Jangan Tinggalkan Sholat Dhuha di Bulan Ramadhan, Ini Enam Alasannya

sholat dhuha
ilustrasi (iStock)
Jangan tinggalkan sholat dhuha di bulan Ramadhan. Mengapa? Ada enam alasan. Semoga setelah membaca enam alasan ini, kita makin rajin mengerjakannya. Menyesal jika sehari saja di bulan Ramadhan melewatkannya.

1. Rasulullah mewasiatkan sholat dhuha sebagai amal harian


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan sholat dhuha sebagai amal harian. Wasiat ini beliau sampaikan kepada Abu Hurairah. Namun keutamaannya bukan hanya khusus untuk Abu Hurairah. Jika kita mengerjakannya setiap hari, kita pun mendapatkan keutamaan ini.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

“Kekasihku –shallallahu ‘alaihi wa sallam- mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan sholat dhuha dua raka’at dan sholat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)

2. Rasulullah menyebut sholat dhuha sebagai sholat awwabin


Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah menyebut sholat dhuha sebagai sholat awwabin. Yaitu sholatnya orang-orang yang kembali (bertaubat) kepada Allah. Sholatnya orang-orang yang taat. Merutinkan sholat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang awwabin, orang-orang yang taat.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

أوصاني خليلي بثلاث لست بتاركهن أن لا أنام إلا على وتر وأن لا أدع ركعتي الضحى فإنها صلاة الأوابين وصيام ثلاثة أيام من كل شهر

“Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

3. Dua rakaat dhuha setara 360 sedekah


Jangan tinggalkan sholat dhuha. Meskipun sibuk, sempatkan minimal dua rakaat. Sebab dua rakaatnya saja senilai dengan 360 sedekah. Keutamaan inilah yang dikaitkan dengan rezeki lancar. Bukankah sedekah adalah kunci rezeki lancar?

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

4. Empat rakaat dhuha mendatangkan kecukupan rezeki


Jika punya waktu luang, sebaiknya tak mencukupkan dua rakaat dhuha. Tambahlah agar minimal menjadi empat rakaat. Keutamaannya, rezeki dicukupkan sepanjang hari. Bahkan rezeki diantar hari itu juga.

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

5. Sholat dhuha itu ghanimah paling banyak


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyebut sholat dhuha sebagai ghanimah terbanyak. Umumnya, nominal ghanimah sangat besar. Ini juga terkait dengan banyaknya rezeki yang akan diterima ahli dhuha.

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

6. Dilipatgandakan pahala dan keutamaannya


Lima keutamaan di atas bisa didapatkan di bulan apa pun. Nah, khusus di bulan Ramadhan, pahala sholat dhuha dilipatgandakan sebagaimana pahala amal lain juga dilipatgandakan.

Di bulan Ramadhan, amal sunnah diganjar seperti amal wajib. Amal wajib diganjar dengan dilipatgandakan. Demikian pula sholat dhuha.

Selain dilipatgandakan pahalanya, dilipatgandakan pula keutamaannya. Sehingga fadhilah sholat dhuha di bulan Ramadhan lebih dahsyat. Lebih luar biasa.

Jadi, jangan tinggalkan sholat dhuha di bulan Ramadhan. Pembahasan lengkap mulai dari waktu, keutamaan dan doa bisa dibaca di artikel Niat Sholat Dhuha. [Muchlisin BK/Tarbawia]
Powered by Blogger.