Mata adalah salah satu mukjizat penciptaan yang paling nyata
dalam tubuh manusia. Melalui sepasang mata, kita bisa melihat orang-orang di
sekitar kita, menikmati keindahan alam, hingga membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an
dan mendapat ilmu melalui buku-buku.
Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan mata bukan sekadar
urusan medis, melainkan bentuk syukur dan pertanggungjawaban atas amanah yang Allah
berikan.
Nikmat dan Tanggungawab
وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ
وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ قَلِيلًا مَا
تَتَذَكَّرُونَ
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan
amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil
pelajaran. (QS. Al Mu’min: 58)
Allah menggunakan perumpamaan orang yang beriman seperti
orang yang bisa melihat, sedangkan orang yang tidak beriman lagi durhaka
seumpama orang yang buta. Selain memudahkan untuk memahami iman, ayat ini juga
menunjukkan betapa luar biasa nikmat mata.
Mungkin selama ini banyak yang tidak menyadari dan menganggapnya
biasa saja. Padahal mata adalah rezeki yang sangat besar dan nikmat yang sangat
mahal. Dengan mata, kita bisa melihat indahnya dunia. Kita bisa melihat wajah
anak-anak, istri, dan keluarga tercinta. Mengenali orang-orang di sekitar kita.
Tilawah Al-Qur’an dan membaca buku. Lebih mudah mencari ilmu.
Jangankan saat nikmat mata hilang dengan kebutaan, bahkan
saat nikmat mata berkurang karena sakit saja, kita merasa sangat tidak nyaman.
Merasa sangat kehilangan. Rela mengeluarkan dana besar untuk mengembalikan
kesehatan mata.
Misal ketika seseorang mengalami mata minus (miopia). Ia
harus memakai kacamata atau lensa kontak agar bisa melihat dengan jelas. Itu
pun masih terasa memberatkan dan tidak nyaman. Inginnya bebas dari kacamata dan
lensa kontak. Maka ia pun rela mengeluarkan belasan juta per mata untuk operasi
LASIK. Jika dua mata, biaya operasi LASIK bisa mencapai 25-40 juta.
Demikian pula jika menderita katarak. Ia akhirnya membayar
8-15 juta untuk operasi katarak per mata. Apalagi kalau penyakit mata yang
lebih parah.
Maka, nikmat kesehatan mata ini harus kita syukuri serta kita
optimalkan untuk beribadah dan beramal shalih. Sebab kita nanti pasti Allah
mintai pertanggungjawaban.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ
السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan
hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al Isra: 36)
Baca juga: Manfaat Surat Yasin Ayat 82
Cara Menjaga Kesehatan Mata
Selain mengajarkan umatnya untuk menjaga kesehatan dan
kekuatan ruhiyah, Islam juga memperhatikan kesehatan dan kekuatan jasadiyah.
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى
اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah
daripada mukmin yang lemah. (HR. Muslim)
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 195, Allah melarang manusia
menjatuhkan diri dalam kebinasaan termasuk merusak kesehatan. Allah
memerintahkan hamba-Nya untuk memakan makanan yang halal lagi baik (halalan
thayyiba) pada Surah Al-Maidah ayat 88 dan Surah Al-A’raf ayat 31.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai teladan
sempurna memberikan perhatian pada aspek preventif dan pengobatan bagi
kesehatan mata. Terdapat dua hadits utama yang sering menjadi rujukan dalam Thibbun
Nabawi terkait menjaga kesehatan mata:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اكْتَحِلُوا بِالإِثْمِدِ
فَإِنَّهُ يَجْلُو البَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Bercelaklah kalian dengan itsmid,
karena sesungguhnya ia dapat menjernihkan penglihatan dan menumbuhkan bulu
mata." (HR. Tirmidzi).
الْكَمْأَةُ مِنَ الْمَنِّ وَمَاؤُهَا شِفَاءٌ
لِلْعَيْنِ
Al-Kam'ah (sejenis jamur) adalah bagian dari Al-Manna
(nikmat dari langit), dan airnya adalah obat bagi mata. (HR. Bukhari dan
Muslim).
Para ulama seperti Imam Ghazali menambahkan kiat menjaga kesehatan mata bukan hanya secara lahir tetapi juga secara batin. Antara lain:
- Menjaga pandangan dari melihat non-mahram
- Menjaga mata dari pandangan menghina
- Menjaga mata agar tidak tamak melihat dunia
- Menggunakan mata untuk tilawah Al-Qur’an
- Menggunakan mata untuk membaca buku dan menuntut ilmu
- Mengamati tanda-tanda kesebasaran Allah
- Melihat hal-hal yang mengingatkan akhirat
Islam juga mendukung segala bentuk ikhtiar halal yang
terbukti secara ilmiah bisa menjaga kesehatan mata. Misalnya mengatur screentime
dan penggunaan gadget hingga periksa ke dokter jika merasakan gejala sakit pada
mata. Pada kondisi tertentu, operasi mata menjadi ikhtiar yang dianjurkan Islam
ketika tindakan biasa tidak bisa mengatasi masalah kesehatan mata. Misal
katarak atau penyakit mata lainnya yang secara klinik tidak bisa sembuh dengan
obat biasa. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbawia]
