[Eksklusif] Jawaban Dr Zakir Naik Ini Bungkam Para Pembencinya di Indonesia

Dr Zakir Naik (ilustrasi)

Ada sekelompok orang dan musuh-musuh Islam yang membenci kehadiran Dr Zakir Naik di Indonesia. Namun, dai dengan kecerdasan luar biasa ini menyampaikan jawaban yang sangat jelas dan tegas hingga membungkam semua fitnah dan gosip yang diembuskan oleh para pembencinya.

Berikut jawaban tegas Dr Zakir Naik saat diwawancarai Forum Jurnalis Muslim (Forjim) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Allah menjelaskan dalam Al Qur’an surat al Hujurat ayat 6. Jika menerika informasi, sebaiknya dilakukan tabayun terlebih dahulu. Sebab, kalau tidak, akan merugikan seseorang.

Seperti kita ketahui, musuh-musuh Islam selalu menggunakan cara untuk mencegah saya datang ke suatu negara dengan tuduhan membawa paham radikalisme dan terorisme.

Kalau saya dibiarkan masuk ke indonia, ada pihak yang tidak suka, jika puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan orang akan tertarik pada Islam. Pesan damai yang saya sampaikan dihadapi dengan membangun citra negatif tentang saya.

Hingga saat ini, saya sudah memberi ceramah lebih dari 2000 kali. Saya jutsru  akan menantang jika ada ceramah yang mempromosikan radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme. Yang selama ini terjadi adalah orang-orang yang suka memotong-motong ceramah saya, seperti halnya memotong ayat Al Quran. Sebagai contoh, jangan dirikan shalat saat mabuk. Tapi dipotong, kalimatnya menjadi jangan dirikan shalat. Belum ada dalam sejarah, propaganda negatif kepada Islam dengan menggunakan media begitu gencarnya.

Dua tahun lalu (2 Maret 2015), saya menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Saudi “King Faisal Award”, semacam Nobel Prize dalam dunia Islam untuk pelayanan kepada Islam. Apakah mungkin, Kerajaan Saudi Arabia yang memiliki intelijen negara memberi penghragaan tertinggi kepada seorang teroris?

Saya juga menerima penghargaan tertinggi kedua dari Penguasa Dubai dari keluarga al Makhtoum. Apakah mungkin Penguasa Dubai yang juga memiliki intelijen negara, memberi penghargaan tertinggi kepada seorang teroris. Itu pun tidak mungkin. Itu semua itu hanya propaganda negatif saja.

Tiga tahun yang lalu, saya juga menerima penghargaan tertinggi dari Kerajaan Malaysia, apakah intelijen negara tidak tahu kalau ada seorang teroris diberi penghargaan. Itu mustahil.
Saya banyak menerima undangan dari Kepala Negara Islam di seluruh dunia, apakag mungkin mereka mau mengundang dan bertemu dengan seorang teroris?

Baru kali ada seorang penerima penghargaan sebagai orang yang  tertuduh. Orang itu hanya Zakir Naik.
 
Aneh ya? Tapi emang nyata. [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.