$type=grid$count=3$$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

Hadits 4: Wahyu Turun Berturut-turut Setelah Terputus Sementara

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِىَّ قَالَ - وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ فَتْرَةِ الْوَحْىِ فَقَالَ - فِى حَدِيثِهِ : بَيْنَا أَنَا أَ...


عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِىَّ قَالَ - وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ فَتْرَةِ الْوَحْىِ فَقَالَ - فِى حَدِيثِهِ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِى إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنَ السَّمَاءِ ، فَرَفَعْتُ بَصَرِى فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِى جَاءَنِى بِحِرَاءٍ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِىٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ، فَرُعِبْتُ مِنْهُ ، فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ زَمِّلُونِى . فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى ( يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ * قُمْ فَأَنْذِرْ ) إِلَى قَوْلِهِ ( وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ) فَحَمِىَ الْوَحْىُ

Jabir bin Abdullah Al-Anshari berkata, Rasulullah menceritakan tentang terputusnya wahyu dengan sabdanya: "Pada suatu hari ketika aku sedang berjalan-jalan, tiba-tiba terdengar suatu suara dari langit. Maka kuangkat pandanganku ke arah datangnya suara itu. Kelihatan olehku malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hira dahulu. Dia duduk di kursi antara langit dan bumi. Aku terperanjat karenanya, lalu pulang. Aku berkata kepada Khadijah, 'Selimuti aku!' Lalu Allah menurunkan ayat, "Hai orang-orang yang berselimut! Bangunlah! Maka berilah peringatan dan agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu dan jauhilah berhala.' Maka semenjak itu wahyu turun berturut-turut."

Hadits di atas adalah hadits ke-4 dalam Shahih Bukhari (صحيح البخارى), di bawah Kitab Bad’il Wahyi (كتاب بدء الوحى) (Permulaan Turunnya Wahyu). Hadits tersebut menceritakan mengenai turunnya wahyu berturut-turut setelah terputus untuk sementara.

Penjelasan Hadits

Sebagaimana disebutkan pada hadits ke-3, bahwa setelah Muhammad SAW menerima wahyu di Gua Hira lalu diajak Khadijah menemui Waraqah, setelah itu wahyu terputus untuk sementara waktu.

Wahyu kemudian turun lagi kepada Muhammad SAW. Berupa surat Al-Muddatsir ayat 1-5:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ * قُمْ فَأَنْذِرْ * وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ * وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ * وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, (QS. Al-Muddatstsir : 1-5)

Banyak ulama yang menjelaskan bahwa Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi dengan wahyu "Iqra" di gua hira, dan beliau diangkat menjadi Rasul dengan Surat Al-Muddatsir ayat 1-5 ini. Ibnu Qayyim termasuk yang berpendapat seperti ini.

Mengenai ayat yang turun kepada beliau ini, Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury menjelaskan:
1. Tujuan diperintahkannya beliau untuk memberi peringatan adalah agar tidak tersisa seorang pun yang menyelisihi Allah di alam ini, kecuali sudah mendapatkan peringatan tentang akibatnya yang besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala (adzab).
2. Tujuan diagungkannya Allah adalah agar tidak tersisa pada seorang pun kesombongan di muka bumi ini kecuali akan hancur kekuatannya.
3. Tujuan disucikannya pakaian dan dijauhinya kejelekan adalah agar mencapai kesucian (tazkiyyah) lahir dan batin hingga menjadi teladan tinggi bagi manusia.

Ibnu Hajar Al-Asqalani saat menjelaskan hadits ini di dalam Fathul Bari tidak mengemukakan penjelasan yang panjang sebagaimana hadits-hadits sebelumnya. Dalam keterangannya yang singkat, Ibnu Hajar mengemukakan bahwa ada pendapat yang mengatakan bahwa pakaian (ثِيَابَكَ) dalam ayat ini berarti jiwa, maka dari itu cara membersihkannya adalah dengan menjauhi perangai yang buruk dan sifat-sifat yang tercela. Sedangkan lafazh rajzu (َالرُّجْزُ) berarti berhala. Menurut bahasa rajzu artinya adzab atau siksaan, dan berhala dinamakan razju, karena penyembahan berhala menyebabkan orang mendapat siksa.

