adalah malam yang sangat didambakan orang beriman. Sebab malam itu lebih baik dari seribu bulan. Khairun min alfi syahr. Beribadah di malam itu setara dengan ibadah selama 83 tahun.

Kepastian lailatul qadar turun pada malam keberapa, apakah tanggalnya tetap setiap tahun atau berganti-ganti, menjadi misteri tersendiri. Ini yang seharusnya membuat umat Islam termotivasi untuk mengejarnya.

Bagaimana caranya? Berikut ini tiga cara terbaik mengejar lailatul qadar:

Cara terbaik 3: menghidupkan malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan ibadah


Ada hadits yang menyebutkan bahwa lailatul qadar (pernah) terjadi pada malam ke-27, tetapi para ulama tidak memastikan bahwa lailatul qadar pasti jatuh pada tanggal itu di setiap tahun.

Sementara itu, sebagian ulama Syafi'iyah berpendapat lailatul qadar terjadi pada malam ke-21. Sedangkan mayoritas ulama meyakini, lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Yakni malam 21, 23, 25, 27, atau 29.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ

Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil. (Muttafaq alaih)

Maka untuk mengejar lailatul qadar, hidupkanlah malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan tersebut dengan memperbanyak ibadah. Lebih utama jika bisa menunaikan i'tikaf di malam-malam itu.

Khusus di masa pandemi covid-19 pada zona merah dengan penyebaran virus corona masih tinggi, tidak dianjurkan i’tikaf di masjid. Lebih dianjurkan i’tikaf di mushala rumah masing-masing. Penjelasan lengkap bisa dibaca di artikel Itikaf.

Cara terbaik 2: menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan dengan ibadah


Memang mayoritas ulama berpendapat, sebagaimana hadits Rasulullah, bahwa lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Namun kenyataan hari ini memperlihatkan malam ganjil bagi sebagian umat Islam kadang adalah malam genap bagi umat Islam yang lain.

Hal itu terjadi jika antar negara berbeda hari mulainya 1 Ramadhan. Beberapa tahun lalu juga terjadi perbedaan 1 Ramadhan di Indonesia.

Karenanya, untuk mengejar lailatul qadar, hidupkanlah sepuluh malam terakhir Ramadhan itu dengan memperbanyak ibadah. Lebih utama jika bisa menunaikan i'tikaf di sepuluh hari itu sebagaimana dicontohkan Rasulullah, istri beliau dan para sahabat beliau.

Menjelaskan hadits lailatul qadar di atas, Syaikh Yusuf Qaradhawi berkata, "Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits di atas adalah malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara, sebagaimana yang kita saksikan sekarang, maka malam-malam ganjil di sebagian wilayah adalah malam genap di wilayah lain. Sehingga untuk hati-hati, carilah lailatul qadar ini di seluruh 10 malam terakhir Ramadhan."

Cara terbaik 1: menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah


Meskipun mayoritas ulama berpendapat bahwa lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, ada juga yang mengatakan kemungkinan terjadinya di malam lain di bulan Ramadhan.

Jika demikian halnya, maka cara terbaik adalah menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah. Minimal, di penghujung malam (sepertiga malam terakhir) pada 20 hari pertama Ramadhan dan beriktikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan serta memperbanyak membaca doa lailatul qadar.

Mengapa untuk awal Ramadhan di sepertiga malam terakhir? Sebab seperti dijelaskan di surat Al Qadr, lailatul qadar terbentang hingga terbitnya fajar. Kapan mulainya kita tidak tahu, tetapi kapan akhirnya kita tahu: terbitnya fajar. Maka jika pun tak mendapat dari awal, kita tidak ketinggalan dari bagian akhirnya.

Cara terbaik inilah yang dipraktikkan oleh para ulama seperti Imam Syafi'i dan Imam Bukhari yang menghidupkan seluruh malam pada bulan Ramadhan hingga beliau bisa mengkhatamkan Al Qur'an setiap malam.

Semoga kita semua dimudahkan Allah untuk mengejar lailatul qadar dan mendapatkannya. Aamiin. [Muchlisin BK/Tarbawia]

*Penjelasan lengkap lailatul qadar mulai keutamaan, tanda-tandanya hingga ciri orang yang mendapatkannya bisa dibaca di artikel Lailatul Qadar
Powered by Blogger.