Do’a di Perang Khandaq


Sekitar satu bulan lamanya perang urat syaraf (psy war) itu terjadi. Perang urat saraf antara umat Islam di Madinah dengan pasukan koalisi (ahzab) terbesar saat itu; Quraisy, Kinanah, Bani Sulaim, kabilah-kabilah Ghathafan, dan lain-lain. Madinah benar-benar terancam. 10.000 pasukan itu telah berkumpul di depan Madinah untuk menyerang. Namun, mereka tidak mampu memasuki gerbang Madinah karena umat Islam telah membuat parit di depan kota.

Meski pertempuran fisik tidak terjadi, kedua belah pihak dilanda ketegangan dan kekhawatiran. Pasukan ahzab tidak siap untuk melakukan pengepungan karena mereka datang hanya dengan satu tekad: menyerang! Sementara penduduk Madinah juga dilanda kekhawatiran kalau-kalau mereka nekat menyerang, menyeberangi parit yang mereka gali.

Khandaq (parit) sebenarnya merupakan strategi yang bagus. Strategi baru ini belum dikenal dan tidak pernah terpikirkan oleh pasukan ahzab. Kesiapsiagaan pasukan Islam juga bentuk ikhtiar yang luar biasa. Mereka bahkan tidak sempat memejamkan mata. Namun, ada lagi satu hal yang tidak dilupakan Rasulullah dan para shahabatnya. Doa. Ya, doa! Mereka menyadari sepenuhnya bahwa khandaq dan ikhtiar lain merupakan wasilah semata, sementara kemenangan ditentukan oleh Allah SWT. Maka sebagaimana di perang Badar Rasulullah berdoa, pada perang Khandaq ini pun Rasulullah berdoa. Doa Rasulullah SAW itu adalah:
Allaahumma munzila al-kitaab, sarii’a al-hisaab, ahzimi al-ahzaab, Allaahumma ahzimhum wa zalzilhum
“Ya Allah yang menurunkan Al-Kitab dan yang cepat hisab-Nya, kalahkanlah pasukan musuh. Ya Allah, kalahkanlah dan guncangkanlah mereka.”

Allah kembali memperkenankan do’a Rasul-Nya. Allah mengirimkan angin taufan kepada pasukan ahzab, sehingga kemah-kemah mereka porak-poranda. Mereka ketakutan dan dilanda kekacauan. Mereka pun pulang dengan kekalahan dan kerugian. Perang urat syaraf itupun berakhir pada bulan yang sama dengan yang kita hadapi saat ini, bulan Dzul-Qa’idah. Tahun 5 H.

Umat Islam kembali bersuka cita. Bersyukur atas kemenangan yang dianugerahkan kepada mereka. Maka, kedudukan Islam pun makin kokoh, dakwah Islam makin berpengaruh. Dan, satu pelajaran yang kita dapatkan: untuk mendapatkan kemenangan dan kesuksesan kita harus melewati pintu ikhtiar yang optimal, dan doa orang yang beriman adalah kuncinya. [Muchlisin]
Powered by Blogger.