Header Ads

Aksi Bela Islam

3 Penyakit ‘Umum’ Setelah Idul Fitri dan Cara Mencegahnya


Usai Idul Fitri, banyak orang mendadak jatuh sakit. Padahal saat Ramadhan, mereka sehat dan bugar. Sejumlah orang yang ditemui tim bersamadakwah di beberapa kota dan desa menderita diare. Selain diare, ternyata ada dua penyakit lain yang banyak menyerang usai Idul Fitri.

Apa saja penyakit itu dan bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini penjelasannya:

1. Diare

Diare merupakan penyakit yang paling banyak menyerang usai Idul Fitri. Penyakit ini dipicu oleh makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan. Banyak orang yang tidak dapat mengatur pola makan dan makanan dengan baik begitu Idul Fitri tiba. Makanan apa pun masuk ke dalam perut, terlebih ketika berkunjung ke kerabat atau tetangga. Perasaan tidak enak jika tidak menyantap hidangan yang telah disiapkan menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Pakar gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, seperti dikutip detikHealth menjelaskan, diare usai Idul Fitri juga banyak disebabkan kondisi lingkungan yang tidak bersih 100% sehingga bakteri menghinggapi makanan.

Cara mencegah penyakit diare ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sehingga bakteri tidak menghinggapi makanan. Meskipun pembantu pulang kampung dan kesibukan meningkat, kebersihan harus tetap menjadi prioritas.

Yang kedua, menjaga pola makan dan makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang asam, pedas dan bersantan, terutama dalam jumlah banyak.

2. Maag

Penyakit Maag juga tidak sedikit menyerang usai Idul Fitri. Penyebabnya, perubahan pola makan secara drastis.

"Kondisi ini biasanya muncul setelah makan berlebihan dan terlalu banyak makan pedas," ujar Dr Titi.

Menurutnya, kondisi maag ini biasanya kambuh setelah pada hari Idul Fitri tersebut orang tidak bisa menahan keinginannya untuk makan makanan yang jumlahnya berlimpah. Selain itu, banyak mengonsumsi makanan pedas juga bisa memicu kambuhnya penyakit ini.

Cara mencegah penyakit maag ini adalah dengan mengatur pola makan. Bersabarlah untuk tidak menyantap banyak makanan, ubahlah pola makan secara bertahap agar mendekati keteraturan. Di sinilah salah satu hikmah puasa Syawal disegerakan di awal bulan Syawal. Sehingga perbedaan pola makan hanya terjadi sehari, itu pun tetap dalam kontrol. Setelah puasa Syawal selesai, umumnya godaan makanan hari raya cenderung telah menipis dan pola makan bisa diatur normal kembali.

3. Peningkatan kadar gula darah dan kolesterol

Meskipun tidak banyak terlihat efeknya secara langsung, secepat diare dan maag, peningkatan kkadar gula darah dan kolesterol juga banyak menyerang usai Idul Fitri. Kondisi ini muncul setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan manis . Tidak bisanya mengontrol asupan makanan manis selama hari Idul Fitri dan beberapa hari setelahnya menimbulkan kadar gula darah terus-menerus tinggi dan bahkan berisiko hiperglikemia.

Serupa dengan peningkatan kadar gula darah, meningkatnya kolesterol juga timbul sebagai akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak saat Idul Fitri seperti opor ayam, sambal goreng kentang, sayur labu, dan ayam goreng.

"Setelah dirasakan muncul kondisi seperti tersebut, sebaiknya segera lakukan perubahan pola makan sehat agar kondisi tubuh bisa cepat pulih dan kembali sehat," tegas Dr Titi.

Lagi-lagi, di sinilah terkandung hikmah puasa Syawal. Wallahu a’lam bish shawab. [JJ/Dtk/bsb]

No comments

Powered by Blogger.