Wahyu turun berturut-turut (فَحَمِىَ الْوَحْىُ) menurut Ibnu Hajar artinya adalah wahyu datang terus menerus dan berangsur-angsur.

Pelajaran Hadits:
Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini diantaranya adalah:
1. Setelah ayat "Iqra'" turun di gua hira dan Muhammad SAW mengetahui kenabiannya, wahyu terputus untuk sementara waktu
2. Malaikat bisa memposisikan diri diantara langit dan bumi dengan izin Allah, namun hakikatnya (cara duduknya, wujudnya, dan sebagainya) bukan wilayah akal kita
3. Wahyu yang turun setelah sebelumnya terputus adalah surat Al-Muddatstsir ayat 1-5 yang sekaligus mengangkat Muhammad SAW sebagai Rasul dan memulai dakwahnya
4. Allah mewahyukan Rasulullah di awal misinya sebagai Nabi dan Rasul dengan hal-hal yang paling mendasar berupa tauhid dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs).
5. Setelah turunnya surat Al-Muddatstsir ini, wahyu kemudian turun kepada Rasulullah secara terus menerus dengan cara berangsur-angsur.

Demikian hadits ke-4 Shahih Bukhari dan penjelasannya, semoga bermanfaat untuk menambah pemahaman Islam kita. Wallaahu a'lam bish shawab. []

KEMBALI KE HADITS 3

Untuk membuka seluruh hadits dengan mudah melalui DAFTAR ISI, silahkan klik
KUMPULAN HADITS SHAHIH BUKHARI
Name

Abdul Somad,1,Adab,4,Akhir Zaman,4,Al-Qur'an,18,Amalan,2,Analisa,1,Aqidah,16,Arifin Ilham,4,Bedah Buku,106,Canda,1,Dakwah Kampus,15,Dakwah Sekolah,1,Danil S,10,De_Palupi,1,Doa,63,Ekonomis-Bisnis,7,Fadhilah,23,Feature,277,Fiqih,68,Foto,48,Gresia Divi,26,Hadits,77,Hanan Attaki,2,Hasan Al-Banna,25,Headline,2,Heny Rizani,4,Hidayah,4,Hikmah,55,Ibadah,4,Indonesia,1,Inspirasi Redaksi,7,Islam,6,Kaifa Ihtada,46,Keluarga,105,Kembang Pelangi,30,Kesehatan,13,Khutbah Jum'at,55,Kisah Nabi,2,Kisah Nyata,84,KMPD,89,Kulwit,14,Mancanegara,1,Materi Tarbiyah,11,Mija Ahmadt,1,Motivasi,26,Mukjizat,4,Muslimah,43,Nasional,406,Nasyid,7,Oktarizal Rais,9,Opini,80,Parenting,11,Pemuda,2,Pernikahan,22,Petunjuk Nabi,7,Pirman,178,Press Release,19,Profil,16,Puisi,5,Ramadhan,87,Ramadhan 2017,1,Redaksi,6,Renungan,121,Renungan Harian,342,Retnozuraida,3,Rumah Tangga,8,Salim A Fillah,4,Salman al-Audah,1,Sirah,3,Sirah Sahabat,22,Siyasah Syar'iyyah,3,Strategi Dakwah,5,Surat Pembaca,1,Syiah,14,Tadabbur Al-Kahfi,1,Tasawuf,1,Taujih,44,Tazkiyah,5,Tazkiyatun Nafs,35,Tifatul Sembiring,25,Ukhtu Emil,31,Video,83,Wakaf,5,
ltr
item
Tarbawia: Hadits 4: Wahyu Turun Berturut-turut Setelah Terputus Sementara
Hadits 4: Wahyu Turun Berturut-turut Setelah Terputus Sementara
http://4.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S9_Lw51XD7I/AAAAAAAABOk/DY5C7-JbWCw/s200/ilustrasi+turunnya+wahyu-1.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S9_Lw51XD7I/AAAAAAAABOk/DY5C7-JbWCw/s72-c/ilustrasi+turunnya+wahyu-1.jpg
Tarbawia
https://www.tarbawia.com/2010/05/hadits-4-wahyu-turun-berturut-turut.html
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/
https://www.tarbawia.com/2010/05/hadits-4-wahyu-turun-berturut-turut.html
true
4661011185558750656
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content